Diposting Minggu, 10 April 2011 jam 1:21 pm oleh Gun HS

‘Membaca Pikiran’: Teknik Otak Berbicara pada Komputer

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Minggu, 10 April 2011 -


Tindakan membaca pikiran adalah sesuatu yang biasanya digunakan untuk film fiksi ilmiah, namun para peneliti di Amerika telah menggunakan teknik yang biasanya berhubungan dengan pengidentifikasian epilepsi, untuk pertama kalinya menunjukkan bahwa sebuah komputer dapat mendengarkan pikiran kita.

Dalam sebuah studi terbaru, para ilmuwan dari Washington University menunjukkan bahwa manusia dapat mengontrol kursor pada layar komputer dengan menggunakan kata-kata yang diucapkan dengan keras maupun yang di dalam kepala mereka, memegang aplikasi besar bagi pasien yang mungkin telah kehilangan suara akibat cedera otak atau pasien yang cacat dengan gerakan terbatas.

Dengan langsung menghubungkan otak pasien ke komputer, para peneliti menunjukkan bahwa komputer dapat dikontrol dengan akurasi hingga mencapai 90% sekalipun sebelumnya tidak ada pelatihan yang diberikan.

Pasien dengan bedah implan sementara telah menggunakan wilayah otak yang mengontrol suara “berbicara” ke komputer untuk pertama kalinya, memanipulasi kursor pada layar komputer hanya dengan mengatakan atau memikirkan suara tertentu.

“Ada banyak arah yang bisa kita ambil dari sini, termasuk perkembangan teknologi untuk memulihkan komunikasi bagi pasien yang telah kehilangan suara karena cedera otak atau kerusakan pada pita suara maupun saluran pernafasan,” kata penulis Eric C. Leuthardt, MD, dari Washington University School of Medicine di St Louis.

Para ilmuwan telah memprogram implan sementara, yang dikenal sebagai interface komputer-otak, untuk mendeteksi aktivitas dalam jaringan motor otak, yang mengendalikan gerakan otot.

“Itu masuk akal ketika Anda mencoba menggunakan perangkat ini untuk mengembalikan mobilitas yang hilang – pengguna secara potensial dapat melibatkan implan untuk menggerakkan lengan robot melalui area otak yang sama dengan yang pernah ia gunakan untuk menggerakkan lengan yang lumpuh akibat cedera,” kata Leuthardt, asisten profesor bedah saraf, teknik biomedis dan neurobiologi, “Namun itu berpotensi menjadi tidak efisien bagi pemulihan kehilangan komunikasi.”

Pasien mungkin bisa belajar membayangkan menggerakkan tangan mereka dengan cara tertentu untuk menyapa melalui speaker komputer, jelas Leuthardt. Namun akan jauh lebih mudah jika mereka bisa menyapa dengan menggunakan wilayah otak yang sama dengan yang pernah mereka libatkan untuk menggunakan suara mereka sendiri.

Penelitian ini muncul dalam The Journal of Neural Engineering, 7 April.

Perangkat yang diteliti ini sementara dipasang langsung pada permukaan otak pasien epilepsi. Ahli bedah seperti Leuthardt menggunakannya untuk mengidentifikasi sumber kejang-kejang yang resisten terhadap pengobatan dan pemetaan wilayah-wilayah untuk operasi pengangkatan. Para peneliti berharap suatu saat bisa melakukan pemasangan implan secara permanen untuk mengembalikan kemampuan yang hilang akibat cedera dan penyakit.

Leuthardt beserta para koleganya baru-baru ini mengungkapkan bahwa implan ini bisa digunakan untuk menganalisa frekuensi aktivitas gelombang otak, yang memungkinkan mereka membuat perbedaan yang lebih baik tentang apa yang dikerjakan otak. Untuk studi terbaru, Leuthardt dan lain-lain menerapkan teknik ini untuk mendeteksi pasien yang mengatakan atau memikirkan empat suara:

Saat para ilmuwan mengidentifikasi pola gelombang otak yang mewakili suara-suara tersebut dan memprogram interface untuk mengenali mereka, pasien secara cepat bisa belajar mengendalikan kursor komputer dengan berpikir atau mengatakan suara yang sesuai.

Di masa depan, interface ini bisa disetel untuk mendengarkan hanya jaringan perbincangan atau jaringan motor sekaligus suara, kata Leuthardt. Sebagai contoh, ia mengatakan bahwa suatu saat adalah mungkin untuk membiarkan seorang pasien cacat menggunakan wilayah motor-nya untuk mengendalikan kursor pada layar komputer dan berkata dalam hati “klik” ketika ia ingin mengklik pada layar.

“Kami bisa membedakan suara lisan maupun suara dalam hati pasien, sehingga itu artinya kami benar-benar mulai membaca bahasa pikiran,” katanya. “Ini adalah salah satu contoh awal, pada tingkat yang sangat, sangat kecil, dari apa yang disebut sebagai ‘membaca pikiran’ – mendeteksi apa yang dikatakan orang kepada diri mereka dalam dialog internal mereka sendiri.”

“Kami ingin melihat apakah kami mampu mendeteksi tidak hanya ketika Anda mengatakan anjing, pohon, alat atau beberapa kata lainnya, namun juga mempelajari gagasan murni apa yang terlihat dalam pikiran Anda,” katanya. “Ini menarik dan sedikit menakutkan untuk memikirkan membaca pikiran, namun memiliki potensi luar biasa bagi orang yang tidak dapat berkomunikasi atau menderita cacat lainnya.”

Langkah berikutnya, yang Leuthardt dan koleganya sedang kerjakan, adalah menemukan cara untuk membedakan apa yang mereka sebut sebagai “tingkat informasi konseptual yang lebih tinggi”.

Studi ini mengidentifikasi bahwa intensi suara bisa diperoleh melalui suatu situs yang lebarnya kurang dari satu sentimeter, yang hanya akan memerlukan penyisipan kecil ke otak. Hal ini akan sangat mengurangi risiko prosedur bedah.

Sumber: Technique for letting brain talk to computers now tunes in speech (news.wustl.edu)
Kredit: Washington University School of Medicine
Referensi Jurnal: Eric C. Leuthardt, Charles Gaona, Mohit Sharma, Nicholas Szrama, Jarod Roland, Zac Freudenberg, Jamie Solis, Jonathan Breshears, Gerwin Schalk. Using the electrocorticographic speech network to control a brain–computer interface in humans. Journal of Neural Engineering, 2011; DOI: 10.1088/1741-2560/8/3/036004

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.