Galaksi besar berhenti tumbuh tujuh miliar tahun lalu
Suka dengan artikel ini?
Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh. Login
Sabtu, 30 April 2011 - Galaksi-galaksi diduga berkembang lewat daya tarik gravitasi antara penggabungan sub galaksi kecil, sebuah proses yang dikatakan gagasan kosmologi standar masih terjadi sekarang. Namun data terbaru dari sebuah tim ilmuan dari Universitas John Moores Liverpool secara langsung menantang gagasan ini, menunjukkan kalau pertumbuhan sebagian benda paling masif berhenti 7 miliar tahun lalu ketika alam semesta separuh usianya sekarang.
Bagaimana galaksi terbentuk dan berevolusi masih merupakan pertanyaan tak terjawab utama dalam astronomi. Satuan sub galaksi yang diduga menyatu menjadi galaksi sendiri berasosiasi dengan gejolak kepadatan bahan di alam semesta yang tersisa setelah big bang dan terlihat sekarang sebagai riak suhu di radiasi latar belakang kosmis.
Untuk mempelajari evolusi galaksi, tim yang juga memuat Professor Chris Collins dan Dr John Stott (sekarang di Universitas Durham) melihat pada galaksi-galaksi paling masif di Alam Semesta, yang dikenal dengan nama Galaksi Kluster Terterang (BCG) dan disebut demikian karena lokasi mereka berada pada pusat kluster galaksi, struktur yang biasanya mengandung ratusan galaksi.
Di alam semesta dekat, BCG berbentuk elips dan merupakan kelas galaksi paling besar, paling seragam dan paling masif yang teramati, dengan masing-masing galaksi memiliki massa setara dengan 100 triliun matahari. Seperti galaksi elips yang lebih kecil, BCG terdiri dari bintang-bintang merah tua dan diduga terbentuk lewat penggabungan populasi padat sub galaksi yang ditemukan di pusat kluster galaksi. Dengan mempelajari bagaimana BCG tumbuh memberikan petunjuk bagaimana pembentukan dan evolusi galaksi secara umum.
Pengukuran ukuran BCG selama ini sulit karena daerah luarnya sangat kabur. Burke dan timnya mengatasi hal ini dengan menggunakan citra eksposure panjang dari arsip data Teleskop Antariksa Hubble yang memilih bagian yang lebih redup dari galaksi-galaksi ini. BCG yang mereka pelajari begitu jauh sehingga cahaya yang kita deteksi darinya meninggalkan galaksi itu 7 miliar tahun lalu, sehingga mereka tampak sebagai kondisi mereka kurang dari separuh usia sebelumnya.
Ketika mereka memeriksa citra Hubble, tim ini menemukan kalan BCG jauh ini hampir berukuran sama seperti yang dekat dan kalau galaksi-galaksi ini dapat tumbuh paling besar 30% saja dalam 9 miliar tahun terakhir. Hal ini sejalan dengan karya lain oleh tim penelitian yang sama, namun tidak seperti perkembangan galaksi elips biasa. Padahal simulasi konvensional evolusi alam semesta meramalkan kalau BCG harusnya berukuran tiga kali lipat sepanjang waktu itu.
Nona Burke berkomentar: “Tidak adanya pertumbuhan galaksi yang paling masif adalah tantangan bagi model pembentukan dan evolusi struktur berskala besar di alam semesta saat ini. Penelitian kami menunjukkan kalau ahli kosmologi kekurangan beberapa bahan penting yang dibutuhkan untuk memahami bagaimana galaksi berevolusi dari masa lalu yang jauh hingga sekarang.”
Sumber berita:
Royal Astronomical Society (RAS).
Referensi jurnal:
J. P. Stott, C. A. Collins, C. Burke, V. Hamilton-Morris, G. P. Smith. Little change in the sizes of the most massive galaxies since z = 1. Monthly Notices of the Royal Astronomical Society, 2011; DOI: 10.1111/j.1365-2966.2011.18404.x
Top of Form
Galaksi, astrofisika, kosmologi, big bang, bintang
Astronomi, maharaksasa, bintang maharaksasa biru, pembentukan dan evolusi galaksi, galaksi spiral berpalang
Galaksi besar berhenti tumbuh tujuh miliar tahun lalu
Galaksi-galaksi diduga berkembang lewat daya tarik gravitasi antara penggabungan sub galaksi kecil, sebuah proses yang dikatakan gagasan kosmologi standar masih terjadi sekarang. Namun data terbaru dari sebuah tim ilmuan dari Universitas John Moores Liverpool secara langsung menantang gagasan ini, menunjukkan kalau pertumbuhan sebagian benda paling masif berhenti 7 miliar tahun lalu ketika alam semesta separuh usianya sekarang. Tanggal 18 April 2011, anggota tim Claire Burke menyajikan laporan mereka di Rapat Astronomi Nasional Masyarakat Astronomi Kerajaan Inggris (NAM 2011) di Llandudno, Wales.
Bagaimana galaksi terbentuk dan berevolusi masih merupakan pertanyaan tak terjawab utama dalam astronomi. Satuan sub galaksi yang diduga menyatu menjadi galaksi sendiri berasosiasi dengan gejolak kepadatan bahan di alam semesta yang tersisa setelah big bang dan terlihat sekarang sebagai riak suhu di radiasi latar belakang kosmis.
Untuk mempelajari evolusi galaksi, tim yang juga memuat Professor Chris Collins dan Dr John Stott (sekarang di Universitas Durham) melihat pada galaksi-galaksi paling masif di Alam Semesta, yang dikenal dengan nama Galaksi Kluster Terterang (BCG) dan disebut demikian karena lokasi mereka berada pada pusat kluster galaksi, struktur yang biasanya mengandung ratusan galaksi.
Di alam semesta dekat, BCG berbentuk elips dan merupakan kelas galaksi paling besar, paling seragam dan paling masif yang teramati, dengan masing-masing galaksi memiliki massa setara dengan 100 triliun matahari. Seperti galaksi elips yang lebih kecil, BCG terdiri dari bintang-bintang merah tua dan diduga terbentuk lewat penggabungan populasi padat sub galaksi yang ditemukan di pusat kluster galaksi. Dengan mempelajari bagaimana BCG tumbuh memberikan petunjuk bagaimana pembentukan dan evolusi galaksi secara umum.
Pengukuran ukuran BCG selama ini sulit karena daerah luarnya sangat kabur. Burke dan timnya mengatasi hal ini dengan menggunakan citra eksposure panjang dari arsip data Teleskop Antariksa Hubble yang memilih bagian yang lebih redup dari galaksi-galaksi ini. BCG yang mereka pelajari begitu jauh sehingga cahaya yang kita deteksi darinya meninggalkan galaksi itu 7 miliar tahun lalu, sehingga mereka tampak sebagai kondisi mereka kurang dari separuh usia sebelumnya.
Ketika mereka memeriksa citra Hubble, tim ini menemukan kalan BCG jauh ini hampir berukuran sama seperti yang dekat dan kalau galaksi-galaksi ini dapat tumbuh paling besar 30% saja dalam 9 miliar tahun terakhir. Hal ini sejalan dengan karya lain oleh tim penelitian yang sama, namun tidak seperti perkembangan galaksi elips biasa. Padahal simulasi konvensional evolusi alam semesta meramalkan kalau BCG harusnya berukuran tiga kali lipat sepanjang waktu itu.
Nona Burke berkomentar: “Tidak adanya pertumbuhan galaksi yang paling masif adalah tantangan bagi model pembentukan dan evolusi struktur berskala besar di alam semesta saat ini. Penelitian kami menunjukkan kalau ahli kosmologi kekurangan beberapa bahan penting yang dibutuhkan untuk memahami bagaimana galaksi berevolusi dari masa lalu yang jauh hingga sekarang.”
Sumber berita:
Royal Astronomical Society (RAS).
Referensi jurnal:
J. P. Stott, C. A. Collins, C. Burke, V. Hamilton-Morris, G. P. Smith. Little change in the sizes of the most massive galaxies since z = 1. Monthly Notices of the Royal Astronomical Society, 2011; DOI: 10.1111/j.1365-2966.2011.18404.x
- Urutan Genom Coelacanth Menginformasikan Evolusi Vertebrata Darat
- Misi Kepler NASA: Tiga Planet Berukuran Super-Bumi Ditemukan Dalam Zona Layak Huni
- Teknik Ultra-cepat Menyingkap Prinsip-prinsip Perancangan dalam Biologi Kuantum
- Studi Telur Mengungkap Eratnya Hubungan Evolusi Antara Burung dan Dinosaurus
- Ilmuwan Membentuk Sel-sel Saraf Baru – Langsung di Dalam Otak
- Ilmuwan Temukan Kemungkinan untuk Menciptakan Bahan Bakar dari Karbon Dioksida di Atmosfer
- Metascreen Ultra-tipis: Setahap Mewujudkan Mantel Tembus Pandang ala Harry Potter
- Kehadiran Manusia di Kepulauan Pasifik Sebabkan Kepunahan Massal Burung
- Kehidupan Ditemukan Dalam Ekosistem Terluas di Bumi, Jauh di Kedalaman Kerak Samudera
- Ilmuwan Menghidupkan Kembali Embrio Katak yang Telah Punah
