Diposting Kamis, 28 April 2011 jam 8:19 pm oleh Evy Siscawati

Sebuah Percobaan Psikologi Mengejutkan

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Kamis, 28 April 2011 -


 

Milgram menciptakan sebuah perangkat yang melibatkan seorang penghukum, seorang ilmuan dan seorang siswa. Sang penghukum adalah 40 relawan yang tidak tahu apa tujuan dari percobaan ini. Sang Ilmuan meminta penghukum mengirimkan kejutan listrik yang meningkat pada siswa setiap kali siswa salah menjawab pertanyaan ujian. Sebuah label di ujung maksimum alat kejut bertuliskan “XXX peringatan, sangat berbahaya!”

Sekarang, diam sebentar dan tebak seberapa banyak orang yang mengikuti perintah sang ilmuan dan menyetrum sang siswa …

Jawabannya semuanya, 40 orang relawan. Walaupun mereka bisa melihat sang siswa menjerit kesakitan, memohon (“keluarkan saya dari sini!”), berteriak, dan menderita, 26 relawan menggunakan tegangan maksimum tanpa mengindahkan label peringatan.

Tentu anda berpikir – kasihan siswanya! Namun jangan khawatir, mereka hanyalah aktor. Kabel dan saklar itu hanya palsu dan rasa sakit dan teriakan hanyalah akting. Yang benar-benar nyata adalah kemauan para relawan untuk menyakiti orang tidak bersalah.

Milgram berpikir kalau eksperimennya memberi petunjuk mengapa sebagian orang Jerman senang menyiksa dan membunuh Yahudi dan masyarakat minoritas lainnya saat pembunuhan massal; dan mengapa tentara dalam peperangan kadang berperilaku sangat kejam, seperti menyiksa tentara musuh. Mereka semua berada dalam situasi dimana orang akan lebih mudah melakukan tindakan tidak etis ketimbang memberontak melawan figur penguasa.

Jadi ini pertanyaan kami: apakah menurut anda, anda tega menyakiti orang lain seandainya anda salah seorang relawan tersebut? Bila anda mengatakan kalau anda memang tega, bisa saja anda sekarang sudah benar-benar menyakiti orang lain dalam hidup anda. Coba anda refleksikan siapa.

Jika anda tidak tega, bagaimana anda bisa menantang otoritas yang menyuruh anda melakukan hal tersebut? Apakah anda mau mengajarkan cara menentang otoritas pada anak anda jika perintah tersebut melanggar moral? Bagaimana jika otoritas tersebut adalah anda sendiri?

Sumber :

Kazez, J. 2008. “A Shocking Experiment.” Talking Philosophy.

Referensi lanjut :

Philip Zimbardo Situational Sources of Evil – Part I February 16, 2007

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.