Diposting Jumat, 15 April 2011 jam 7:14 pm oleh Evy Siscawati

Ilmuan Palestina, Israel dan Yordania bekerjasama menghidupkan Laut Mati

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Jumat, 15 April 2011 -


 

Laut Mati menjadi surut terutama karena aliran masuk dari Sungai Jordan di utaranya yang menurun dari 1300 juta meter kubik per tahun menjadi hanya 30 juta kubik per tahun. Sebagai akibatnya, penguapan di laut kehabisan pasokan air bersih; cuping selatan danaupun menghilang.

Tanah amblas di sekitar laut mati dapat berukuran lebar 25 meter dan dalam 15 meter. Lebih berbahayanya lagi, tanah yang amblas ini dapat terjadi tiba-tiba, menelan apa saja yang ada di atasnya, seperti pejalan kaki dan bahkan bangunan dan jalan raya.

Menurunnya aliran masuk dari Sungai Jordan pada gilirannya disebabkan oleh pompa-pompa di Israel, Yordania, Suriah dan Libanon yang mengambil air untuk pertanian atau kebutuhan rumah tangga sehari-hari; beberapa pipapun mulai tak berfungsi ketika sungai mulai mengering.

 

Endapan Garam yang terangkat ke permukaan Laut Mati

Laut Mati merupakan sumberdaya almiah dan kultural bagi tiga negara yang bertepian dengannya : Israel, Yordania dan Palestina. Para ilmuan dari ketiga negara saat ini sedang mengajukan sebuah sistem penyangga raksasa yang dapat mengisi kembali Laut Mati dengan air dari Laut Merah di selatannya. Para ilmuan ini menguji bagaimana air yang bercampur mempengaruhi kimia dan biologi danau atau apakah masuknya air dapat membuat danau ini berubah merah. Sementara itu, para politikus berdebat seberapa banyak dana yang harus disumbangkan negaranya pada proyek senilai 10 miliar dolar AS ini. Sebaliknya, para pecinta lingkungan hidup berjuang menentang proyek ini. Di sisi lain, negara-negara yang memiliki danau air asin sejenis seperti Amerika Serikat, Rusia dan negara-negara Asia Tengah dan Kaukasus yang memiliki Laut Aral, Laut Kaspia dan Danau Garam Besar Utah, mengawasi dan siap mengambil pelajaran yang dapat mereka terapkan di wilayahnya.

Menyelamatkan Laut Mati ada banyak manfaatnya. Bagi masyarakat, mereka akan lebih terjamin air bersih dan irigasinya. Di sepanjang sabuk dari Laut Merah ke Laut Mati akan dipasang instalasi desalinasi yang mengambil komponen air tawar dari air laut merah yang dikirim ke Laut Mati. Air tawar ini kemudian disalurkan ke berbagai lokasi yang membutuhkan. Masyarakat tidak lagi perlu khawatir air Sungai Jordan mengering.

Bagi sains, ahli biologi baru saja menemukan sejenis metabolisme baru dalam mikroorganisme di air ini. Para ilmuan telah berhasil mentransplantasi gen dari jamur lokal yang unik kedalam strain ragi yang menunjukkan kekebalan pada stress air asin, panas dan oksidasi. Gen ini dapat membantu tanaman tumbuh di tanah asin yang saat ini masih tidak dapat ditanami. Jika proyek biologi ini berhasil, akan ada jutaan orang yang mendapat keamanan pangan di berbagai belahan dunia dimana lahan asin berada.

 

Tanah Amblas menelan jalan raya dan bangunan di dekat laut mati

Sumber

Haddock, E. 2011. Can the Dead Sea Live? Scientific American, April 2011, pp.60-65

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.