Diposting Senin, 18 April 2011 jam 6:56 pm oleh Evy Siscawati

Bakteri Limbah: Pembangkit Listrik Kecil Alam

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Senin, 18 April 2011 -


 

“Bakteri dari genus Desulfitobacterium mampu menghasilkan listrik secara berkesinambungan dalam tingkat yang dapat digunakan untuk mentenagai alat elektronik kecil. Sejauh bakterinya diberi makan bahan bakar, mereka mampu menghasilkan listrik 24 jam sehari,” kata Charles Miliken, yang melakukan penelitiannya bersama rekannya Harold May.

Tapi apa yang mengagetkan May bukanlah kalau bakteri tersebut dapat menghasilkan listrik; hal ini sudah diketahui sejak tahun 1912. Namun Desulfitobacterium berbeda dari bakteri penghasil listrik sebelumnya. Hingga penemuan May, ahli mikrobiologi menduga kalau hanya bakteri gram negatif, dengan dua selaput sel (dalam dan luar), dapat membuat tegangan, atau beda potensial listrik, di antara kedua selaputnya (protein yang tertempel di selaput luar karenanya mampu menghasilkan arus listrik yang dibangkitkan oleh beda potensial ini). Desulfitobacterium adalah bakteri gram positif, dengan hanya satu selaput sel yang bisa atau tidak bisa tertempel protein. Jadi sang bakteri pasti membuat listriknya dengan cara berbeda; mekanisme ini tetap jadi misteri yang masih dipelajari May.

Bakteri ini paling terkenal atas kemampuan mereka memecah dan menawarkan racun sebagian polutan lingkungan paling problematis, termasuk PCB dan beberapa larutan kimia.

“Teknologi ini dapat digunakan untuk membantu reklamasi air limbah sehingga membuang racun sekaligus membangkitkan listrik.”

Referensi populer

Cracked.com. 2011. A Bacteria That Eats Poison and Makes Electricity

Kessler, R.E. October 2005. Nature’s little power plants. Natural History.

SPX. 8 Juni 2005. Pollution-Eating Bacteria Produce Electricity

Referensi ilmiah

Milliken CE, May HD. 2005. Sustained generation of electricity by the spore-forming, Gram-positive, Desulfitobacterium hafniense strain DCB2. Appl Microbiol Biotechnol. 2007 Jan;73(5):1180-9.

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.