Diposting Kamis, 14 April 2011 jam 9:19 pm oleh Gun HS

Mekanisme Memori Jangka Panjang Teridentifikasi

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Kamis, 14 April 2011 -


Dengan menggunakan teknologi pencitraan yang canggih, para ilmuwan dari kampus Florida The Scripps Research Institute telah mengidentifikasi perubahan pada arus kimiawi menjadi satu set spesifik neuron pada lalat buah yang penting untuk memori jangka panjang.

Studi ini dipublikasikan dalam The Journal of Neuroscience edisi 13 April 2011.

“Dalam meneliti pembelajaran dan penyimpanan memori jangka panjang lalat buah, kami mengamati peningkatan arus kalsium ke dalam satu set spesifik neuron otak pada lalat buah normal yang tidak terjadi pada 26 mutan berbeda yang diketahui mengalami kerusakan memori jangka panjang,” kata Ron Davis, ketua Scripps Research Departemen Neuroscience, yang memimpin penelitian. “Kesimpulan logis ini adalah bahwa peningkatan tersebut, yang kami sebut jejak memori, adalah komponen tanda alam memori jangka panjang.”

Jejak memori adalah meningkatnya arus kalsium ke dalam satu set neuron setelah memori jangka panjang terbentuk di bagian otak serangga yang dikenal sebagai badan jamur, sepasang lobus besar untuk memediasi pembelajaran dan memori, terutama memori bebauan. Mereka telah dibandingkan dengan hipokampus, sebuah situs pembentukan memori pada manusia.

Peningkatan masuknya kalsium juga terjadi pada pembelajaran oleh model binatang lain, dan tampaknya sangat mungkin terdapat kolerasi yang sama pada manusia.

Mengukur Jejak Memori

Untuk mengukur perubahan neuron Drosophila, Davis bersama rekan-rekannya menggunakan pencitraan optik fungsional, sebuah teknologi canggih di mana laboratoriumnya membantu merintisnya untuk studi pembelajaran dan memori. Dengan menggunakan sensor protein yang menjadi fluorescent ketika tingkat kalsiumnya meningkat, tim riset mampu menyoroti perubahan tingkat masuknya kalsium ke dalam neuron tubuh jamur dalam menanggapi pembelajaran bebauan. Jejak memori yang teramati ini terjadi secara paralel dengan perubahan perilaku.

Menariknya, jejak memori ini hanya terjadi dengan spasi pengkondisian – di mana serangga menerima beberapa episode pembelajaran namun dengan waktu istirahat di antara setiap episode. Spasi pengkondisian diperlukan untuk memori jangka panjang terbentuk.

Dalam studi awal Desember lalu, yang diterbitkan juga dalam The Journal of Neuroscience, Davis tidak hanya menemukan bahwa buah lalat yang menerima spasi pengkondisian memperlihatkan jejak memori jangka panjang, namun juga memori mereka berlangsung antara empat dan tujuh hari. Pada lalat yang diberi satu episode pembelajaran, pembentukan memori hanya berlangsung sehari dan jejak memori jangka panjang gagal terbentuk. Kedua penelitian ini adalah yang terbaru dalam serangkaian enam studi pada topik, termasuk yang dipublikasikan dalam jurnal Neuron di tahun 2004 dan 2006, Cell di tahun 2005, dan Nature Neuroscience di tahun 2008. Davis meninjau semua studi tentang jejak memori dalam edisi terbaru Neuron.

“Fenomena spasi pengkondisian terkonservasi di semua spesies,” kata Davis. “Tidak ada yang benar-benar tahu mengapa hal itu penting untuk pembentukan memori jangka panjang namun tampaknya terdapat sesuatu yang ajaib tentang periode istirahat selama pembelajaran.”

Penelitian ini didukung oleh National Institutes of Health.

Sumber: Scripps Research Scientists Identify Mechanism of Long-Term Memory; scripps.edu
Kredit:
Scripps Research Institute
Jurnal: David-Benjamin G. Akalal, Dinghui Yu and Ronald L. Davis. The Long-Term Memory Trace Formed in the Drosophila a/ß Mushroom Body Neurons Is Abolished in Long-Term Memory Mutants. The Journal of Neuroscience, 13 April 2011, 31(15):5643-5647 DOI: 10.1523/JNEUROSCI.3190-10.2011

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.