Diposting Sabtu, 16 April 2011 jam 4:34 pm oleh Dianna Firefly

Schizophrenia, lagi!

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Sabtu, 16 April 2011 -


Schizophrenia adalah gangguan otak paling kronis dan melumpuhkan bila dibandingkan dengan beberapa penyakit mental berat lainnya. Tanda-tanda pertama Schizophrenia, yang biasanya muncul pada usia remaja atau dua puluhan dapat membingungkan dan sering mengejutkan untuk keluarga dan teman-teman adalah penderita yang sering berhalusinasi, berdelusi, berpikir teratur, bicara atau perilaku yang tidak biasa, dan menarik diri dari lingkungan sosial sehingga merusak kemampuan untuk berinteraksi dengan orang lain. Kebanyakan orang yang menderita Schizophrenia kronis atau episodik sepanjang hidup mereka akan kehilangan kesempatan untuk berkarir dan memiliki hubungan baik dengan orang lain. Mereka semakin terpuruk oleh kurangnya pemahaman masyarakat tentang penyakit tersebut. Namun, beberapa obat antipsikotik baru yang dikembangkan dalam dekade terakhir yang memiliki efek samping yang lebih sedikit dibandingkan obat terdahulu dalam kombinasi dengan intervensi psikososial telah meningkatkan prospek bagi banyak orang dengan Schizophrenia.

Beberapa Fakta Tentang Schizophrenia

Kebanyakan orang dengan Schizophrenia, sebenarnya tidak melakukan kekerasan terhadap orang lain tetapi diabaikan dan lebih suka dibiarkan sendiri. Penderita Schizophrenia lebih cenderung menyakiti dirinya sendiri. Penyalahgunaan obat atau alkohol meningkatkan risiko kekerasan pada orang dengan Schizophrenia, terutama jika penyakit tersebut tidak diobati, tapi alkohol juga beresiko pada orang yang tidak memiliki penyakit mental.

Hasil Penelitian

Studi terhadap keluarga menunjukkan bahwa kerentanan genetik merupakan faktor risiko untuk Schizophrenia. Seseorang dengan orang tua atau saudara dengan Schizophrenia memiliki resiko kira-kira 10% untuk mengembangkan gangguan ini dibandingkan dengan resiko 1% untuk orang yang tidak memiliki riwayat keluarga yang menderita Schizophrenia. Pada saat yang sama, individu dengan Schizophrenia yang memiliki kembar identik hanya ada 50% kemungkinan bahwa kedua anak kembar tersebut akan terpengaruh penyakit tersebut. Para ilmuwan menyimpulkan bahwa faktor non genetik, seperti stres lingkungan yang mungkin terjadi selama perkembangan janin atau saat kelahiran, juga dapat berkontribusi pada risiko Schizophrenia. Penelitian menunjukkan bahwa Schizophrenia mungkin merupakan gangguan perkembangan yang dihasilkan dari gangguan migrasi neuron di otak selama perkembangan janin. Kemajuan dalam neuroimaging telah menunjukkan bahwa beberapa orang dengan Schizophrenia memiliki kelainan pada struktur otak yang terdiri dari ventrikel membesar, rongga berisi cairan jauh di dalam otak. Schizophrenia dapat muncul pada anak-anak, meskipun sangat jarang.

Selain pengembangan pengobatan baru, NIMH (National Institute of Mental Health) penelitian berfokus pada hubungan antara faktor genetik, perilaku, perkembangan, sosial dan lainnya untuk mengidentifikasi penyebab atau penyebab Schizophrenia. Memanfaatkan teknik-teknik pencitraan semakin tepat, para ilmuwan mempelajari struktur dan fungsi otak hidup. Alat molekuler baru dan analisis statistik modern memungkinkan peneliti untuk meneliti pada gen tertentu yang mempengaruhi perkembangan otak atau sirkuit otak yang terlibat dalam Schizophrenia. Para ilmuwan terus menyelidiki faktor prenatal, termasuk infeksi, yang dapat mempengaruhi perkembangan otak dan memberikan kontribusi bagi pengembangan Schizophrenia.

Pengobatan untuk Schizophrenia

Obat baru untuk Schizophrenia yaitu atypical antipsychotic sangat efektif dalam pengobatan psikosis, termasuk terhadap halusinasi dan delusi penderita, dan juga dapat membantu mengobati gejala berkurangnya motivasi atau ungkapan emosi tumpul. Bukti menunjukkan bahwa pengobatan dini dan berkelanjutan yang melibatkan obat antipsikotik meningkatkan program jangka panjang Schizophrenia. Seiring waktu, banyak orang dengan Schizophrenia mempelajari cara sukses mengatur kondisi dirinya bahkan gejala parah.

Karena Schizophrenia kadang-kadang merusak pemikiran dan kemampuan pemecahan masalah, beberapa orang mungkin tidak mengetahui bahwa mereka sedang sakit sehingga menolak pengobatan. Orang lain atau orang terdekat penderita mungkin akan menghentikan pengobatan karena efek samping obat dan mereka merasa pengobatan tersebut tidak bekerja seperti yang diharapka. Orang dengan Schizophrenia yang berhenti minum obat yang telah disarankan dapat berisiko tinggi untuk kambuh. Hubungan dokter dan pasien yang baik dapat mendukung proses perawatan dan pengobatan pasien karena pasien merasa diterima dan ditangani dengan baik.

Sumber: Institut Kesehatan Nasional (www.nih.gov)

Dianna Firefly
I don't wanna explain who I am. Just a woman who has big dreams. I don't get to choose how i'm going to die, or When. But i can to decide how i'm going to live now. That's why i am Luminous ! Dianna Firefly
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.