Persamaan dan Perbedaan Manusia dengan Primata Lainnya
Suka dengan artikel ini?
Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh. Login
Jumat, 15 April 2011 - Secara biologis, manusia adalah anggota ordo Primata. Kelompok besar ini terdiri dari prosimian, monyet, kera dan manusia. Walaupun mereka berbeda satu sama lainnya,semua primata memiliki kesamaan yang membuat kita, sebagai sebuah kelompok, berbeda dari hewan lainnya.
Persamaan Manusia dengan Primata lainnya
Otak
Otak primata terhitung besar relatif dengan ukuran tubuhnya, sebagian karena ketergantungannya yang erat pada perilaku yang fleksibel dan dipelajari. Berbeda dengan hewan lainnya, primata butuh waktu lama untuk tumbuh menjadi dewasa.
Mata
Seperti pada banyak predator, primata memiliki kedua mata yang berada di depan kepalanya. Masing-masing bidang penglihatan mata saling tindih satu sama lain, menghasilkan pandangan tiga dimensi. Pandangan tiga dimensi ini membantu primata menangkap mangsa atau melompat ke cabang pohon yang tinggi di atas tanah.
Hidung
Primata tidak terlalu bertopang pada penciuman seperti hewan lainnya. Sebaliknya, mereka sangat bergantung pada indera penglihatan. Atas alasan ini, primata tidak memiliki moncong atau memiliki moncong yang sangat pendek serta memiliki hidung yang kecil. Perubahan ini juga tampak pada ukuran daerah penciuman dan penglihatan di otak.
Gigi
Primata memiliki gerigi yang bentuknya berbeda-beda yang memungkinkan mereka memakan beraneka ragam makanan: getah, daun, buah, akar, ubi, kacang, serangga dan daging.
Klavikel
Primata melestarikan tulang klavikel (tulang dasi) yang telah hilang pada sebagian mamalia lainnya. Sebagian besar hewan, seperti anjing dan kucing, menggerakkan tangan dan kakinya dalam arah maju mundur. Sebaliknya, primata lebih sering mengayunkan tangannya ke samping kiri kanan, seperti saat memanjat pohon. Klavikel bertindak sebagai topangan untuk menstabilkan bahu sehingga gaya samping tidak merusaknya.
Tangan
Sebagian besar primata memiliki kuku atau cakar di jari tangan dan kaki. Mereka juga memiliki alur di bantalan sentuhnya (sidik jari). Alur ini memberikan gesekan yang lebih baik pada jari kaki dan tangan saat berpegangan pada dahan atau memegang makanan.
Ibu Jari
Primata memiliki ibu jari tangan dan kaki yang berlawanan, yang berarti mereka dapat menggenggam dengan tangan dan kaki. Manusia telah kehilangan kemampuan menggenggam dengan kaki karena kendala bipedalisme. Sebagian besar primata, walau begitu, termasuk manusia, dapat menyentuhkan ibu jarinya dengan jari depan – sebuah posisi presisi yang memungkinkan mereka mengambil benda kecil seperti benih rumput.
Perbedaan manusia dan primata lainnya
Manusia secara anatomi sama dengan primata lainnya, dalam banyak hal, namun ada beberapa perbedaan penting. Sebagian besar perbedaan ini hanya semata derajat. Sebagian besar primata dapat membuat genggaman yang kuat dengan mempertemukan ibu jari dan jari depannya; manusia juga dapat melakukannya tapi dengan presisi dan kelincahan yang lebih baik. Primata memiliki otak yang rumit dan kemampuan berkomunikasi, namun manusia memiliki otak yang lebih rumit lagi dan terorganisasi untuk menggunakan bahasa.
Bipedalisme juga membedakan manusia dari primata lainnya. Perubahan dalam bentuk berjalan ini berpengaruh besar pada evolusi manusia karena ia memungkinkan leluhur kita membawa makanan ke tempat yang lebih aman untuk dimakan. Bipedalisme juga membuat perjalanan jarak jauh menjadi lebih efisien; dan ia juga membebaskan tangan untuk membuat dan menggunakan perkakas.
Sumber
Donald Johansson. Becoming Human
- Urutan Genom Coelacanth Menginformasikan Evolusi Vertebrata Darat
- Misi Kepler NASA: Tiga Planet Berukuran Super-Bumi Ditemukan Dalam Zona Layak Huni
- Teknik Ultra-cepat Menyingkap Prinsip-prinsip Perancangan dalam Biologi Kuantum
- Studi Telur Mengungkap Eratnya Hubungan Evolusi Antara Burung dan Dinosaurus
- Ilmuwan Membentuk Sel-sel Saraf Baru – Langsung di Dalam Otak
- Ilmuwan Temukan Kemungkinan untuk Menciptakan Bahan Bakar dari Karbon Dioksida di Atmosfer
- Metascreen Ultra-tipis: Setahap Mewujudkan Mantel Tembus Pandang ala Harry Potter
- Kehadiran Manusia di Kepulauan Pasifik Sebabkan Kepunahan Massal Burung
- Kehidupan Ditemukan Dalam Ekosistem Terluas di Bumi, Jauh di Kedalaman Kerak Samudera
- Ilmuwan Menghidupkan Kembali Embrio Katak yang Telah Punah


