Diposting Kamis, 14 April 2011 jam 6:35 pm oleh Evy Siscawati

Malaysia berhasil Memecahkan Genom Karet

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Kamis, 14 April 2011 -


 

Karet merupakan tanaman keras paling penting kedua di Malaysia setelah sawit yang menyumbang industri multi miliar dollar. Wajar jika Malaysia sangat ambisius untuk melakukan pembarisan genom tanaman ini.

USM menjadi universitas pertama di dunia yang menghasilkan draft genom 2 miliar basa dari pohon karet Hevea brasiliensis. Pembarisan sebelumnya pada pohon sawit telah menghasilkan tanaman sawit dengan kemampuan produksi tiga kali lipat kelapa sawit biasa, entah potensi apa yang bisa diperoleh dengan genom pohon karet.

Ini merupakan hal yang patut ditiru oleh bangsa Indonesia. Ketimbang kita menebang hutan dan melepaskan CO2 dari lahan gambut, lebih baik kita berinvestasi pada bioteknologi. Dengan cara ini, dengan lahan yang ada kita tetap bisa menyelamatkan spesies yang semakin langka.

Malaysia memang terpaksa melakukan hal ini karena luas wilayahnya yang terbatas dan tenaga kerja yang sulit. Walau begitu, paksaan fisik ini berhasil menjadikan mereka memegang kunci kekuasaan rekayasa genetika dari pohon paling berharga di negaranya.

Memang bioteknologi butuh sumberdaya yang besar. Walau pun Indonesia punya banyak sekali fakultas pertanian yang tersebar dari Sabang hingga Merauke, dapat dihitung jari jumlah laboratorium atau pakar pertanian yang mampu menyandikan genom. Lebih parah lagi, konsentrasi para pakar ini justru di daerah yang jauh dari lapangan. Seandainya IPB berada di tengah-tengah perkebunan sawit di pedalaman Kalimantan  misalnya, mungkin pertanian kita akan lebih baik.

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.