Diposting Kamis, 14 April 2011 jam 6:19 pm oleh Evy Siscawati

Bahasa

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Kamis, 14 April 2011 -


 

Bahasa itu seperti rumah besar yang harus dipugar oleh tiap orang yang ingin tinggal di dalamnya, sementara penghuni lama masih tinggal di sana. Konstruksi terus terjadi, namun hanya setelah berabad-abad barulah kita dapat melihat renovasi dasar telah terjadi. Sebagai contoh, bahasa Arab semenjak muncul pertamanya pada  800 SM sekarang telah menjadi 18 dialek, dan satu diantaranya, bahasa Malta, berdiri sebagai bahasa sendiri.

Bahasa juga berevolusi, seperti kebudayaan manusia lainnya. Para ilmuan dari Universitas Reading menemukan kalau perubahan dan evolusi bahasa terjadi dengan letupan yang cepat bukannya dalam pola yang tetap. Penelitian ini memeriksa ribuan tahun evolusi bahasa dan melihat bagaimana bahasa membelah dan berevolusi. Telah diduga lama kalau bahasa berevolusi dengan cepat karena keinginan memiliki identitas sosial yang berbeda. Contoh evolusi bahasa adalah bagaimana bahasa Arab berasal dari bahasa Hasaea dengan leluhur abjad Nabatea, yang pada gilirannya memiliki leluhur Aramaik.

Kita tidak tahu mengenai bahasa tertua di dunia, karena pada dasarnya bahasa datang sebelum adanya tulisan. Bahasa Albania juga sangat tua karena walau baru berada dalam bentuk tertulis di abad ke-15 Masehi tapi setidaknya sudah ada pada abad ke-1 SM. Bahasa Basque juga diduga sangat tua karena terdapat catatan kalau ia sudah ada pada abad ke-2 SM.

Jika kita membatasi hanya pada tulisan tertua, Sumeria dan Mesir dapat dipandang sebagai bahasa tertua (3200 SM) di dunia. Namun bahasa Sumeria dan Mesir telah punah, jika kita menilai dari bahasa yang masih ada, maka pemenangnya mungkin bahasa China yang berusia 1500 tahun. Bahasa Yunani memang lebih tua, berasal dari 1500 SM dan walau begitu, jika orang yunani 1500 SM datang ke yunani tahun 500 SM, ia tidak akan mengerti bahasanya.

Sebagian besar ahli linguistik berasumsi kalau kemampuan berbahasa penuh pada manusia telah berevolusi 100 ribu tahun yang lalu. Inilah saat manusia modern (homo sapiens sapiens) berevolusi di Afrika dengan bentuk tengkorak modern (menunjukkan fungsi otak modern) dan saluran vokal modern yang memungkinkan mereka mengartikulasikan semua suara yang ditemukan dalam bahasa modern. Sebagian ahli antropologi berspekulasi kalau bahasa atau bagian dari kemampuan berbahasa dapat berkembang lebih awal, namun belum ada konsensus diantara mereka.

 

Referensi

“A History of the Arabic Language”. Linguistics.byu.edu.

Atkinson, Q. D., Meade, A., Venditti, C., Greenhill, S. J. & Pagel, M. Science 319, 588 (2008).

Kiparsky, P. 2010. Dvandvas, Blocking, and the Associative: The Bumpy Ride from Phrase to Word. Language, June 2010.

Pyatt, E. What is the “oldest language”? Ask a Linguist.

Versteegh, Kees (1997), The Arabic Language, Edinburgh University Press

 

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.