Diposting Sabtu, 30 April 2011 jam 2:44 pm oleh Evy Siscawati

Pikiran Manusia menggunakan Sintaks untuk Menerjemahkan Tindakan

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Sabtu, 30 April 2011 -


 

“Ada samudera penelitian mengenai bagaimana kita memahami bahasa dan bagaimana kita menafsirkan hal-hal yang dikatakan orang lain,” kata Matthew Botvinick dari Universitas Princeton, yang menulis makalah ini bersama rekan-rekannya Kachina Allen, Steven Ibara, Amy Seymour, dan Natalia Cordova. Mereka menduga prinsip yang sama berlaku dalam pemahaman tindakan. Sebagai contoh, bila kamu melihat seseorang membeli tiket, memberikannya ke petugas dan menaiki komidi putar, kamu memahami kalau menukar uang untuk selembar kertas akan memberinya hak untuk menaiki benda yang berputar-putar dalam lingkaran tersebut.

Botvinick dan rekan-rekannya berfokus pada urutan tindakan yang mengikuti dua jenis sintaksis – sintaks linier, dimana tindakan A (membeli tiket) membawa pada tindakan B (memberi tiket pada petugas) yang membawa pada hasil C (menaiki komidi putar) dan sintaks lain dimana tindakan A dan B keduanya secara independen menghasilkan C. Mereka menguji apakah perbedaan struktur mempengaruhi bagaimana manusia membaca tindakan.

Percobaan dibuat berdasarkan studi-studi sebelumnya yang mengatakan kalau orang membaca kalimat lebih cepat bila kalimatnya dalam bentuk gramatikal yang sama. Namun kali ini, para ilmuan menggunakan hubungan antar tindakan, bukannya antar ucapan. Dalam satu eksperimen, relawan membaca kalimat yang menjelaskan tiga tindakan. Mereka mengambil satu dari dua bentuk: yang berurutan hingga ke hasil seperti “Evy membeli tiket komidi putar, memberikannya ke petugas dan naik komidi putar,” atau kalimat seperti “Evy memotong tomat, mencuci kubis dan membuat salad” – dimana kedua tindakan pertama membawa kepada hasil, tapi tindakan pertama yang kedua tidak tergantung pada yang pertama.

Ternyata, orang mampu membaca kalimat lebih cepat bila ia mengikuti sederetan tindakan yang disusun berurutan daripada dari tipe lain. Hal ini menunjukkan kalau pikiran pembaca memiliki sejenis representasi abstrak dari bagaimana tujuan dan tindakan berkaitan, kata Botvinick. “Struktur pengetahuan yang ada di baliknya yang  bertindak seperti lem. Jika tidak, anda dapat melihat seseorang melakukan sesuatu dan mengatakan kalau itu tindakan yang acak.”

Dalam contoh komidi putar, seorang alien mungkin tidak memahami mengapa Evy menukar kertas untuk mendapat kertas baru, lalu memberikan kertas itu pada orang lain, mengapa ia duduk di atas benda berputar dan apa hubungan dari ketiga tindakan ini. Sebagai manusia, kita telah mengevolusikan kemampuan itu dan Botvinick berpikir kalau ia telah selangkah lebih dekat dalam memahami prosesnya.

Sumber berita :

Association for Psychological Science

Referensi jurnal :

K. Allen, S. Ibara, A. Seymour, N. Cordova, M. Botvinick. Abstract Structural Representations of Goal-Directed Behavior. Psychological Science, 2010; 21 (10): 1518 DOI: 10.1177/0956797610383434

 

 

 

 

 

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.