Sebuah Percobaan Psikologi Mengejutkan
Suka dengan artikel ini?
Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh. Login
Kamis, 28 April 2011 - Kembali ke abad ke-20, seorang ahli psikologi bernama Stanley Milgram melakukan sederetan percobaan mengagumkan. Tujuannya adalah menemukan bagaimana orang bereaksi jika diminta menyakiti orang yang tidak bersalah.
Milgram menciptakan sebuah perangkat yang melibatkan seorang penghukum, seorang ilmuan dan seorang siswa. Sang penghukum adalah 40 relawan yang tidak tahu apa tujuan dari percobaan ini. Sang Ilmuan meminta penghukum mengirimkan kejutan listrik yang meningkat pada siswa setiap kali siswa salah menjawab pertanyaan ujian. Sebuah label di ujung maksimum alat kejut bertuliskan “XXX peringatan, sangat berbahaya!”
Sekarang, diam sebentar dan tebak seberapa banyak orang yang mengikuti perintah sang ilmuan dan menyetrum sang siswa …
Jawabannya semuanya, 40 orang relawan. Walaupun mereka bisa melihat sang siswa menjerit kesakitan, memohon (“keluarkan saya dari sini!”), berteriak, dan menderita, 26 relawan menggunakan tegangan maksimum tanpa mengindahkan label peringatan.
Tentu anda berpikir – kasihan siswanya! Namun jangan khawatir, mereka hanyalah aktor. Kabel dan saklar itu hanya palsu dan rasa sakit dan teriakan hanyalah akting. Yang benar-benar nyata adalah kemauan para relawan untuk menyakiti orang tidak bersalah.
Milgram berpikir kalau eksperimennya memberi petunjuk mengapa sebagian orang Jerman senang menyiksa dan membunuh Yahudi dan masyarakat minoritas lainnya saat pembunuhan massal; dan mengapa tentara dalam peperangan kadang berperilaku sangat kejam, seperti menyiksa tentara musuh. Mereka semua berada dalam situasi dimana orang akan lebih mudah melakukan tindakan tidak etis ketimbang memberontak melawan figur penguasa.
Jadi ini pertanyaan kami: apakah menurut anda, anda tega menyakiti orang lain seandainya anda salah seorang relawan tersebut? Bila anda mengatakan kalau anda memang tega, bisa saja anda sekarang sudah benar-benar menyakiti orang lain dalam hidup anda. Coba anda refleksikan siapa.
Jika anda tidak tega, bagaimana anda bisa menantang otoritas yang menyuruh anda melakukan hal tersebut? Apakah anda mau mengajarkan cara menentang otoritas pada anak anda jika perintah tersebut melanggar moral? Bagaimana jika otoritas tersebut adalah anda sendiri?
Sumber :
Kazez, J. 2008. “A Shocking Experiment.” Talking Philosophy.
Referensi lanjut :
Philip Zimbardo Situational Sources of Evil – Part I February 16, 2007
- Urutan Genom Coelacanth Menginformasikan Evolusi Vertebrata Darat
- Misi Kepler NASA: Tiga Planet Berukuran Super-Bumi Ditemukan Dalam Zona Layak Huni
- Teknik Ultra-cepat Menyingkap Prinsip-prinsip Perancangan dalam Biologi Kuantum
- Studi Telur Mengungkap Eratnya Hubungan Evolusi Antara Burung dan Dinosaurus
- Ilmuwan Membentuk Sel-sel Saraf Baru – Langsung di Dalam Otak
- Ilmuwan Temukan Kemungkinan untuk Menciptakan Bahan Bakar dari Karbon Dioksida di Atmosfer
- Metascreen Ultra-tipis: Setahap Mewujudkan Mantel Tembus Pandang ala Harry Potter
- Kehadiran Manusia di Kepulauan Pasifik Sebabkan Kepunahan Massal Burung
- Kehidupan Ditemukan Dalam Ekosistem Terluas di Bumi, Jauh di Kedalaman Kerak Samudera
- Ilmuwan Menghidupkan Kembali Embrio Katak yang Telah Punah
