Diposting Sabtu, 30 April 2011 jam 2:57 pm oleh Evy Siscawati

Senam Otak

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Sabtu, 30 April 2011 -


 

Berdasarkan klaimnya, senam otak atau Edu-K dibangun berdasarkan filsafat pendidikan Jean Piaget dan karya integrasi inderawi Maria Montessori, Anna Jean Ayres dan pediatrik Arnold Gesell. Sebagian dari gerakannya, menurut situs Brain Gym, dikembangkan dari “pengetahuan hubungan antara gerakan dan persepsi, dan pengaruhnya pada skill akademik dan motorik halus.” Paul Dennisons mengatakan kalau senam otak  dikembangkan saat latihannya sebagai pelari maraton, studinya pada pelatihan penglihatan (dipelajari dari optometris perkembangan yang dirujuk tahun 1960an), studinya pada Jin Shin Jitsu (semacam akupresur)  dan studi Sentuhan Kesehatan (semacam kinesiologi yang dikembangkan untuk awam oleh chiropraktor John Thie).

Senam otak berdasarkan pada konsep yang salah kalau tugas belajar dapat diatasi dengan melakukan senam (gerakan) tertentu. Katanya senam menciptakan jalur-jalur di otak. Pengulangan aktivitas senam otak (ada 26 gerakan, masing-masing sekitar satu menit) katanya dapat mengaktifkan otak mencapai kemampuan penyimpanan dan penarikan informasi optimal.

Dan, uh, senam otak sekarang digunakan di lebih dari 87 negara dan bukunya diterjemahkan ke lebih dari 40 bahasa.

Seperti telah kita katakan berulang-ulang, apapun yang kita pelajari sekarang tentang otak manusia masih sangat dini untuk diterapkan dalam aturan yang baku. Neurolinguistic programming (NLP), sidik jari dan bakat, aktivasi otak tengah, peta pikiran, mitos potensi otak, mitos 10% otak, semuanya gagal karena terlalu dini menarik dari sains sehingga mereka menambal kebolongan di sana sini dengan teori nyeleneh atau yang tidak nyambung.

Berikut sejumlah keberatan para pakar mengenai senam otak:

  1. Tahun 2007, Dr. Keith Hyatt dari Universitas Washington Barat menulis makalah dimana ia menganalisa penelitian peer-review (terseleksi ilmiah) mengenai senam otak, dan juga penelitian yang dikutipnya dari tahun 1970an dan 1980an ke dalam dasar teorinya : bidang Belajar Perseptual-Motorik termasuklah Latihan Penglihatan. Beliau menyimpulkan kalau senam otak tidak berdasar teori dan tidak didukung oleh penelitian yang terseleksi ilmiah. Makalah ini juga meminta para guru untuk belajar bagaimana membaca dan memahami penelitian, untuk menghindari bahan pengajaran yang tidak memiliki basis teori yang layak (seperti belajar perseptual).
  2. Tahun 2006, Dr. Ben Goldacre pengasuh halaman Bad Science di The Guardian tidak menemukan bukti pendukung sains di balik senam otak dalam database penelitian publik utama. Gerakannya yang aneh dan lucu memang bagus bagi siswa yang lelah belajar seperti hiburan biasa, yang dikritik Dr Ben adalah sains yang tidak benar dalam senam otak.
  3. Dr Barry Beyerstein, profesor psikologi Universitas Simon Fraser menyatakan kalau banyak penawaran jasa belajar alternatif sekarang hanyalah pancingan agar orang berpikir kalau produk mereka adalah penerapan pengetahuan ilmiah. Philip Beadle mengatakan senam otak juga termasuk kategori ini.
  4. Tiga belas ilmuan Inggris tahun 2008 dalam buku Sense about Science masing-masing menolak hipotesis senam otak. Tidak ada metodenya yang efektif, dan kesimpulannya : pseudo sains. Salah satu ilmuan, Colin Blakemore, profesor neurosains mengatakan “sedikit sekali studi ilmiah peer-review yang memeriksa metode senam otak dan tidak satupun menemukan bukti kalau ia berpengaruh signifikan pada peningkatan skill akademis.” Berdasarkan hasil analisa para ilmuan, Masyarakat Psikologi dan Asosiasi Neurosains Inggris mengirim surat ke setiap lembaga pendidikan di Inggris untuk memperingatkan mereka mengenai program senam otak. Maklum banyak lembaga pendidikan di Inggris menyertakan senam otak dalam kurikulum mereka.
  5. Tinjauan penelitian dalam neurosains dan pendidikan tahun 2007 oleh Program Penelitian Belajar Mengajar Dinas Penelitian Ekonomi dan Sosial Inggris juga menyimpulkan kalau senam otak tidak ilmiah.
  6. Disertasi doktor pendidikan Sandra Harmon Witcher dari Virginia Polytechnic Institute and State University memeriksa hubungan senam otak dengan kemampuan belajar menulis anak TK. Tidak ditemukan adanya hubungan signifikan pada anak yang dibantu dengan senam otak dengan yang tidak.

 

Kesimpulan

Terserah anda ingin percaya atau tidak dengan efektivitas senam otak. Buktikan sendiri lah dan jangan lupa dengan efek plasebo. Rancang penelitian anda dengan hati-hati.

Sumber utama :

Wikipedia. Brain Gym

Referensi lanjut

Klaim :

  1. Brain Gym – about “What is Dr. Dennison’s Background?”. Educational Kinesiology and Brain Gym UK and Ireland web site.
  2. “Brain Gym – About”. The Official Brain Gym Web Site.
  3. “Brain Gym – FAQ”. The Official Brain Gym Web Site.
  4. Dennison, Paul E. and Gail E. Dennison. Brain Gym: Teacher’s Edition. Ventura, CA: Hearts at Play, Inc., 2010.

Fakta Ilmiah :

  1. Ben Goldacre(2003-06-12). “Work out your mind”. London: The Guardian.
  2. Ben Goldacre (2006-03-18). “Brain Gym exercises do pupils no favours”. London: The Guardian
  3. Ben Goldacre(2006-03-25). “Exercise the brain without this transparent nonsense”. London: The Guardian.
  4. Brooker, Charlie (2008-04-07). “Charlie Brooker on the pseudoscience of Brain Gym”. London: The Guardian.
  5. Hyatt, Keith J. (April 2007). “Brain Gym – Building Stronger Brains or Wishful Thinking?” Remedial and Special Education 28 (2): 117–124.
  6. “Neuroscience and Education: Issues and Opportunities” (PDF). the ESRC‘s Teaching and Learning Research Programme website.
  7. Philip Beadle (2006-06-13). “Keep your pupils stretched and watered”. London: The Guardian.
  8. Randerson, James (2008-04-03). “Experts dismiss educational claims of Brain Gym programme”. London: The Guardian.
  9. “Sense About Science – Brain Gym”.
  10. Witcher, S.H. Effects of Educational Kinesiology, Previous Performance, Gender and Socioeconomic Status on Phonological Awareness Literacy Screening Scores of Kindergarten Students. Disertasi, Virginia Polytechnic Institute and State University, 2001.
Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Fans Facebook

Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.