Diposting Selasa, 19 April 2011 jam 9:15 pm oleh Evy Siscawati

Neurolinguistic Programming (NLP)

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Selasa, 19 April 2011 -


 

NLP adalah sistem prosedur yang bertujuan memungkinkan agar orang dapat berkomunikasi lebih efektif dan mempengaruhi orang lain. Katanya ia memodifikasi pola atau pemprograman yang diciptakan oleh interaksi otak (neuro), bahasa (linguistik) dan tubuh yang menghasilkan perilaku efektif dan tidak efektif sekaligus. Mereka mendaku kalau NLP telah menyembuhkan phobia, alergi dan masalah lain dalam satu atau beberapa sesi singkat.

Postulat inti dari NLP adalah:

  1. Orang paling mudah dipengaruhi oleh pesan yang mencerminkan bagaimana mereka memandang secara internal apa yang sedang mereka lakukan, dan
  2. Cara pandang ini tercermin lewat pola pandangan mata, postur tubuh, nada suara dan pola bahasa.

Cara pandang internal dapat berupa visual (menggambarkan dimana mereka terlibat), auditori (mendengarkannya) atau melibatkan indera lainnya. Para pendukungnya mendaku, misalnya kalau seseorang yang mengalami citra mental akan mengatakan “kelihatannya benar,” sementara orang yang berada dalam mode auditori akan mengatakan “kedengarannya benar.”

Walaupun penjelasan itu terdengar masuk akal, ia tidak punya landasan yang ilmiah. Selain itu, penelitian-penelitian telah menunjukkan kalau tidak ada korelasi antara gerakan mata dan citra visual, pikiran yang dilaporkan atau pilihan kata-kata. Bahkan, Dewan Sains Nasional AS tidak menemukan bukti nyata kalau teori-teori NLP kokoh atau prakteknya efektif.

Sumber

Barret, S. 2003. Mental Help: Procedures to Avoid.

Referensi lanjut

  1. Druckman D, Swets JA, editors. Enhancing Human Performance. Washington D.C., 1988, National Academy Press.
  2. Lohr JM, Tolin DF, Lilienfeld SO. Efficacy of eye movement desensitization and reprocessing: Implications for behavior therapy. Behavior Therapy 29:126-153, 1998.
  3. Pitman R. Emotional processing during eye movement desensitization and reprocessing therapy of Vietnam veterans with chronic posttraumatic stress disorder. Comprehensive Psychiatry 37:419-429, 1996.

 

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.