Diposting Jumat, 8 April 2011 jam 7:07 pm oleh Evy Siscawati

Evolusi Lalat Buah : Pertarungan Tiga Hipotesis

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Jumat, 8 April 2011 -


McDonald dan Kreitman merancang tes dengan mengklasifikasikan perubahan yang mungkin dalam barisan gen. Karena degenerasi sandi genetiknya, sebagian perubahan DNA disebut diam, mereka tidak mengubah barisan asam amino protein. Perubahan nukleotida yang mengubah protein disebut perubahan penggantian. Berassarkan asumsi, evolusi molekul diam sesuai dengan model netral. Studi ini bertujuan menguji apakah evolusi perubahan penggantian terjadi lewat seleksi atau apungan. Dengan membandingkan jumlah perbedaan diam melawan penggantian pada barisan gen sampel yang menunjukkan indikasi laju evolusi. Pada hipotesis netral, kita menduga kalau situs diam maupun penggantian menunjukkan laju evolusi yang sama karena keduanya berevolusi lewat apungan genetik, sementara itu pada hipotesis seleksi kita menduga ada laju evolusi yang berbeda. Seleksi positif untuk perubahan adaptif dalam protein tersebut harusnya mempercepat laju evolusi penggantian. Data mendukung hipotesis seleksi positif daripada lawannya yang netral.

McDonald dan Kreitman mencatat kalau hipotesis alternatif dapat menjelaskan data dan laju evolusi penggantian yang lebih cepat. Jika populasi Drosophila purba melalui penyempitan populasi (population bottleneck) dilanjutkan dengan ekspansi cepat, maka dinamika ini akan menghasilkan tanda artifaktual seleksi dalam keluasan data barisan gen. Mereka menghapus hipotesis ini karena ia memerlukan gejolak demografi yang sensitif untuk terjadi pada waktu yang tepat dalam sejarah Drosophila. Mereka memilih asumsi kalau ukuran populasi yang efektif tetap besar sepanjang sejarah evolusi terbaru, dan asumsi ini memang memiliki sejumlah dukungan. Karenanya, mereka secara eksplisit membuat penarikan eliminatif untuk mengerangka tes mereka. Lebih jauh, eliminasi penting bagi dukungan bukti seleksi positif karena data akan gagal membedakan antara hipotesis penyempitan dan seleksi.

Telah ada sejumlah evaluasi terhadap asumsi demografis dan penarikan eliminatif yang dibuat McDonald dan Kreitman. Secara khusus, Eyre-Walker (2002) memeriksa alternatif penyempitan secara lebih detail. Ia memberikan model yang mengidentifikasi kondisi-kondisi dimana gejolak dalam ukuran populasi efektif dapat menghasilkan penanda artifaktual seleksi positif. Bila itu terjadi, sejumlah besar kondisi demografis dapat menghasilkan bukti artifaktual untuk seleksi dan juga bias kodon sinonim. Hal ini menunjukkan betapa tipisnya dukungan empiris yang dapat terjadi terhadap penarikan eliminatif. Ia juga menunjukkan bagaimana standar argumen pengerangkaan dapat berubah sepanjang sejarah pemikiran ilmiah. Sekarang dukungan independen untuk asumsi demografis menjadi lebih penting untuk menerapkan tes MK.  Dengan melihat uji original Drosophila, Eyre-Walker menyimpulkan, setelah mempertimbangkan beberapa sumber informasi kondisi demografis, kalau bukti yang ada tetap mendukung seleksi positif. Informasi biologi latar belakang terus mendukung penarikan eliminatif McDonald dan Kreitman.

Sumber

Forber, P. 2010. Reconceiving Eliminative Inferences. Philosophy of Science.

Referensi lanjut

  1. MCDONALD, J. H. and M. KREITMAN, 1991 Adaptive evolution at the Adh locus in Drosophila. Nature 351:652-654
  2. “Methods to Detect Selection in Populations with Applications to the Human”. M Kreitman – Annual Review of Genomics and Human Genetics, 2000
  3. Eyre-Walker A,. Woolfit M, Phelps T.The distribution of fitness effects of new deleterious amino acid mutations in humans. Genetics 2006;173:891-900.
  4. “Nucleotide polymorphism at the alcohol dehydrogenase locus of Drosophila melanogaster”. M Kreitman – Nature, 1983
  5. Eyre-Walker, A. 2002. Changing Effective Population Size and the McDonald-Kreitman Test. Genetics, Vol. 162, 2017-2024, December 2002,
Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.