Diposting Sabtu, 30 April 2011 jam 2:43 pm oleh Evy Siscawati

Melihat Cermin Facebook dapat Meningkatkan Percaya Diri

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Sabtu, 30 April 2011 -


 

Hal ini mungkin karena facebook memungkinkan mereka memasang wajah mereka menghadap ke depan, kata Jeffrey Hancock, asisten profesor komunikasi di Universitas Cornell dan salah seorang penulis laporan ilmiah “Mirror, Mirror on my Facebook Wall: Effects of Exposure to Facebook on Self-Esteem” yang diterbitkan tanggal 24 Februari 2011 dalam jurnal peer-review Cyberpsychology, Behavior and Social Networking.

Hancock mengatakan pengguna dapat memilih apa yang akan ungkapkan mengenai diri mereka sendiri dan menyaring apapun yang dapat mencerminkan keburukan. Umpan balik dari teman yang diposting secara publik juga cenderung sangat positif, yang dapat mendorong kepercayaan diri, katanya.

“Berbeda dengan cermin, yang mengingatkan kita siapa kita sebenarnya dan dapat berpengaruh negatif pada kepercayaan diri bila citra tersebut tidak sesuai dengan ideal kita, facebook dapat menunjukkan versi positif dari diri kita sendiri,” kata Hancock. “Kami tidak mengatakan kalau itu versi palsu, tapi versi positif.”

Dalam studinya, 63 mahasiswa Cornell ditinggalkan sendiri di dalam laboratorium media sosial Universitas; mereka dapat duduk di depan komputer yang menunjukkan profil facebook mereka atau di depan komputer yang dimatikan. Sebagian dari komputer yang mati memiliki cermin yang dipasang di depan layar; sebagian lagi tidak memiliki cermin.

Mereka yang duduk di depan facebook diizinkan menghabiskan waktu tiga menit di laman tersebut, menjelajahi profil mereka sendiri dan tab-tab yang berhubungan. Mereka kemudian diberi kuesioner yang dirancang untuk mengukur kepercayaan diri mereka.

Partisipan yang melihat pada cermin dan mereka dalam kelompok kontrol juga mendapat kuesioner yang sama.

Walau laporan kelompok cermin dan kontrol menunjukkan tidak adanya peningkatan kepercayaan diri, mereka yang menggunakan facebook memberikan umpan baik yang jauh lebih positif mengenai diri mereka sendiri. Mereka yang mengedit profil facebooknya selama tiga menit waktu diberikan tadi bahkan menunjukkan kepercayaan diri tertinggi.

“Bagi banyak orang, ada asumsi otomatis kalau internet itu buruk. Ini adalah salah satu studi pertama yang menunjukkan kalau ada manfaat psikologis dari facebook,” kata Hancock.

Penulis utama studi ini, Amy Gonzales, mendapat gelar doktornya dari Jurusan Komunikasi di Cornell tahun 2010.

Sumber berita:

Cornell University.

Referensi jurnal:

Amy L. Gonzales, Jeffrey T. Hancock. Mirror, Mirror on my Facebook Wall: Effects of Exposure to Facebook on Self-Esteem. Cyberpsychology, Behavior, and Social Networking, 2011; 14 (1-2): 79 DOI: 10.1089/cyber.2009.0411

 

 

 

 

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.