Diposting Jumat, 8 April 2011 jam 7:43 am oleh Gun HS

Perbedaan Genetis Mempengaruhi Struktur Komunitas Ekologis

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Jumat, 8 April 2011 -


Para ilmuwan dari University of Manchester merupakan salah satu di antara sekelompok peneliti yang menyelidiki bagaimana perbedaan genetik antara individu berkontribusi pada cara komunitas ekologis terbentuk, berinteraksi dan berubah dari waktu ke waktu.

Mereka mengatakan bahwa pemahaman bagaimana individu-individu berinteraksi dan membentuk komunitas yang berkelanjutan dapat membantu masyarakat untuk menangani berbagai masalah termasuk keamanan pangan, pencegahan penyakit dan hidup berdampingan antara manusia dan alam di dunia yang padat ini.

Para ahli biologi dari Universitas Manchester, York, dan St Andrews telah mengedit edisi khusus Philosophical Transactions of the Royal Society-B, yang berfokus pada bagaimana interaksi genetik antar individu-individu membentuk komunitas tumbuhan dan hewan.

‘Community Genetics: at the cross-roads of ecology and evolutionary genetics’ berisi 13 artikel penelitian dan komentar para peneliti dari Inggris, Amerika Serikat dan Spanyol, memeriksa bagaimana variasi pada berbagai spesies mengubah interaksi di antara spesies.

Rekan editor, Dr Richard Preziosi, Fakultas Biologi di Manchester, mengatakan, “Penelitian yang ditampilkan dalam edisi khusus jurnal ini mengungkapkan bagaimana perbedaan genetik pada spesies mempengaruhi komunitas satwa liar ekosistem lokal secara keseluruhan.”

Penelitian Dr Preziosi, yang merupakan fitur dalam jurnal edisi khusus ini, meneliti bagaimana genetik yang mendasari suatu pohon individu dapat mempengaruhi komunitas spesies dalam sebuah ekosistem hutan tropis yang beragam dan kompleks.

Tim Manchester mempelajari tanaman dan komunitas invertebrata yang hidup di pohon kluwih hutan tropis di Belize Amerika Tengah untuk menemukan sejauh mana sebuah pohon individu menentukan spesies apa yang hidup di atasnya dan di sekitarnya.

“Kami menemukan bahwa pohon-pohon yang serupa secara genetik menjadi inang bagi komunitas serupa seperti tanaman epifit, invertebrata daun dan invertebrata batang serasah,” kata Dr Preziosi. “Penemuan itu mengejutkan mengingat beragamnya sistem hutan tropis dan banyaknya interaksi antara spesies yang terjadi di dalamnya.

“Pekerjaan kami menunjukkan, mungkin terdapat struktur dalam ekosistem-ekosistem ini pada tingkat pohon, yang memiliki signifikansi biologis tingkat tinggi dalam hal konservasi dan restorasi hutan tropis.”

Tim peneliti menggunakan tali dan perlengkapan untuk mendaki tinggi ke atas kanopi hutan serta menghitung setiap tanaman anggrek dan bromeliad yang tumbuh pada 53 pohon kluwih (Brosimum alicastrum) yang berbeda. Mereka juga menggunakan koleksi daun dan batang serasah untuk menyurvei invertebrata pada setiap pohon.

“Secara total, lebih dari 2.100 individu tanaman dihitung dari 46 anggrek dan 17 spesies bromeliad, serta 1.900 invertebrata dari 80 lebih spesies juga tercatat,” kata Dr Sharon Zytynska, yang banyak melakukan pekerjaan ini.

“Pepohonan secara genotip memberitahu kami bagaimana kesamaan secara genetis pada satu jenis ke jenis lainnya dan kemudian komunitas terkait dari setiap pohon dibandingkan. Temuan yang kami amati menunjukkan bahwa populasi pohon yang secara serupa genetik akan menjadi inang bagi kurangnya keanekaragaman tumbuhan dan hewan.

“Ini juga akan memiliki efek yang sama bagi organisme yang lebih tinggi, seperti penyerbuk yang berasosiasi dengan anggrek atau amfibi yang memakan invertebrata, sehingga memiliki implikasi penting bagi upaya konservasi di dalam hutan ini.”

Sumber artikel: Genetic differences influence the structure of communities (manchester.ac.uk)
Kredit:
University of Manchester
Sumber artikel: J. K. Rowntree, D. M. Shuker, R. F. Preziosi. Forward from the crossroads of ecology and evolution. Philosophical Transactions of the Royal Society B: Biological Sciences, 2011; 366 (1569): 1322 DOI: 10.1098/rstb.2010.0357

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.