Diposting Jumat, 15 April 2011 jam 11:14 am oleh Gun HS

Studi Bagian Mata Fosil: Dinosaurus Berburu di Malam Hari

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Jumat, 15 April 2011 -


Ada satu hal yang benar dalam film Jurassic Park: Velociraptors berburu di malam hari selagi hewan-hewan besar pemakan tanaman berkeliaran sepanjang hari, demikian menurut sebuah studi terbaru terhadap mata fosil hewan. Studi ini akan dipublikasikan secara online 14 April dalam jurnal Science.

Kesimpulan ini menjungkirbalikkan kebijaksanaan konvensional bahwa dinosaurus aktif pada siang hari selagi mamalia awal bergegas di malam hari, kata Ryosuke Motani, profesor geologi di UC Davis dan rekan-penulis makalah.

“Ini mengejutkan, tapi masuk akal,” kata Motani.

Penelitian ini juga memberi wawasan tentang bagaimana ekologi evolusi mempengaruhi bentuk binatang selama puluhan juta tahun, menurut Motani dan kolaborator Lars Schmitz, seorang peneliti pasca-doktoral di Fakultas Evolusi dan Ekologi UC Davis.

Motani dan Schmitz, seorang mahasiswa pascasarjana Motani, meneliti kebiasaan sehari-hari dinosaurus dengan mempelajari mata mereka.

Dinosaurus, kadal dan burung, semuanya memiliki cincin tulang yang disebut “cincin scleral” di mata mereka, sebuah struktur yang jarang ada pada mamalia dan buaya. Schmitz dan Motani mengukur dimensi bagian dalam dan luar cincin ini, ditambah ukuran rongga mata, pada 33 fosil dinosaurus, leluhur burung dan pterosaurus. Mereka mengambil pengukuran yang sama di 164 spesies hidup.

Binatang yang aktif di siang hari, atau diurnal, memiliki lubang kecil di tengah cincinnya. Pada hewan malam, pembukaannya jauh lebih besar. Hewan Cathemeral – yang aktif pada siang maupun malam – cenderung di antara keduanya.

Ukuran fitur tersebut dipengaruhi lingkungan suatu spesies (ekologi) serta oleh nenek moyang (filogeni). Sebagai contoh, dua binatang yang berelasi erat mungkin memiliki bentuk mata yang sama meskipun ada yang aktif di siang hari dan yang lain pada malam hari: Bentuk mata dibatasi oleh keturunan.

Schmitz dan Motani membuat program komputer untuk memisahkan “sinyal ekologis” dari “sinyal filogenetik”. Hasil analisisnya ada di makalah yang terpisah dan dipublikasikan secara bersamaan dalam jurnal Evolution.

Dengan mengamati 164 spesies hidup, tim UC Davis bisa mengkonfirmasi bahwa pengukuran mata cukup akurat dalam memprediksi apakah hewan aktif pada siang hari, malam atau keduanya.

Mereka kemudian menerapkan teknik ini pada fosil dinosaurus pemakan tumbuhan dan karnivora, reptil terbang yang disebut pterosaurus, dan leluhur burung.

Pengukuran menunjukkan bahwa dinosaurus besar pemakan tanaman aktif pada siang dan malam hari, mungkin karena mereka harus makan dalam sebagian besar waktu, kecuali pada jam-jam terpanas di siang hari ketika mereka perlu untuk menghindari pemanasan yang berlebihan. Herbivora besar modern seperti gajah menunjukkan pola kegiatan yang sama, kata Motani.

Velociraptors dan karnivora kecil lainnya adalah pemburu malam. Para peneliti tidak mampu mempelajari karnivora besar seperti Tyrannosaurus rex, karena tidak ada fosilnya dengan cincin scleral yang cukup terawat baik.

Makhluk terbang, termasuk burung awal dan pterosaurus, sebagian besar aktif di siang hari, meskipun beberapa pterosaurus – termasuk hewan penyaring-makanan yang hidup seperti bebek, dan pterosaurus pemakan ikan – tampaknya aktif di malam hari.

Kemampuan memilah pengaruh keturunan ini memberikan pada para peneliti alat baru untuk memahami bagaimana hewan hidup di lingkungan mereka dan bagaimana perubahan dalam lingkungan mempengaruhi evolusi mereka selama jutaan tahun, kata Motani.

Pekerjaan ini didanai National Science Foundation dan beasiswa pasca-doktoral dari Forschungsgemeinschaft Deutsche (Jerman) untuk Schmitz.

Sumber: The eyes have it: Some dinosaurs were nocturnal; news.ucdavis.edu
Kredit: University of California – Davis
Jurnal: Lars Schmitz, Ryosuke Motani. Nocturnality in Dinosaurs Inferred from Scleral Ring and Orbit Morphology. Science, 14 April 2011 DOI: 10.1126/science.1200043

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.