Diposting Minggu, 1 Mei 2011 jam 5:55 pm oleh Evy Siscawati

Perjalanan melintasi persepsi puncak nada maksimum kita

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Minggu, 1 Mei 2011 -


 

Sebuah nada (note) memiliki sebuah tekanan suara (tone) dasar – puncak nada yang kita dengar – dan sederetan tekanan suara berlebih yang terjadi pada frekuensi lebih tinggi. Tekanan suara berlebih inilah yang memberi suara timbre, dan memungkinkan kita membedakan suara oboe dari terompet hanya lewat suara saja.

Studi sebelumnya menunjukkan kalau manusia tidak mampu mengenali melodi yang nadanya memiliki tekanan suara dasar diatas 5 kilohertz. Diduga pada frekuensi setinggi ini, gelombang suara yang bergetar terlalu cepat untuk dapat dihadapi syaraf pendengar.

Untuk menguji teori ini, Andrew Oxenham dan rekan-rekannya dari Universitas Minnesota di Minneapolis bertanya pada sebuah kelompok terdiri dari enam orang anak apakah melodi yang ia dengar sama atau tidak. Seperti dalam studi sebelumnya, para relawan tidak dapat membedakan melodi dengan tone dasar di atas 5 kHz.

Tim peneliti kemudian mengambil tekanan suara dasar yang dipitch kan di bawah 5 kHz dan secara digital menyaringnya sehingga menyisakan tone berlebih di atas 6 kHz. Mengejutkannya, para relawan mampu membedakan melodi ini.

Oxenham mengatakan kalau ada banyak penjelasan potensial atas temuan ini. Salah satunya adalah bila persepsi pitch dipelajari lewat paparan ke melodinya, adalah mungkin untuk mengenali sebuah lagu walaupun tone dasarnya tidak ada. Bila tidak terbiasa, otak tidak akan mampu mengenali kelas melodi yang tidak biasa ini.

Sumber berita

New Scientist, 23 April 2011, hal. 18

Referensi jurnal

Andrew J. Oxenham, et al. 2011. Pitch perception beyond the traditional existence region of pitch. Proceeding of the National Academy of Sciences, doi:10.1073/pnas.1015291108

 

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.