Diposting Jumat, 15 April 2011 jam 6:48 pm oleh Evy Siscawati

Bagaimana Ilmuan Merekonstruksi Lingkungan Purba

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Jumat, 15 April 2011 -


 

Hewan adalah sumber informasi yang baik mengenai lingkungan masa lalu. Studi pada anatomi mereka mengungkapkan apakah mereka pemakan rumput atau buah. Informasi ini dapat membantu merekonstruksi lingkungan. Isotop karbon 13 dalam gigi hewan juga memberi petunjuk mengenai apa yang dimakan sang hewan.

Tanaman digolongkan pada dua tipe yang berbeda secara kimia: tipe C3 dan tipe C4. Tanaman tipe C3 termasuklah pohon, perdu dan tanaman berkayu lainnya; tanaman C4 sebagian besar rerumputan. Karena tanaman C3 mengandung lebih sedikit isotop karbon 13 daripada tanaman C4, para peneliti dapat mengukur rasio karbon-12 terhadap karbon-13 dalam gigi hewan. Tingginya level karbon-13 menunjukkan kalau hewan ini memakan rumput – atau memakan hewan lain yang memakan rumput.

Karena tanaman lebih jarang menjadi fosil ketimbang hewan, kehidupan tanaman prasejarah lebih sulit di rekonstruksi. Untungnya, hal yang sama tidak berlaku pada serbuk sari tanaman, yang sering terjebak dalam tanah dan terlestarikan selama berjuta tahun. Studi serbuk sari yang memfosil disebut palinologi. Karena tiap tanaman memiliki serbuk sari yang unik bentuknya, tanaman purba dapat ditentukan dari fosil serbuk sarinya. Tanaman yang memang memfosil disebut fitolit; cetakan bentuk daun atau batang juga sering ditemukan.

Perubahan iklim purba dapat ditentukan dengan memeriksa isotop oksigen. Oksigen 16 menguap dengan mudah dari samudera dan masuk ke dalam es glasial; ketika es glasial meleleh, isotop ini kembali ke samudera. Oksigen 18 lebih berat dan cenderung tetap berada di samudera. Foraminifera, protozoa laut yang hidup di samudera, memakan oksigen apapun yang ada di sekitarnya kedalam selnya. Pada saat dingin, cangkang foraminifera mengandung lebih banyak oksigen 18; pada saat hangat, mereka mengandung lebih banyak oksigen 16.

Australopithecus africanus di sabana afrika

Bukti geologi juga berperan penting dalam mempelajari lingkungan masa lalu. Perekaman stratigrafi atau pelapisan, dari endapan danau dan sungai membantu para peneliti melacak perubahan seiring waktu pada tanaman, hewan dan sumber air setempat. Tampilan permukaan seperti bentuk daratan dan pola erosi dapat mengungkapkan keberadaan air di masa lalu. Variasi dalam bahan organis yang ada dalam tanah menyediakan informasi mengenai iklim prasejarah. Dan akhirnya, peristiwa prasejarah besar seperti aktivitas vulkanis merupakan indikator perubahan iklim besar-besaran, baik lokal maupun global.

Referensi

Donald Johansson. Becoming Human

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.