Diposting Minggu, 10 April 2011 jam 4:05 am oleh Gun HS

Melalui Evolusi, Ikan Gua Kekurangan Tidur

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Minggu, 10 April 2011 -


Kehidupan di gua diketahui mendukung evolusi berbagai sifat, termasuk kebutaan dan kehilangan mata, kehilangan pigmentasi, serta perubahan dalam metabolisme dan perilaku makan. Sekarang, para peneliti telah menambahkan sulit tidur ke dalam daftar tersebut.

Ikan gua secara signifikan kurang tidur dibandingkan rekan-rekan mereka yang hidup di permukaan, demikian hasil temuan para ahli biologi dari New York University yang mengungkapkan gen yang terlibat dalam pola dan gangguan tidur. Studi mereka, yang muncul dalam jurnal Current Biology, dapat menjelaskan bagaimana genetik berkontribusi terhadap variasi dan gangguan tidur pada manusia.

Penulis penelitian adalah Erik Duboué, seorang mahasiswa pascasarjana NYU, Alex Keene, seorang rekan pasca-doktoral NYU, dan Richard Borowsky, seorang profesor di Fakultas Biologi NYU.

Mereka memeriksa ikan permukaan spesies Astyanax mexicanus dan populasi ikan di tiga gua, Pachon, Tinaja dan Molino, kesemuanya menghuni timur laut Meksiko. Selagi ikan permukaan dan ikan gua memiliki penampilan fisik yang berbeda dan perilaku – atau fenotipe – yang dibawa melalui perubahan evolusi, para peneliti berusaha menentukan apakah pola tidur ikan gua juga berubah akibat beradaptasi dengan kehidupan di gua.

Untuk melakukannya, mereka meneliti pola tidur ikan permukaan maupun ikan gua dengan menggunakan dua metode. Yang pertama, mereka memutuskan bahwa ikan yang tidak aktif selama 60 detik atau lebih adalah sedang tidur. Kesimpulan ini telah dikonfirmasi dengan menekan pada tangki – ikan tidak aktif untuk jangka waktu yang lambat untuk merespon tekanan tersebut, sebuah perilaku yang konsisten dengan terbangun dari tidur. Yang kedua, para peneliti mengurangi tidur ikan sebagai cara merangsang perilaku tidur berikutnya. Ketika hewan kehilangan kesempatan untuk tidur, ada efek rebound, sehingga pada kesempatan berikutnya, mereka tidur lebih lama dari periode normal untuk menebus kekurangan tersebut. Para peneliti menguji efek rebound ini dengan mengganggu tidur ikan sepanjang malam dengan memindahkan kontainer mereka sekali dalam semenit. Saat diamati pada hari berikutnya, jumlah waktu tidur mereka meningkat secara signifikan.

Dengan menggunakan kedua metode ini, para peneliti menemukan bahwa, selama periode 24-jam, ikan permukaan tidur rata-rata lebih dari 800 menit sementara ikan gua tidur rata-rata antara 110-250 menit.

Peneliti kemudian berusaha menentukan apakah genetika berperan dalam variasi perilaku tidur. Untuk melakukannya, mereka membesarkan ikan gua dan ikan permukaan serta memeriksa pola tidur kedua hibrida ini. Hasil penelitian mereka menunjukkan bahwa ikan gua membawa gen dominan yang menyebabkan kurang tidur.

“Dalam beberapa hal, fenotip tidur ikan gua mirip dengan manusia yang menderita gangguan tidur,” jelas Borowsky. “Mereka tidur, namun hanya dalam waktu yang relatif singkat, lalu terbangun dan tetap terjaga dalam waktu yang relatif yang lama.”

“Tugas berikutnya adalah mengidentifikasi gen yang bertanggung jawab untuk modifikasi tidur pada ikan gua. Mereka akan menjadi kandidat yang baik untuk gen yang bertanggung jawab terhadap insomnia dan gangguan tidur lainnya pada manusia,” tambahnya.

Studi ini didanai National Science Foundation.

Sumber: Fishes that Don’t Sleep Point to Genetic Basis for Slumber, NYU Biologists Find (nyu.edu)
Kredit:
New York University
Referensi Jurnal: Erik R. Duboué, Alex C. Keene, Richard L. Borowsky. Evolutionary Convergence on Sleep Loss in Cavefish Populations. Current Biology, 07 April 2011 DOI: 10.1016/j.cub.2011.03.020

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.