Diposting Selasa, 19 April 2011 jam 9:15 pm oleh Evy Siscawati

Tumpahan Deepwater Horizon dan Mikroba

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Selasa, 19 April 2011 -


 

Sekitar jam 21:45 CDT tanggal 20 April 2010, gas metana dari sumur Deepwater Horizon, dalam tekanan tinggi, naik mendadak dan keluar kolom pengeboran, menyebar ke anjungan dan terpicu hingga akhirnya meledak. Api kemudian memangsa anjungan. Sebagian besar pekerja kabur dari anjungan lepas pantai ini dengan perahu penyelamat dan segera di evakuasi dengan kapal atau diangkut dengan helikopter untuk perawatan medis. Walau begitu, sebelas pekerja tidak pernah ditemukan lagi walaupun dicari oleh Penjaga Pantai selama tiga hari dan diduga mati dalam ledakan. Usaha dari berbagai kapal untuk memadamkan api tidak berhasil. Setelah terbakar selama sekitar 36 jam, Deepwater Horizon tenggelam pada pagi tanggal 22 April 2010.

Akibat ledakan ini, tertumpah 205,8 juta galon minyak bumi ke samudera. Walau begitu, dua minggu setelah bencana, terjadi hal mengejutkan. Separuh dari minyak yang tumpah … hilang.

Penyebab hilangnya minyak tersebut adalah pesta besar dari organisme unik, namanya bakteri oleofilik atau Bakteri Pemakan Minyak (OEM). Bukan hanya bakteri ini mendapat gunung makanan lezat saat bencana, tapi keberadaannya ditubuh para hewan yang telah mati karena tumpahan juga membantu  memakani minyak setelah tumpah.

Ia hidup subur di perairan dingin lautan dalam dimana suhu hanya sekitar 5 derajat Celsius dan para ilmuan mengatakan kalau ia telah beradaptasi sering waktu, lewat proses seleksi alam, karena kebocoran periodik dan aktivitas minyak di Teluk Meksiko.

Bencana di Deepwater Horizon menyebabkan gempa di dasar laut dan membuat para bakteri yang terkubur di sana terbangun. Mereka kaget dan beramai-ramai menyerbu permukaan karena hujan makanan.

Referensi populer

Christina Agapakis, “Oil Eating Bacteria”, June 2010

http://www.telegraph.co.uk/finance/newsbysector/energy/oilandgas/7964175/Microbe-eating-spilled-oil-in-Gulf-of-Mexico.html

Riki Ott: Bio-Remediation or Bio-Hazard? Dispersants, Bacteria and Illness in the Gulf. Huffingtonpost.com.

Brown, Eryn (16 September 2010). “Bacteria in the gulf mostly digested gas, not oil, study finds”. Los Angeles Times.

CR-4, “Oil Eating Bacteria Thread”, February 2009

Resnick-Ault, Jessica; Klimasinska, Katarzyna (2010-04-22). “Transocean Oil-Drilling Rig Sinks in Gulf of Mexico as Coast Guard Looks for Survivors”. Bloomberg L.P..

Slicks ‘saved’ by microbes

Referensi ilmiah

Hazen, et al. 2010. Deep-Sea Oil Plume Enriches Indigenous Oil-Degrading Bacteria. Science 8 October 2010:  Vol. 330 no. 6001 pp. 204-208

P.U.M. Rhavigan and M. Vivekanandan, “Bioremediation of oil spill sites through seeding of naturally adapted Pseudomonas putida”

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.