Diposting Selasa, 26 April 2011 jam 8:30 pm oleh Evy Siscawati

Galaksi Bima Sakti akan memakan galaksi kecil tetangganya dan juga akan dimakan galaksi Andromeda

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Selasa, 26 April 2011 -


 

Rumah galaksi kita, Bima Sakti, adalah kumpulan sekitar 400 miliar bintang tersebar dalam cakram tipis selebar lebih dari 100 ribu tahun cahaya. Matahari kita adalah salah satu bintang yang berada di sekitar separuh jalan keluar dari pusat cakram, bergerak bersama bintang-bintang lain mengelilingi pusat galaksi dengan orbit yang hampir bulat. Bima Sakti akan terlihat seperti galaksi spiral rata-rata jika kita bisa melihatnya dari luar.

Bima Sakti adalah anggota sebuah grup terdiri dari sekitar 40 galaksi yang bergentayangan di sekitar kita, terikat bersama dengan tarikan gravitasi gabungan. Dua galaksi terbesar sejauh ini adalah Bima Sakti dan Andromeda, sebuah spiral berputar terdiri dari satu triliun bintang yang berada sekitar 2,5 juta tahun cahaya dari sini.

Galaksi kita memangsa galaksi kecil di dekatnya

Galaksi cebol Sagitarius adalah galaksi kecil mungil yang terletak dekat sekali dengan Bima Sakti. Jaraknya hanya 50 ribu tahun cahaya dari pusat galaksi kita. Ia ditemukan oleh astronom Michael J Irwin di awal tahun 1990. Ia menjadi pemegang rekor galaksi terdekat dengan Bima Sakti, mengalahkan Awan Magellan yang berjarak tiga kali lipat.

Awal tahun 1994, astronom Rodrigo A. Ibata bertemu astronom Michael J. Irwin dengan membawa sebuah teka-teki. Sekelompok bintang yang diduga Ibata sebagai bagian dari gembungan Bima Sakti – daerah yang mengelilingi pusat galaksi – menjauh dari Bumi jauh lebih cepat dari bintang-bintang yang ada di sana. Spektra dari kelompok bintang ini, diambil selama beberapa tahun dengan Teleskop Anglo – Australia di Coonabarabran, menunjukkan kalau mereka memiliki kecepatan yang sama dan tidak bergerak sama cepat dengan bintang-bintang lain di gembungan.

Tim peneliti dibentuk memeriksanya dan menemukan kalau fakta ini disebabkan oleh Bima Sakti memakan galaksi cebol Sagitarius ini. Galaksi malang itu tertelan dan hingga sekarang masih dalam proses dicerna oleh Bima Sakti dalam orbital pertamanya. Kepadatan rendah dan penampilan panjang sang galaksi mini ini menunjukkan kalau ia tidak mampu menahan tarikan gravitasi Bima Sakti lebih lama lagi, kata Irwin.

 

Andromeda memangsa galaksi kecil di dekatnya

Tahun 2003, astronom Puragra (Raja) GuhaThakurta dan David Reitzel mengamati dalam dua laporan terpisah satu tahun kalau ada aliran sisa di Andromeda. Ia jauh lebih kabur dan dideteksi dengan teknik yang lebih sensitif. Para peneliti berfokus pada bagian sempit di halo Andromeda, dan fakta kalau mereka menemukan aliran sisa ini menunjukkan kalau mungkin ada banyak aliran sisa yang lebih kabur di bagian lain galaksi ini, demikian kata GuhaThakurta.

Contoh dua galaksi yang sedang saling makan

Unsur kimia lebih berat dari hidrogen dan helium, yang disebut para astronom sebagai “logam,” disintesis di bintang yang sangat masif, yang memperkaya komposisi unsur berat ini pada generasi bintang masa depan. Bintang-bintang di halo Andromeda mencakup sejumlah besar sifat pengayaan kimia, dan gerakan relatifnya satu sama lain umumnya acak. Jadi para peneliti terkejut menemukan kalau sebagian besar bintang-bintang  kaya logam dalam sampel mereka semua bergerak bersama sebagai kelompok.Fakta ini ternyata menunjukkan kalau galaksi Andromeda juga telah memangsa galaksi-galaksi kecil di dekatnya.

Galaksi Andromeda akan memangsa galaksi kita

Dan ketika semua sudah habis, tebak apa yang akan dilakukannya. Ia akan memangsa galaksi kita, Bima Sakti, yang ukurannya hanya separuh. Kejadian ini akan mulai terjadi pada 2 miliar tahun yang akan datang dan sempurna menyatu dalam 5 miliar tahun yang akan datang.

Tumbukan di masa depan telah menarik minat banyak orang dalam dekade terakhir, menurut astrofisikawan John Dubinski dari Universitas Toronto di Kanada, yang menciptakan animasi bencananya dari sudut pandang tata surya. Sementara itu para ilmuan juga membuat simulasi yang lebih besar. Simulasi ini mengungkapkan sejumlah detail dalam dekonstruksi dan pelepasan galaksi ketika mereka bertumbukan dan menyatu membentuk galaksi lonjong. Bima Sakti ditunjukkan face-on dan bergerak dari bawah atas ke kiri Andromeda dan ke kanan atas. Andromeda miring dari perspektif ini. Gambarannya selebar 1 juta tahun cahaya. Setelah tumbukan awal, sebuah pola spiral terbuka terbangun di Bima Sakti maupun Andromeda dan ekor pasang surut panjang serta jembatan bintang penghubung terbentuk. Galaksi-galaksi bergerak menjauh dan kembali menyatu untuk tumbukan kedua dan setelah beberapa perputaran yang melontarkan lebih banyak bintang dalam pola riak kompleks mereka tenang menjadi sesuatu yang menyerupai galaksi lonjong.

 

Referensi

Cowen, R. 1994. Ill-fated Milky Way neighbor found – Milky Way Galaxy likely to absorb newly discovered dwarf galaxy. Science News, April 9.

Cracked Science. 2011. 7 Horrible Ways The Universe Can Destroy Us Without Warning | Cracked.com

Dubinski, J. 2001. The Merger of the Milky Way and Andromeda Galaxies
Muir, H. 2007. Galactic Merger to ‘Evict’ Sun and Earth.

Schwarzschild , B. 2009. Galactic cannibalism. Physics Today, October 1.

Stephens, T. 2003. Astronomers detect a faint debris trail in the Andromeda galaxy, more evidence of galactic cannibalism.

Referensi Lanjut

Kelly Young. Andromeda galaxy hosts a trillion stars 06 June 2006

A. McConnachie et al., The remnants of galaxy formation from a panoramic survey of the region around M31. Nature 461, 66, 2009

Future Sky Animations

Animasi

(10M file)
(3M file)
(1M file)
(updated 2006)

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.