Diposting Selasa, 26 April 2011 jam 8:26 pm oleh Evy Siscawati

Evolusi Lumba-lumba

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Selasa, 26 April 2011 -


 

Semua lumba-lumba dan paus itu berkerabat. Bukti fosil dari epoh Eosen awal menunjukkan kalau lumba-lumba purba atau Protocetidae sudah bersifat akuatis sekitar 45-50 juta tahun lalu. Walau begitu, mereka sedikit saja kemiripannya dengan lumba-lumba dan puas masa kini.

Diduga kalau mamalia primitif bernama Mesonychidae hidup di sepanjang dataran Afrika pada masa epoh Eosen awal. Walaupun sudah lama punah sekarang, di masa mereka, mamalia purba ini berevolusi pada banyak niche ekologis dan berukuran anekaragam mulai dari ukuran kucing hingga beruang. Diduga pula kalau mereka juga merupakan leluhur dari kuda modern. Dengan membandingkan struktur fosil rahang dan gigi mesonychidae dengan protocetidae, ahli paleontologi yakin kalau kelompok yang hidup di pantai mulai menghabiskan lebih banyak waktunya mencari makan di rawa-rawa dan samudera. Seiring waktu mereka semakin tergantung pada kelimpahan makanan di samudera dan melewati tahap amfibi sebelum menyerahkan seluruh hidupnya ke samudera. Bisa dibayangkan kalau selama transisi antara daratan dan samudera, lumba-lumba primitif mirip dengan singa laut yang kita lihat sekarang; makan di samudera sambil pulang ke darat utuk kawin.

Fosil lumba-lumba dapat dilacak dengan perubahan pada giginya. Sekali di samudera, perlu jutaan tahun baginya untuk berkembang menjadi cetacean sejati. Pada 40 juta tahun lalu, ia adalah Dorudontinae. Mahluk ini menunjukkan tengkorak mirip teleskop, namun lubang hidungnya masih di moncong walaupun lebih muda dari Protocetidae. Pada akhirnya selama Oligosen atas, sekitar 30 juta tahun lalu, lumba-lumba purba membelah silisahnya menjadi dua kelompok utama yang kita ketahui sekarang: paus bergigi (Odontoceti) dan paus baleen (Mysticet). Delphie, kelompok asal lumba-lumba modern muncul, mulai hadir di awal Miosen sekitar 25 juta tahun lalu.

Karena jalur evolusi lumba-lumba membelah sekitar 50 juta tahun lalu, struktur fisik mereka mempunyai waktu yang cukup untuk berkembang independen dari mamalia darat. Sebagai contoh, catatan fosil menunjukkan kalau ada sebuah tahap ketika hewan ini bersifat amfibi. Walau begitu, catatan ini juga menunjukkan kalau ketika lumba-lumba purba memutuskan menjadi akuatis, tidak butuh waktu lama bagi tulang-tulang di kaki belakang untuk lenyap bersamaan.

Tubuh lumba-lumba yang hidrodinamis menyebabkan hidup di air menghasilkan sejumlah modifikasi lain pada fisiologi hewan ini. Tubuh yang menebal dan kepala yang naik menyebabkan vertebrae di leher cetacean ini menyatu. Bukannya pasokan darah utama ke otak disalurkan dari luar leher seperti hewan darat, ia melewati arteri yang berada di dalam vertebrae yang menyatu. Hal ini memastikan pasokan darah konstant ketika lumba-lumba menyelam ke kedalaman ekstrim di samudera.

Karena tengkorak panjang lumba-lumba dan paus, mudah memikirkan kalau lubang hidung atau lubang hembusnya bergerak ke belakang tengkorak. Faktanya struktur berbentuk kubah di depan lubang hembus adalah jaringan lemak yang disebut melon dan berhubungan dengan bibir atas kita. Melon bertindak sebagai lensa untuk memfokuskan suara ketika lumba-lumba menghasilkan klik nada tinggi untuk ekolokasi. Selama bertahun-tahun diduga kalau melon juga menerima suara ketika suaranya memantul, membuat lumba-lumba bisa memetakan sonar. Walau begitu, diketahui kalau sebuah tulang kecil di bawah dagu bernama tulang pan lah yang menerima laporan sonik dan merangsang otak lewat telinga dalam. Diduga pula kalau gigi lumba-lumba akan bergetar harmonis dengan gema objek target sehingga memberikan lebih banyak informasi bagi lumba-lumba.

Melon ada pada semua lumba-lumba dan paus, walau begitu paus besar tidak memiliki kemampuan ekolokasi. Ia dapat digunakan mengirim atau menerima gelombang suara ultra rendah yang mampu bergerak ribuan mil di dalam air. Jaringan lemak ini berminyak pada paus dan dihargai berabad-abad oleh produsen parfum dan kosmetik – bahkan setelah senyawa sintetisnya berhasil ditemukan. Tidak diketahui berapa banyak paus yang telah mati karena ini.

Setelah semua modifikasi tersebut, lumba-lumba masih mempertahankan karakteristik utama yang menunjukkan kalau ia mamalia. Betinanya memiliki puting susu yang tertanam dalam vagina nya dimana bayi lumba-lumba dapat menyedotnya. Dalam lingkungan akuatis, ibu menyemburkan susunya ke mulut sang bayi saat ia menyodok kantungnya dengan paruhnya.

Referensi

Vi­deo tentang lumba-lumba mengajar

Connor RC, Watson-Capps JJ, Sherwin WB, & Krützen M (2010). A new level of complexity in the male alliance networks of Indian Ocean bottlenose dolphins (Tursiops sp.). Biology Letters.

DeScioli P, & Kurzban R (2009). The alliance hypothesis for human friendship. PloS one, 4 (6)

Looney, Z (2000). Evolution of Dolphin.

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.