Diposting Senin, 18 April 2011 jam 7:05 pm oleh Evy Siscawati

Reiki

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Senin, 18 April 2011 -


 

Situs Pusat Latihan Reiki Internasional mengatakan:

“Reiki kuat sekaligus lembut. Dalam sejarah penggunaannya, ia telah membantu penyembuhan segala penyakit dan cedera termasuk yang serius seperti : sklerosis ganda, penyakit jantung dan kanker serta masalah kulit, luka, tulang patah, sakit kepala, pilek, flu, tenggorokan kering, terbakar matahari, kaku, insomnia, impotensi, ingatan lemah, tidak percaya diri, dsb. Ia selalu bermanfaat dan bekerja untuk meningkatkan efektivitas segala tipe terapi lainnya. Latihan ini laksana pancaran bersinar dan memberi banyak manfaat baik bagi klien maupun praktisi, termasuk perubahan menuju tingkat kesadaran dan pengalaman spiritual yang lebih tinggi … Reiki akan meningkatkan hasil semua perawatan medis, mengurangi efek samping negatif, memperpendek masa penyembuhan, mengurangi atau membuang rasa sakit, mengurangi stress dan membantu menciptakan optimisme.”

Walau begitu, Reiki tidak memiliki kredibilitas ilmiah. Ia tidak diterima oleh masyarakat ilmiah dan medis sebagai terapi yang efektif. Studi-studi ilmiah yang menguji keunggulan Reiki saja sedikit, karena penjelasan ilmiah yang masuk akal untuk landasan teorinya sudah begitu buruk. Hal ini karena penjelasan tentang efektivitas Reiki bertopang seluruhnya pada pandangan kalau dunia dipenuhi oleh energi hidup universal (Reiki atau Chi atau prana) yang dapat dimanipulasi oleh pikiran dan keinginan manusia. Praktisi reiki mendaku kalau latihan mereka memungkinkan seseorang menyalurkan energi kehidupan universal yang ada di segalanya. Energi hidup universal ini tidak dikenal dalam sains, karena keberadaan energi demikian tidak pernah diamati dengan perangkat sains paling sensitif sekalipun, apalagi semata oleh manusia. Pembenaran akan terapi ini akibatnya, hanya dapat datang dari sesuatu selain sains.

Dalam pertengahan tahun 1990an, Emily Rosa menunjukkan kalau 21 praktisi terapi sentuh tidak dapat mendeteksi medan energinya. Dalam pengujian, praktisi diminta meletakkan tangan mereka ke permukaan datar, terpisah sekitar satu kaki. Emily lalu mengangkat tangannya, telapak menghadap ke bawah, beberapa inci di atas salah satu tangan subjek. Sebuah papan mencegah subjek melihat tangan Emily dan para praktisi diminta mendeteksi tangan tersebut, apakah di atas tangan kiri atau di atas tangan kanan, dengan kemampuannya. Subjek hanya mampu menjawab benar 122 (44%) dari 280 percobaan, yang bahkan tidak lebih baik dari menebak secara acak (50%).

Setelah Journal of the American Medical Association menerbitkan hasilnya, para pemimpin praktisi terapi sentuh menyanggahnya dengan menyebutnya permainan yang dirancang, namun mereka sendiri tidak mengajukan desain eksperimen alternatif atau ikut serta dalam pengujian sejenis untuk mereka sendiri. Mungkin saja mereka lebih mampu mendeteksi karena mereka adalah para pemimpin.

Tinjauan penelitian yang mendukung reiki yang paling komprehensif dilakukan oleh Edzard Ernst, M.D., Ph.D. dkk di Universitas Exeter. Setelah mempelajari semua studi yang diterbitkan hingga Januari 2008, mereka menyimpulkan kalau sebagian besar dirancang dengan buruk dan bukti yang ada tidak cukup untuk menyarankan bahwa reiki merupakan perawatan yang khusus untuk kondisi apapun.

Dalam sebuah survey nasional di AS, sekitar 0.5% partisipan mengatakan kalau mereka telah memakai terapi penyembuhan energi setahun sebelumnya. Hal ini mencerminkan besarnya investasi ekonomi dalam terapi penyembuhan energi kehidupan, termasuk reiki. Masalahnya, hal ini dapat mengalihkan perhatian masyarakat dari pengobatan sesungguhnya, dan akibatnya menunda perawatan yang dapat berakibat fatal.

Sumber

Stephen Barrett, M.D. August 4, 2009. Reiki Is Nonsense

Referensi lanjut

  1. Barnes PM dkk. Complementary and alternative medicine use among adults and children: United States, 2007. National Health Statistic Reports, No. 12, Dec 1-0, 2008.
  2. Barrett S. Why NCCAM should stop funding reiki research. NCCAM Watch, June 23, 2009.
  3. Committee on Doctrine. Guidelines for evaluating reiki as an alternative therapy. U.S. Conference of Catholic Bishops, March 25, 2009.
  4. International Center for Reiki Training Web site, Experiencing reiki. diakses pada April 18, 2009.
  5. Lee MS dkk. Effects of reiki in clinical practice: A systematic review of randomized clinical trials. International Journal of Clinical Practice 62:947-954, 2008.
  6. Rosa L dkk. A Close Look at Therapeutic Touch. JAMA 279:1005-1010, 1998.
  7. Sarner L. Therapeutic touch: Responses to objections to the JAMA paper. Quackwatch, April 11,1999.

 

 

 

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.