Diposting Jumat, 22 April 2011 jam 1:52 pm oleh Evy Siscawati

Bintang Kecepatan Hiper

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Jumat, 22 April 2011 -


 

Keberadaan bintang kecepatan hiper (HVS) diramalkan pertama kali oleh J Hills tahun 1988. HVS pertama ditemukan tahun 2005 oleh Warren Brown dan kawan-kawan di Pusat Astrofisika Harvard-Smithsonian. Saat ini, diketahui ada 16 saja, salah satunya diyakini berasal dari Awan Magellan Besar bukannya Bima Sakti. Semua HVS yang diketahui sekarang jauhnya lebih dari 163 ribu tahun cahaya dan tidak berikatan dengan galaksi. Kalau kita pandang bahwa tata surya kita hanyalah sebutir debu di piring galaksi, kemungkinan salah satu bintang ini menumbuk kita sangat sangat kecilnya.

Sebelumnya bintang kecepatan hiper diduga berasal dari bintang ganda yang terlalu dekat dengan lubang hitam super masif. Satu bintang tertarik dan yang satunya lagi terlontar dengan kecepatan hingga 4 ribu km/detik. Sekarang diduga kalau bintang kecepatan hiper sebenarnya adalah bintang imigran dari galaksi lain yang telah lama runtuh.

Istilah kecepatan hiper bukan dibesar-besarkan – rata-rata bintang HV bergerak dengan kecepatan 1,6 juta kilometer per jam. Jadi walaupun mungkin tidak ada bintang kecepatan hiper dengan jalur langsung mengancam bumi yang kita ketahui, satu dapat saja datang ke tata surya dan mengacaukan orbit planet-planet yang ada. Plus, 16 bintang yang disebut diatas adalah yang telah ditemukan dan dapat diamati. Anda tahu berapa yang diduga bermain di sekitar galaksi kita saja? Setidaknya ada seribu.

HVS yang diketahui ini adalah bintang-bintang barisan utama dengan massa beberapa kali Matahari. Kita tidak tahu berapa besar massa HVS yang 984 sisanya. Bintang HVS pertama bernama SDSS J090744.99+024506.8 dijuluki bintang buangan, dan bintang HVS ketiga yang ditemukan HE 0437-5439 diduga berasa dari Awan Magellan Besar.

Mario Abadi dari Observatorium Cordoba di Argentina dan kawan-kawan memberikan alasan mengapa HVS bisa ada. Berdasarkan simulasi komputer galaksi yang bergabung, mereka mengatakan kalau bintang-bintang ini mungkin terlontarkan bersamaan dari sebuah galaksi cebol yang diasimilasi ke dalam Bima Sakti.

Julio Navarro dari Universitas Victoria di Kanada mengatakan “karena setiap bintang meninggalkan galaksi cebol dengan energi yang sedikit berbeda, mereka mulai berpisah saat mengambang di antariksa, mereka yang memperoleh energi terbanyak bergerak paling cepat dan paling jauh.”

Walau begitu, Warren Brown menyadari kelemahan teori Abadi dan Navarro. “Sayangnya sebagian besar galaksi cebol dekat miskin gas. Seiring waktu, gas tersobek oleh interaksi dengan Bima Sakti. Saya tidak melihat dimana sisa kaya gasnya datang. Padahal sebagian besar bintang kecepatan hiper yang diketahui tampaknya berasal dari galaksi yang kaya dengan gas pembentuk bintang.”

Apa yang akan terjadi dengan bintang-bintang ini di masa depan? Kelompok Abadi, berbeda dengan Brown, yakin kalau sebagian besar bintang ini tidak akan pernah lepas dari Bima Sakti.

Menggunakan model yang relatif berat untuk Bima Sakti, tim ini menemukan kalau hanya satu bintang kecepatan hiper di rasi Leo bergerak cukup cepat untuk pada akhirnya lepas dari pelukan Bima Sakti.

Sumber

Cracked Science, 2011, 7 Horrible Ways The Universe Can Destroy Us Without Warning

McKee, M. 2008. Milky Way’s fastest stars may be immigrants. New Scientist, October 2008.

Wikipedia. Stellar Kinematics.

Referensi lanjut

1.       Brown, Warren R.; Geller, Margaret J.; Kenyon, Scott J.; Kurtz, Michael J. (2005). “Discovery of an Unbound Hypervelocity Star in the Milky Way Halo”. Astrophysical Journal 622 (1): L33–L36.

2. Edelmann, H.; Napiwotzki, R.; Heber, U.; Christlieb, N.; Reimers, D. (2005). “HE 0437-5439: An Unbound Hypervelocity Main-Sequence B-Type Star”. Astrophysical Journal 634 (2): L181–L184

3. Hills, J. G. (1988). “Hyper-velocity and tidal stars from binaries disrupted by a massive Galactic black hole”. Nature 331 (6158): 687–689.

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.