Diposting Sabtu, 16 April 2011 jam 4:59 pm oleh Gun HS

Afrika Tempat Kelahiran Bahasa Manusia

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Sabtu, 16 April 2011 -


Para psikolog dari The University of Auckland baru saja mempublikasikan dua studi besar tentang keragaman bahasa di dunia dalam jurnal Science dan Nature.

Penelitian pertama, diterbitkan di Science oleh Dr Quentin Atkinson, memberikan bukti yang kuat bahwa Afrika adalah tempat kelahiran bahasa manusia.

Analisis bahasa dari seluruh dunia menunjukkan bahwa, seperti halnya gen kita, ucapan manusia berasal dari sub-Sahara Afrika. Atkinson mempelajari fonem, atau unit-unit perseptual suara yang membedakan kata-kata, yang digunakan dalam 504 bahasa manusia saat ini dan menemukan bahwa jumlah fonem yang tertinggi adalah di Afrika dan menurun dengan semakin jauh jaraknya dari Afrika.

Fonem paling sedikit ditemukan di Amerika Selatan dan di pulau-pulau tropis di Samudera Pasifik. Pola ini cocok dengan model “efek serial pendiri” di mana populasi kecil di ujung ekspansi semakin kehilangan keragaman. Dr. Atkinson mencatat bahwa pola penggunaan fonem di seluruh dunia mencerminkan pola keragaman genetik manusia, yang juga menurun sebagaimana manusia memperluas jangkauan mereka dari Afrika untuk mendiami daerah lain.

Secara umum, wilayah di dunia yang paling baru didiami lebih sedikit menggabungkan fonem ke dalam bahasa setempat sedangkan daerah yang didiami manusia modern selama ribuan tahun (khususnya sub-Sahara Afrika) masih menggunakan fonem yang paling banyak.

Penurunan dalam penggunaan fonem tidak dapat dijelaskan oleh perubahan demografis atau faktor lokal lainnya, dan ini menyediakan bukti kuat bahwa Afrika merupakan asal bahasa manusia modern – demikian pula mekanisme paralel yang perlahan membentuk keanekaragaman genetik maupun linguistik di antara manusia.

Studi kedua, yang dipublikasikan dalam Nature oleh peneliti dari Universitas Auckland, Profesor Russell Gray, Dr Simon Greenhill beserta rekan-rekan mereka, Michael Dunn dan Stephen Levinson dari Max Planck Institute for Psycholinguistics di Belanda, menantang gagasan bahwa otak manusia memproduksi kaidah universal untuk bahasa.

“Keragaman bahasa di dunia sungguh luar biasa,” kata Profesor Gray. “Ada sekitar 7.000 bahasa yang digunakan saat ini, beberapa di antaranya dengan hanya selusin suara kontrastif, sedangkan yang lain dengan lebih dari 100 kontrastif, beberapa di antaranya dengan pola formasi kata yang kompleks, sedangkan yang lain dengan kata-kata yang sederhana saja, beberapa dengan kata kerja pada awal kalimat, beberapa di tengah, dan beberapa lainnya di akhir.”

“Pekerjaan kami menunjukkan bahwa klaim beberapa ahli bahasa yang telah dibuat untuk peranan struktur bawaan adalah sangat kuat dari pikiran manusia dalam membentuk variasi linguistik telah sangat oversold,” katanya.

Dengan menggunakan metode komputasi yang berasal dari biologi evolusioner, Gray bersama timnya menganalisis pola global evolusi bahasa-teratur. Bukannya pola universal dependensi dalam fitur-fitur bahasa-teratur, mereka justru menemukan bahwa setiap rumpun bahasa memiliki kecenderungan evolusionernya sendiri.

“Ketika hal ini hadir ke evolusi bahasa, budaya mengalahkan kognisi,” ucap Gray.?

Sumber: Ground-breaking discoveries on language evolution; auckland.ac.nz
Kredit: University of Auckland
Jurnal: Q. D. Atkinson. Phonemic Diversity Supports a Serial Founder Effect Model of Language Expansion from Africa. Science, 2011; 332 (6027): 346 DOI: 10.1126/science.1199295
Michael Dunn, Simon J. Greenhill, Stephen C. Levinson, Russell D. Gray. Evolved structure of language shows lineage-specific trends in word-order universals. Nature, 2011; DOI: 10.1038/nature09923

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.