Diposting Sabtu, 9 April 2011 jam 9:31 pm oleh Gun HS

Teridentifikasi Gen yang Mengatur Seberapa Banyak Orang Mengkonsumsi Alkohol

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Sabtu, 9 April 2011 -


Para ilmuwan telah mengidentifikasi sebuah gen yang tampaknya berperan dalam mengatur seberapa banyak seseorang mengkonsumsi alkohol, dalam studi yang melibatkan lebih dari 47.000 orang dan dipublikasikan dalam Proceedings of the National Academy of Sciences.

Para peneliti mengatakan bahwa penemuan variasi genetik umum yang mempengaruhi tingkat konsumsi alkohol ini dapat menghasilkan pemahaman yang lebih baik terhadap mekanisme yang mendasari perilaku mengkonsumsi alkohol pada populasi umum.

Gen ini, yang disebut sebagai “kandidat kerentanan autisme 2,” atau AUTS2, sebelumnya telah dikaitkan dengan gangguan hiperaktif autis dan defisit perhatian, namun fungsinya tidaklah diketahui.

Penelitian terbaru, oleh konsorsium internasional yang dipimpin para ilmuwan di Imperial College London dan King’s College London, menemukan bahwa ada dua versi gen AUTS2, pertama tiga kali lebih umum daripada yang lain. Orang-orang dengan versi kurang umum meminum pada rata-rata lima persen lebih kurang alkohol dibandingkan orang dengan versi yang lebih umum.

Gen ini paling aktif di bagian otak yang terkait dengan mekanisme imbalan neuropsikologi, menunjukkan bahwa gen ini mungkin berperan dalam mengatur penguatan positif yang orang rasakan saat mengkonsumsi alkohol.

Konsumsi alkohol diketahui sebagian ditentukan oleh gen namun hingga kini gen yang hanya diketahui untuk membuat kontribusi penting adalah gen mengkodekan dehidrogenase alkohol, suatu enzim yang memecah alkohol di dalam hati.

Profesor Paul Elliott, dari School of Public Health di Imperial College London, mengatakan, “Tentu saja ada banyak faktor yang mempengaruhi seberapa banyak seseorang mengkonsumsi alkohol, namun kita tahu dari studi kembar bahwa gen memainkan peran penting. Perbedaannya bahwa gen tertentu ini perannya hanya kecil, namun dengan menemukannya, kami telah membuka area penelitian baru ke dalam mekanisme biologis yang mengontrol minum.”

Para peneliti menganalisa sampel DNA lebih dari 26.000 relawan untuk mencari gen yang tampaknya mempengaruhi konsumsi alkohol, dan kemudian memeriksa temuan mereka pada 21.000 orang lainnya. Para relawan melaporkan seberapa banyak alkohol yang mereka minum pada kuesioner.

Setelah para peneliti mengidentifikasi AUTS2, mereka meneliti seberapa banyak salinan RNA messenger kode gen yang digunakan untuk membuat protein – terdapat di dalam sampel jaringan otak manusia hasil sumbangan. Mereka menemukan bahwa orang dengan versi gen yang terkait dengan konsumsi alkohol lebih rendah menghasilkan lebih banyak RNA messenger, yang berarti gen tersebut lebih aktif.

Para peneliti juga menyelidiki strain tikus yang telah dibesarkan secara selektif sesuai dengan seberapa banyak alkohol yang mereka minum secara sukarela. Mereka menemukan bahwa terdapat perbedaan dalam tingkat aktivitas gen AUTS2 di antara ras tikus yang berbeda yang meminum alkohol lebih banyak atau kurang. Selain itu, para peneliti juga menemukan bahwa dengan menghambat efek gen terkait pada lalat buah membuat lalat kurang sensitif terhadap alkohol. Hasil ini menunjukkan bahwa AUTS2 tampaknya terlibat dalam pengaturan asupan alkohol pada sejumlah spesies yang berbeda.

Profesor Gunter Schumann, dari Institute of Psychiatry, King’s College London, mengatakan, “Dalam studi ini kami mengkombinasikan berbagai studi genetik dengan investigasi perilaku hewan. Karena orang mengkonsumsi alkohol untuk alasan yang sangat berbeda, maka dengan memahami perilaku tertentu yang dipengaruhi oleh gen teridentifikasi dapat membantu kita lebih memahami dasar biologis dari alasan-alasan tersebut. Ini merupakan langkah awal yang penting menuju pengembangan pencegahan yang ditargetkan secara individual dan perawatan untuk penyalahgunaan dan ketergantungan alkohol.”

Penelitian ini terutama didanai oleh National Institute for Health Research Biomedical Research Centres di Imperial dan South London and Maudsley NHS Foundation Trust/Institute of Psychiatry King’s College London, serta European Commission dan Medical Research Council.

Sumber: Scientists find gene linked to alcohol consumption (imperial.ac.uk)
Kredit:
Imperial College London
Refrensi Jurnal: Gunter Schumann, Lachlan J. Coin, Anbarasu Lourdusamy, Pimphen Charoen, Karen H. Berger, David Stacey, Sylvane Desrivières, Fazil A. Aliev, Anokhi A. Khan, Najaf Amin, Yurii S. Aulchenko, Georgy Bakalkin, Stephan J. Bakker, Beverley Balkau, Joline W. Beulens, Ainhoa Bilbao, Rudolf A. de Boer, Delphine Beury, Michiel L. Bots, Elemi J. Breetvelt, Stéphane Cauchi, Christine Cavalcanti-Proença, John C. Chambers, Toni-Kim Clarke, Norbert Dahmen, Eco J. de Geus, Danielle Dick, Francesca Ducci, Alanna Easton, Howard J. Edenberg, Tõnu Esk, Alberto Fernández-Medarde, Tatiana Foroud, Nelson B. Freimer, Jean-Antoine Girault, Diederick E. Grobbee, Simonetta Guarrera, Daniel F. Gudbjartsson, Anna-Liisa Hartikainen, Andrew C. Heathb, Victor Hesselbrock, Albert Hofman, Jouke-Jan Hottenga, Matti K. Isohanni, Jaakko Kaprio, Kay-Tee Khaw, Brigitte Kuehnel, Jaana Laitinen, Stéphane Lobbens, Jian’an Luan, Massimo Mangino, Matthieu Maroteau, Giuseppe Matullo, Mark I. McCarthy, Christian Mueller, Gerjan Navis, Mattijs E. Numans, Alejandro Núñez, Dale R. Nyholt, Charlotte N. Onland-Moret, Ben A. Oostra, Paul F. O’Reilly, Miklos Palkovits, Brenda W. Penninx, Silvia Polidoro, Anneli Pouta, Inga Prokopenko, Fulvio Ricceri, Eugenio Santos, Johannes H. Smit, Nicole Soranzo, Kijoung Song, Ulla Sovio, Michael Stumvoll, Ida Surakk, Thorgeir E. Thorgeirsson, Unnur Thorsteinsdottir, Claire Troakes, Thorarinn Tyrfingsson, Anke Tönjes, Cuno S. Uiterwaa, Andre G. Uitterlinden, Pim van der Harst, Yvonne T. van der Schouw, Oliver Staehlin, Nicole Vogelzang, Peter Vollenweider, Gerard Waeber, Nicholas J. Wareham, Dawn M. Waterworth, John B. Whitfield, Erich H. Wichmann, Gonneke Willemsen, Jacqueline C. Witteman, Xin Yuan, Guangju Zhai, Jing H. Zhao, Weihua Zhang, Nicholas G. Martin, Andres Metspalu, Angela Doering, James Scott, Tim D. Spector, Ruth J. Loos, Dorret I. Boomsma, Vincent Mooser, Leena Peltonen, Kari Stefansson, Cornelia M. van Duijn, Paolo Vineis, Wolfgang H. Sommer, Jaspal S. Kooner, Rainer Spanagel, Ulrike A. Heberlein, Marjo-Riitta Jarvelin, Paul Elliott. Genome-wide association and genetic functional studies identify autism susceptibility candidate 2 gene (AUTS2) in the regulation of alcohol consumption. Proceedings of the National Academy of Sciences, 2011; DOI: 10.1073/pnas.1017288108

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.