Diposting Kamis, 7 April 2011 jam 6:21 pm oleh Evy Siscawati

Bambu

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Kamis, 7 April 2011 -


 

Di dunia ini ada 5000 lebih spesies bambu. Bambu adalah sekelompok tanaman perenial dari famili rumput sejati, Poaceae, sub famili Bambusoideae, tribe Bambuseae. Bambu raksasa adalah merupakan anggota terbesar keluarga rumput. Ada banyak tipe bambu, seperti Fargesia Qinlingensis di Pegunungan Qinling di China.

Misteri

Walaupun sebagian bambu berbunga tiap tahun, sebagian besar spesies berbunga tidak jelas waktunya. Taksa ini melakukan pembungaan massal (rame-rame), dimana seluruh tanaman dalam populasi berbunga serentak. Rentang berbunga massal terpanjang yang diketahui adalah 130 tahun, dan ditemukan pada semua spesies Phyllostachys bambusoides. Dalam spesies ini, semua tanaman berasal dari satu kali pembungaan serempak, tanpa melihat perbedaan lokasi geografis dan kondisi iklim, kemudian bambunya mati. Tidak adanya pengaruh lingkungan pada saat pembungaan menunjukkan adanya semacam jam alarm di tiap sel tanaman ini yang mensinyalkan pengalihan seluruh energinya ke produksi bunga dan penghentian pertumbuhan vegetatif. Mekanisme dan sebab evolusi dibaliknya, masih merupakan misteri besar.

Manfaat bagi Hewan

Ujung, batang dan daun bambu yang lembut merupakan sumber makanan utama Panda Raksasa dari China dan Panda Merah dari Nepal serta Lemur Bambu dari Madagaskar. Tikus memakan buahnya juga. Gorila Gunung di Afrika juga memakan bambu dan didokumentasikan telah mengkonsumsi sari bambu yang sudah difermentasikan dan mengandung alkohol; simpanse dan gajah di daerah ini juga memakan bambu.

Lukisan Bambu dari zaman Xu Wei

Pembatasan Pertumbuhan

Pertumbuhan bambu dapat dikendalikan dengan mengelilingi tanaman ini dengan pembatas fisik. Biasanya, tembok semen atau plastik HDPE khusus merupakan bahan yang digunakan untuk membatasinya, yang diletakkan sedalam 60-90 cm dari tanah, dan dibuat bersudut di atasnya untuk mengarahkan rhizoma sehingga muncul ke permukaan tanah. (Hal ini hanya mungkin bila penghalang dibuat lurus). Metode ini sangat merusak bagi bambu hias karena bambunya akan segera tercabut dan menjadi tanda bahwa ia sudah tidak sehat lagi.

Manfaat bagi Manusia

Bagian bolong di batang bambu yang besar sering dipakai untuk memasak makanan pada banyak kebudayaan di Asia. Supnya direbus dan beras ditanak dalam bolongan bambu segar langsung di atas api. Begitu juga, teh kadang dimasukkan kedalam bambu untuk menghasilkan teh khusus. Memasak makanan dengan bambu memberi cita rasa berbeda dari makanan.

Bambu juga dipakai untuk penguat semen di daerah dimana ada banyak sekali bambu walaupun masih diperdebatkan seberapa efektif manfaat bambu bagi penguat beton. Bambu tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk menopang semen, karena bambu dapat mengerut akibat penyerapan air dari semen, membuatnya retak di dalam. Beberapa prosedur harus dilakukan untuk mengatasi masalah ini.

Universitas Beijing tahun 2001 telah berhasil mengembangkan kain yang berbahan baku bambu. Dalam beberapa tahun terakhir proses ini semakin baik dan menumbuhkan minat pada pakaian dari bambu, khususnya mereka yang tertarik pada penggunaan bahan organik. Pakaian dari bambu ini lembut dan setara dengan cashmere.

Bambu juga digunakan luas dalam desain lansekap karena kemampuannya tumbuh cepat secara rapat dan tinggi. Ia menjadi pembatas privasi yang baik, selain memberikan estetika yang menawan.

Sumber utama

Wikipedia. Bamboo

Referensi ilmiah

Bamboo as a Building Material. Washington D.C.: US Department of Agriculture. 1981.

Thomas R. Soderstrom; Cleofe E. Calderon; Thomas R. Soderstrom; Cleofe E. Calderon; T.R. Soderstrom, C.E. Calderon (1979). “A Commentary on the Bamboos (Poaceae: Bambusoideae)”. Biotropica 11 (3): 161–172. doi:10.2307/2388036. JSTOR 2388036.

Referensi Populer

“Gorillas get drunk on bamboo sap”. Telegraph.co.uk. 23 March 2009.

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.