Diposting Jumat, 15 April 2011 jam 6:53 pm oleh Evy Siscawati

Bagaimana Ilmuan Mengidentifikasi Fosil Manusia Purba

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Jumat, 15 April 2011 -


 

Sebagai ilustrasi bagaimana ilmuan mengidentifikasikan fosil manusia purba kita akan mengambil contoh kerangka yang ditemukan di dekat Danau Turkana di Kenya.

Spesies Apakah Dia?

Setiap spesies memiliki pola tampilan diagnostik yang unik. Para peneliti mencari pola ini ketika mereka mengidentifikasi spesies sebuah fosil. Tampilan anatomi dari gigi, tengkorak dan kerangka adalah yang paling kritis untuk menentukan manusia purba. Para peneliti membandingkan tiap spesimen baru dengan koleksi referensi besar dari banyak spesies untuk menentukan termasuk spesies apakah dia. Individu dalam contoh kita adalah anggota dari spesies Homo erectus. Spesies ini memiliki ukuran otak dari 750 hingga 1250 cc (centimeter cubik), tengkorak yang rendah, tonjolan alis mirip landasan, duri vertebral panjang dan proporsi tubuh modern.

Seberapa Tuakah Dia?

Usia saat wafat sering ditentukan dari tulang dan gigi. Gigi menonjol keluar gusi anak dalam urutan yang spesifik dan pada usia tertentu. Tulang tangan, kaki, lengan dan betis juga tumbuh di daerah yang menyatu saat anak-anak dalam usia tertentu. Memperkirakan usia dewasa lebih sulit. Teknik yang ada antara lain menghitung jumlah kerusakan gigi dan perubahan permukaan pubic symphysis. Individu Turkana mungkin berusia sekitar 9 atau 10 tahun saat wafat, karena gigi geraham bungsunya belum muncul.

Apakah ia Laki-laki atau Perempuan?

Seperti sebagian besar spesies, primata bersifat dimorfik secara seksual. Kerangka laki-laki dan perempuan berbeda dengan nyata: secara umum, laki-laki lebih besar dan lebih tegar daripada perempuan. Ukuran tempelan otot pada tulang membantu menentukan derajat ketegaran. Pada banyak spesies, bukti terbaik dimorfisme seksual adalah tulang paha, karena perempuan memiliki spesialisasi untuk melahirkan. Tulang paha perempuan secara umum lebih lebar dan memiliki notch skiatik besar yang lebih lebar. Karena ukuran dan bentuk tulang paha, ilmuan dapat menyimpulkan kalau individu kita adalah laki-laki.

Apa Makanan Orang itu?

Makanan dapat ditentukan lewat banyak bukti di kerangka. Goresan dan ceruk mikroskopis di enamel gigi dapat menunjukkan tipe makanan yang dimakan. Analisis kimia pada rasio unsur jejak dalam tulang manusia mengungkapkan keseimbangan makanan tanaman dan daging dalam makanan leluhur kita. Cetakan penempelan otot, masih terlihat pada tulang fosil, juga membantu menentukan apa yang dimakan leluhur kita. Australopitecus yang tegar memiliki gigi geraham yang sangat besar dan rahang yang tebal untuk memakan makanan keras. Bocah Turkana memiliki gigi yang lebih kecil, menunjukkan kalau makanannya lebih lembut, termasuklah daging.

Bagaimana Ukuran Tubuhnya?

Para peneliti memperkirakan ukuran tubuh dengan memeriksa tulang penopang berat. Karena bentuk laki-laki dan perempuan berbeda, sangat membantu mengetahui jenis kelamin spesimen sebelum merekonstruksi ukuran tubuhnya. Para ilmuan bertopang pada jangkauan populasi yang ditarik dari sejumlah besar koleksi referensi dari banyak spesies. Hubungan antara pengukuran anatomis tertentu dan ukuran tubuh dapat ditentukan lewat rumus-rumus matematika yang dapat diterapkan pada fosil untuk merekonstruksi postur dan berat. Bocah Turkana tingginya sekitar 165 cm ketika wafat, dan mungkin dapat mencapai dua meter saat dewasa.

Apakah Orang ini Sehat?

Kerangka dapat memberi bukti banyak penyakit dan trauma fisik, termasuk retak, pergeseran, potongan dan pukulan keras di kepala. Kondisi degeneratif seperti arthritis telah ditemukan pada Neanderthal dan manusia modern. Gigi dan tulang dapat memberi bukti anemia defisiensi besi dan defisiensi makanan lainnya. Tulang dan gigi dapat melestarikan bukti infeksi yang disebabkan tumor, bakteri, parasit, jamur dan virus. Para ilmuan yakin kalau bocah Turkana wafat karena infeksi yang disebabkan oleh pelepasan salah satu gigi utamanya.

Sumber :

Donald Johansson. Becoming Human

 

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.