Diposting Sabtu, 9 April 2011 jam 6:45 pm oleh Evy Siscawati

Pembarisan Genom Daphnia

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Sabtu, 9 April 2011 -


 

Kevin Mackenzie, manajer Fasilitas Pencitraan dan Mikroskopi Universitas Aberdeen memotret invertebrata kolam seukuran 2 milimeter ini. Rambutnya ternyata sepasang antena. Keindahannya terlihat pada mata majemuknya yang hitam. Titik hitam kecil dibawah mata itu adalah ocellus, sebuah organ perasa cahaya. Tubuh transparan sang kutu juga mengungkapkan makanan terakhirnya: ganggang yang hijau.

Bulan Februari 2011, para ilmuan melaporkan telah berhasil membariskan genom spesies Daphnia, D.pulex, untuk pertama kalinya. Barisan ini akan membantu para ilmuan mempelajari bagaimana lingkungan mempengaruhi fungsi gen, kata pemimpin proyek, John Colbourne dari Universitas Indiana.

Dinas lingkungan telah lama terus mengawasi populasi Daphnia. Jika terlalu sedikit, ini adalah tanda terjadinya polusi air, karena para kutu ini sangat sensitif dengannya. Mengamati perubahan perilaku gen juga dapat memberikan petunjuk baru bagaimana zat kimia mempengaruhi kesehatan manusia.

Sumber :

Chin, A. 2011. What Is It? Scientific American, April 2011, p.25

Referensi jurnal:

John K. Colbourne et al. The Ecoresponsive Genome of Daphnia pulex. Science 4 February 2011: 555-561.

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.