Diposting Selasa, 19 April 2011 jam 9:15 pm oleh Evy Siscawati

Evolusi lewat Seleksi Buatan

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Selasa, 19 April 2011 -


 

Jagung

10 ribu tahun lalu, jagung yang ada di dunia beraneka bentuk dan kondisinya. Manusia menyeleksinya sehingga hanya beberapa jenis saja. Sekarang kita punya jagung dengan biji yang besar dan rapat, dirancang khusus untuk memenuhi hasrat kita akan makanan.

Cabe pedas

Cabe pertama kali muncul di Amerika Tengah dan Selatan. Di masa lalu, hanya ada 20 hingga 30 spesies liar di Amerika. Orang Indian menyeleksi lima spesies saja yang mereka jadikan pertanian cabe. Columbus datang ke Amerika dan membawa cabe ke Eropa. Dari Eropa cabe menyebar ke segala sisi dunia. Sekarang telah ada 1600 varietas cabe yang dibudidayakan oleh manusia. Dari yang paling pedas (Tabasco dan Jalapeno) hingga yang paling manis (Giant Bell dan Pimiento). Dari cabe kuning hingga merah dan hijau, dari cabe bulat hingga lentera (Habanero) dan dari cabe keriting hingga kurus panjang.

Parkit aneka warna

Semua parkit liar yang ada di Australia berbulu hijau daun. Manusia menyeleksinya dan memilih parkit-parkit “cacat” dari alam liar dan memeliharanya karena warna bulunya yang indah.

Ikan mas

Sekarang ikan mas ada yang berwarna-warni dan gendut. Ikan mas koki adalah spesies ikan mas yang dievolusikan oleh manusia. Seandainya kita ikan mas, kita akan memandang bahwa ikan mas koki adalah keturunan yang cacat. Ia gendut dan susah berenang, tapi bagi manusia kegemukan dan kelambanan gerak mas koki adalah keindahan, dan manusia menyeleksinya dari keturunan ikan mas menjadi jenis ikan mas khusus. Jika alam yang menyeleksinya, maka alam perlu memberinya lingkungan hidup yang baru untuk bertahan hidup, jika tidak ia akan punah. Manusia memberinya lingkungan hidup mewah di akuarium, dan ikan mas cacat dengan sirip mengembang tak bertenaga, perut gemuk dan mata menonjol inipun terlestarikan.

Anjing (Canis familiaris)

Manusia mulai menyeleksi serigala sekitar 10 ribu tahun lalu dan menurunkan anjing. Saat ini sekarang telah ada 400 lebih ras anjing di antara kita. Spesialisasi anjing hasil seleksi ini termasuklah anjing yang mengejar hewan kecil dan peliang seperti Daschund dan aneka jenis Terrier, anjing Retriever yang memungut hasil buruan, anjing gembala seperti Herder, Collie dan Schanuzer, anjing petarung seperti Boxer, Mastiff dan beberapa Terrier, anjing pemburu babi hutan seperti Great Dane dan Rottweiler, anjing Saluki yang berburu gazelle, anjing Borzoi yang berburu serigala, anjing Rhodesian Ridgeback yang berburu singa, anjing penunjuk arah buruan seperti Setter dan Pointer, anjing Spaniel yang menggebah buruan, anjing pengambil benda di air seperti Newfoundland dan Ireland Water Spaniel, anjing Beagle yang memojokkan buruan, anjing Bloodhound yang melacak dengan penciuman, anjing Husky yang digunakan untuk menghela, dan anjing balap seperti Whippet dan Greyhound. Bukan hanya fungsi, aspek lainnya juga bervariasi. Dari aspek berat, yang paling ringan, Chihuahua seberat hanya 2,4 kg hingga anjing Saint Bernard yang mencapai 100 kg. Dari perilakunya, ada yang hampir tak dapat didekati (Doberman) hingga yang dapat digendong-gendong (Bichon Frise), ada yang hampir terus menerus menyalak (Greyhound Italia) hingga yang tenang (Bulldog Inggris), ada yang sangat sulit dilatih (Otterhound) hingga yang paling patuh (King Charles Spaniel), ada yang gonggongannya sangat nyaring (Dachsund) dan ada yang tidak menggonggong (Basenji). Bila anjing ini hanya diketahui dari fosil, niscaya kita menganggap mereka spesies, atau bahkan genus dan famili yang berbeda-beda.

Masih terdapat banyak contoh bagaimana manusia menguasai seleksi alam dan mengalihkan evolusi sesuai kehendaknya. Dari ayam yang diseleksi kemampuan bertelur atau dagingnya, sapi yang diseleksi daging atau produksi susunya, domba yang diseleksi untuk mendapatkan yang berbulu tebal, koi yang gendut dan berwarna-warni, kuda yang diseleksi ketangguhannya berlari, anggrek yang diseleksi warnanya, dsb. Dunia kita penuh bukti evolusi.

Sumber :

Avise, J.C. 1998. The Genetic Gods: Evolution and Belief in Human Affairs. Harvard University Press.

Referensi lanjut

Darwin, C. 1885. The Variation of Animals under Domestication.

Greenlead, W.H. 1986. Pepper Breeding, dalam Breeding Vegetable Crops M.J. Basset (ed). Wastport: Avi.

Naj, A. 1992. A Story of Hot Pursuit. New York: Knopf.

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.