Diposting Sabtu, 23 April 2011 jam 2:48 pm oleh Evy Siscawati

Ibu yang Terpapar Pestisida saat Hamil memiliki Anak yang IQ nya menurun

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Sabtu, 23 April 2011 -


 

Para peneliti menemukan kalau setiap peningkatan sepuluh kali lipat organofosfat terdeteksi dalam kehamilan ibu berkaitan dengan penurunan 5,5 poin skor IQ keseluruhan pada anak usia 7 tahun. Anak dalam studi dengan level tertinggi paparan pestisida pralahir menghasilkan skor tujuh point lebih rendah pada ukuran kecerdasan standar dibandingkan anak yang memiliki paparan rendah.

“Asosiasi ini mendasar, khususnya ketika memandangnya dalam level populasi,” kata penyelidik kepala studi ini, Brenda Eskenazi, profesor epidemiologi dan kesehatan anak dan ibu UC Berkeley. “Perbedaan tersebut dapat berarti, secara rata-rata, semakin banyak anak bergeser ke ujung bawah spektrum belajar, dan semakin banyak anak membutuhkan layanan khusus di sekolah.”

Studi UC Berkeley adalah satu dari tiga makalah yang menunjukkan asosiasi antara paparan pestisida dan IQ anak yang diterbitkan tanggal 21 April 2011 di jurnal Environmental Health Perspectives. Dua studi lainnya – satu di Pusat Medis Mt. Sinai, yang lain di Universitas Columbia – memeriksa populasi perkotaan di Kota New York, sementara studi UC Berkeley berfokus pada anak yang hidup di Salinas, sebuah pusat pertanian di Monterey County, California.

Studi di New York juga memeriksa paparan pralahir pada pestisida dan IQ anak usia 7 tahun. Seperti para peneliti UC Berkeley, para ilmuan di Mt. Sinai mensampel metabolit pestisida di air seni ibu, sementara para peneliti di Columbia melihat pada level pestisida khusus, chlorpyrifos di darah tali pusar.

“Sangat aneh melihat konsistensi yang begitu besar pada populasi dalam studi, jadi betapa signifikannya temuan ini,” kata penulis perdana Maryse Bouchard, yang bekerja di UC Berkeley sebagai peneliti pasca doktoral bersama Eskenazi saat studi ini berlangsung. “Anak yang sekarang pada tahap dimana mereka akan pergi sekolah, jadi tidak mudah mendapatkan penilaiana yang baik dan sah pada fungsi kognitifnya.”

Organofosfat (OP) adalah sebuah kelas pestisida yang merupakan neurotoksin terkenal. Penggunaan kloropirifos dan diazinon, dua pestisida OP yang umum, di dalam ruangan telah dilarang dekade lalu, terutama karena resiko kesehatan pada anak.

329 anak dalam studi UC Berkeley telah diawasi dari sebelum lahir sebagai bagian dari program Pusat Penilaian Kesehatan Ibu dan Anak Salinas (CHAMACOS), sebuah studi longitudinal jangka panjang yang dipimpin oleh Eskenazi. Penemuan baru pada IQ ini muncul kurang dari setahun setelah studi lain dari kohort CHAMACOS menemukan asosiasi antara paparan pestisida pralahir dengan masalah atensi pada anak usia 5 tahun.

Para peneliti mulai mencatat wanita hamil dalam studi tahun 1999. Selama kehamilan dan setelah anak lahir, partisipan studi datang berkunjung secara teratur dimana staf CHAMACOS memberi kuesioner dan mengukur kesehatan dan perkembangan anak.

Selama kunjungan, sampel air seni diambil dari partisipan dan diuji dengan metabolit dialkil fosfat (DAP), produk peluruhan sekitar 75 persen insektisida organofosfat yang digunakan di Amerika Serikat. Sampel diambil dua kali selama kehamilan, dengan keduanya dirata-ratakan, dan setelah lahir dari anak pada selang teratur antara usia 6 bulan hingga 5 tahun.

Skala Kecerdasan Wechsler untuk Anak – Edisi Keempat (WISC-IV) digunakan untuk menilai kemampuan kognitif anak usia 7 tahun. Tes ini mencakup sub kategori pemahaman verbal, penalaran perseptual, ingatan berjalan dan kecepatan pengolahan.

Selain asosiasi dengan skor IQ keseluruhan, masing-masing dari subkategori perkembangan kognitif menunjukkan penurunan nyata skornya berasosiasi dengan level tinggi DAP saat ibu hamil. Penemuan ini terus kokoh bahkan setelah para peneliti mempertimbangkan faktor-faktor lain seperti pendidikan ibu, pendapatan keluarga dan paparan pencemar lingkungan lain, termasuk DDT, timbal dan pemadam api.

“Ada keterbatasan dalam setiap penelitian; kami menggunakan metabolit untuk menilai paparan, jadi kami tidak dapat mengisolasi paparan pada kimiawi pestisida khusus, misalnya,” tambah Eskenazi. “Namun lewat desain penelitian ini dan studi New York – mulai dari ibu hamil dan kemudian anaknya – adalah metode terkuat yang tersedia untuk mempelajari bagaimana faktor lingknugan mempengaruhi kesehatan anak.”

Walaupun penanda paparan pestisida OP pralahir berkorelasi secara signifikan dengan IQ anak, paparan pestisida pasca lahir tidak. Hal ini menunjukkan kalau paparan saat perkembangan otak janin lebih kritis daripada paparan di masa kanak-kanak.

Level DAP ibu diantara wanita dalam studi UC Berkeley lebih tinggi dari rata-rata dibandingkan populasi AS, namun mereka tidak keluar dari jangkauan pengukuran yang ditemukan pada wanita dalam studi nasional.

“Penemuan ini berlaku pada populasi umum,” kata Bouchard, yang saat ini merupakan seorang peneliti di Jurusan Kesehatan Rumah Tangga dan Lingkungan Universitas Montreal. “Selain itu, dua studi lainnya yang diterbitkan dilakukan di  New York City, sehingga hubungan antara paparan pestisida dan IQ tidak terbatas pada orang yang tinggal di masyarakat pertanian.”

Paparan prahamil yang diukur dalam makalah ini terjadi tahun 1999-2000. Secara keseluruhan, pestisida OP digunakan di Amerika Serikat cenderung menurun, turun lebih dari 50 persen antara 2001 hingga 2009 dan sekitar 45 persen sejak 2001 di California. Di saat yang sama, penggunaan pestisida OP di Monterey County tetap datar antara 2001 dan 2008, namun turun 18 persen dari 2008 hingga 2009. Beberapa studi menunjukkan kalau paparan pestisida OP sekarang tetap turun.

Menurut Pusat Pengendalian Penyakit, orang terpapar pestisida OP lewat memakan makanan dari pertanian yang disemprot kimiawi ini. Petani, pekebun, penanam bunga, pengguna pestisida dan karyawan pabrik insektisida ini memiliki paparan lebih besar daripada masyarakat umum.

“Banyak orang juga terpapar ketika pestisida digunakan disekitar rumah, sekolah atau bangunan lain,” kata penulis lain, Asa Bradman, asisten direktur Pusat Penelitian Lingkungan Kesehatan Anak (CERCH) di UC Berkeley.

Para peneliti menyarankan kalau konsumen mengurangi penggunaan pestisida di rumah, dengan menunjukkan kalau sebagian besar hama rumah dan kebun dapat dikendalikan tanpa menggunakan zat kimia tersebut. Jika pestisida dibutuhkan, metode umpan harus digunakan, jangan memakai metode semprot.

Mereka juga mengatakan kalau konsumen harus mencuci buah dan sayur dengan bersih; lebih dari sekedar siram dan gosok lembut. Konsumen juga harus mempertimbangkan untuk membeli buah sayur organik sebagai jalan mengurangi paparan pestisida dari makanan, kata mereka.

“Saya peduli mengenai orang yang tidak makan dengan benar berdasarkan hasil studi ini,” kata Eskenazi. “Sebagian besar orang sudah tidak mendapatkan cukup buah dan sayur dalam makanaannya, yang terkait dengan masalah kesehatan serius di Amerika Serikat. Anggota masyarakat, khususnya yang sedang hamil, perlu memakan makanan yang kaya sayur dan buah.”

Peneliti lain dalam studi ini adalah Jonathan Chevrier, Kim Harley, Katherine Kogut, Michelle Vedar, Celina Trujillo dan Caroline Johnson dari CERCH UC Berkeley; Dana Boyd Barr dari Sekolah Kesehatan Masyarakat Rollins Universitas Emory; dan Norma Morga dari Clinica de Salud del Valle de Salinas.

Lembaga Ilmu Kesehatan Lingkungan Nasional, Dinas Perlindungan Lingkungan dan Lembaga Kesehatan dan Keamanan Pemukiman Nasional membantu mendanai penelitian ini.

Sumber berita :

University of California – Berkeley.

Referensi Jurnal :

  1. Maryse F. Bouchard, Jonathan Chevrier, Kim G. Harley, Katherine Kogut, Michelle Vedar, Norma Calderon, Celina Trujillo, Caroline Johnson, Asa Bradman, Dana Boyd Barr, Brenda Eskenazi. Prenatal Exposure to Organophosphate Pesticides and IQ in 7-Year Old Children. Environmental Health Perspectives, 2011; DOI: 10.1289/ehp.1003185
  2. Stephanie M. Engel, James Wetmur, Jia Chen, Chenbo Zhu, Dana Boyd Barr, Richard L. Canfield, Mary S. Wolff. Prenatal Exposure to Organophosphates, Paraoxonase 1, and Cognitive Development in Childhood. Environmental Health Perspectives, 2011; DOI: 10.1289/ehp.1003183
  3. Virginia Rauh, Srikesh Arunajadai, Megan Horton, Frederica Perera, Lori Hoepner, Dana B. Barr, Robin Whyatt. 7-Year Neurodevelopmental Scores and Prenatal Exposure to Chlorpyrifos, a Common Agricultural Pesticide. Environmental Health Perspectives, 2011; DOI: 10.1289/ehp.1003160

 

 

 

 

 

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.