Beruang
Suka dengan artikel ini?
Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh. Login
Selasa, 26 April 2011 - Oleh-oleh lain dari Ancol kemarin adalah beruang naik sepeda. Sepertinya beruang madu, tapi gak yakin juga deh. Berikut deskripsi zoologis mengenai beruang.
Karakteristik utama beruang modern adalah badan besar dengan kaki pendek, moncong panjang, bulu lebat, telapak kaki plantigrad dengan lima cakar yang tidak dapat ditarik dan ekor pendek. Sementara beruang kutub sebagian besar karnivora dan panda besar makan hampir seluruhnya bambu, enam spesies lainnya bersifat omnivora, dengan makanan utama bervariasi dari tanaman hingga hewan.
Anggota silsilah beruang yang masih hidup sekarang berpisah dari Ursavus sekitar 20 juta tahun lalu, sepertinya lewat spesies Ursavus elmensis. Berdasarkan data genetik dan morfologis, subfamili Auliropodinae (panda) adalah yang pertama memisah dari beruang lainnya sekitar 19 juta tahun lalu, walaupun tidak ditemukan fosil kelompok ini yang ditemukan melebihi sekitar 5 juta tahun lalu.
Beruang bersifat dimorfik seksual dalam ukurannya, dimana jantan lebih besar. Spesies yang lebih besar cenderung menunjukkan dimorfisme seksual lebih tinggi dibandingkan spesies kecil dan individunya juga cenderung berbeda-beda. Beruang merupakan anggota darat paling masif dari ordo Karnivora, dengan sebagian beruang kutub dan beruang coklat bisa seberat lebih dari 750 kg. Individu terbesar adalah beruang coklat sementara spesies terbesar (rata-rata individu) adalah beruang kutub. Beruang terkecil adalah beruang matahari dari Asia yang beratnya rata-rata 65 kg untuk jantan dan 45 kg untuk betina.
Berbeda dengan karnivora lainya, beruang adalah plantigrad. Mereka mendistribusikan berat mereka ke kaki belakang yang membuat mereka terlihat kesusahan ketika berjalan. Mereka masih cukup cepat dimana beruang coklat bisa mencapai 48 km per jam walaupun masih lebih lambat dari keluarga kucing dan anjing. Beruang dapat berdiri di atas kaki belakangnya dan duduk tegak dengan keseimbangan yang mantap. Beruang memiliki cakar yang dipakai untuk menggali, memanjat, menyobek dan menangkap mangsa. Telinga mereka melingkar.
Perbedaan lain dengan anggota Karnivora lainnya adalah gigi karnasial yang relatif tidak berkembang dan gigi mereka teradaptasi untuk makan makanan sayuran. Gigi taringnya besar dan gerahamnya datar dan menghancurkan. Ada variasi rumus gigi bahkan dalam spesies. Hal ini menunjukkan kalau beruang masih dalam evolusi dari karnivora menuju herbivora. Beruang kutub tampaknya telah mengevolusikan kembali karnasial yang berfungsi penuh karena pola makan mereka kembali ke karnivora.
Sebagian spesies, seperti beruang kutub, beruang hitam Amerika, beruang cerpelai dan beruang coklat berbahaya bagi manusia, khususnya di daerah dimana mereka terbiasa dengan orang. Semua beruang secara fisik kuat dan mampu menyerang manusia secara fatal, namun mereka umumnya bersifat pemalu, mudah ditakuti dan menghindari manusia. Cedera karena beruang langka, namun sering dilaporkan media. Bahaya yang diberikan beruang sering dibesar-besarkan, sebagian karena imajinasi manusia. Walau begitu, ketika ibunya merasa anaknya dalam bahaya, ia akan berperilaku ganas. Beruang harus diberi ruang yang luas karena mereka secara perilaku tidak dapat diramalkan.
Hukum di berbagai negara telah dibuat untuk melindungi beruang dari perusakan habitat oleh pemburu. Persepsi publik pada beruang sering kali sangat positif, karena beruang berpola makan umumnya omnivora, mampu berdiri dengan dua kaki dan penting secara simbolis serta terdapat dukungan luas untuk perlindungan beruang, setidaknya dalam masyarakat yang lebih maju. Di daerah pedesaan dan miskin, sikap dapat disebabkan oleh bahaya yang ditimbulkan beruang dan biaya ekonomi yang memaksa petani dan peternak. Sebagian daerah berpopulasi beruang juga melarang memberi makan beruang, termasuk memberi mereka akses pada sampah makanan. Beruang dalam tangkapan dilatih untuk menari, bergulat atau mengendarai sepeda; walau begitu penggunaan hewan ini menjadi kontroversial di akhir abad ke-20.
Sumber : Wikipedia. Bear
Referensi lanjut :
- Andersone, Žanete; Ozolinš, J?nis (2004). “Public perception of large carnivores in Latvia”. Ursus 15 (2): 181–187
- Bunnell, Fred (1984). Macdonald, D.. ed. The Encyclopedia of Mammals. New York: Facts on File.
- Clark, Douglas (2003). “Polar Bear-Human Interactions in Canadian National Parks, 1986-2000″. Ursus 14 (1): 65–71.
- Garshelis, David L. (2009). “Family Ursidae (Bears)”. Dalam Wilson, Don; Mittermeier, Russell. Handbook of the Mammals of the World. Volume 1: Carnivores. Barcelona: Lynx Edicions.
- Goldstein, Issac; Paisley, Susanna; Wallace, Robert; Jorgenson, Jeffrey P.; Cuesta, Francisco; Castellanos, Armando (2006). “Andean bear–livestock conflicts: a review”. Ursus 17 (1): 8–15.
- Kellert, Stephen (1994). “Public Attitudes toward Bears and Their Conservation”. Bears: Their Biology and Management 9 (1): 43–50.
- Krause, J.; Unger, T.; Noçon, A.; Malaspinas, A.; Kolokotronis, S.; Stiller, M.; Soibelzon, L.; Spriggs, H.; Dear, P. H.; Briggs, A. W.; Bray, S. C. E.; O’Brien, S. J.; Rabeder, G.; Matheus, P.; Cooper, A.; Slatkin, M.; Pääbo, S.; Hofreiter, M. (2008-07-28). “Mitochondrial genomes reveal an explosive radiation of extinct and extant bears near the Miocene-Pliocene boundary”. BMC Evolutionary Biology 8 (220): 220.
- Urutan Genom Coelacanth Menginformasikan Evolusi Vertebrata Darat
- Misi Kepler NASA: Tiga Planet Berukuran Super-Bumi Ditemukan Dalam Zona Layak Huni
- Teknik Ultra-cepat Menyingkap Prinsip-prinsip Perancangan dalam Biologi Kuantum
- Studi Telur Mengungkap Eratnya Hubungan Evolusi Antara Burung dan Dinosaurus
- Ilmuwan Membentuk Sel-sel Saraf Baru – Langsung di Dalam Otak
- Ilmuwan Temukan Kemungkinan untuk Menciptakan Bahan Bakar dari Karbon Dioksida di Atmosfer
- Metascreen Ultra-tipis: Setahap Mewujudkan Mantel Tembus Pandang ala Harry Potter
- Kehadiran Manusia di Kepulauan Pasifik Sebabkan Kepunahan Massal Burung
- Kehidupan Ditemukan Dalam Ekosistem Terluas di Bumi, Jauh di Kedalaman Kerak Samudera
- Ilmuwan Menghidupkan Kembali Embrio Katak yang Telah Punah


