Diposting Senin, 4 April 2011 jam 7:30 pm oleh Evy Siscawati

Mitos Lari tanpa Alas Kaki

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Senin, 4 April 2011 -


 

Perlu diingat, ini bukan iklan sepatu. Kita gak didanai oleh perusahaan sepatu yang mau bangkrut atau apa. Kita mengungkap fakta ilmiah, dan kebetulan fakta ilmiah mendukung produksi sepatu.

Hanya karena telapak kaki kita lumayan keras, bukan berarti ia sekuat kaki kuda. Kuda memiliki tapak kaki (atau tepatnya kuku) yang teradaptasi untuk berlari. Manusia purba begitu? Mereka lari dari pemangsa atau mengejar buruan, waktu itu tidak memakai sendal. Jadi menurut para pendukung lari tanpa alas kaki, kita adalah pelari alamiah. Jika demikian, mengapa anak yang lari-lari kecil bisa ketusuk duri? Jika kita pelari alamiah, bukankah kemampuan tapak kaki kebal dan dibantu oleh seleksi alam agar lari kita lebih efektif dan efisien.

Menurut Nathan Koch, direktur rehabilitasi di Pusat Rehabilitasi Ketahanan Tubuh di Phoenix, Arizona, “kami telah melihat sejumlah besar cedera yang disebabkan lari tanpa memakai alas kaki.”

Sepatu lari dibuat untuk mengatasi kerugian-kerugian yang terjadi karena kita lari tanpa memakai alas kaki. Ada sepatu lari yang dirancang untuk memperkuat stabilitas sehingga waktu keinjek batu kali, kamu tidak tergelincir. Tapi ada yang mengklaim kalau penggunaan sepatu tidak menurunkan laju kecelakaan berlari.

Sebenarnya juga sebaliknya terjadi. Tidak ada bukti konklusif kalau lari tanpa alas kaki itu berguna untuk kekuatan otot atau melancarkan peredaran darah atau apalah. Ada yang bilang kalau kaki kita memang berevolusi untuk lari, dengan lengkungan di telapak kaki yang berfungsi sebagai pegas penolak tubuh saat berlari. Tapi 20% orang dewasa memiliki kaki yang datar, tanpa lengkungan ini.

Jadi, paling bagus, lari kaki telanjang berfungsi pada orang yang bertelapak melengkung vertikal, bukan orang berkaki datar.

Kata pendukung lari tanpa alas, mereka mengatakan ini semata masalah kebiasaan. Ntar juga terbiasa dan kamu bakal bisa berlari lebih cepat tanpa alas kaki daripada pake alas kaki. Ini masalah pengerangkaan biasa. Anak komunikasi tahu. Kamu memandang cedera dan luka akibat lari tanpa alas kaki sebagai proses penguatan otot, sementara memandang manfaat lari dengan sepatu sebagai proses pelemahan otot. Aneh?

Bahkan badan ilmiah terkemuka yang sering dikutip oleh pendukung lari tanpa alas kaki, Laboratorium Biologi Kerangka Universitas Harvard mengatakan “tolong dicatat kalau kami tidak menyajikan data mengenai bagaimana orang harus berlari, apakah sepatu menyebabkan cedera atau lari tanpa alas kaki menyebabkan cedera jenis lain. Kami percaya kalau diperlukan penelitian prospektif terkendali untuk isu ini.”

Dan mereka yang merasa juara lari Olimpiade adalah bukti dengan mengatakan kalau Abebe Bikila memenangkan Olimpiade tahun 1960 tanpa memakai alas kaki, coba tebak: ia memecahkan rekornya sendiri empat tahun kemudian, dengan memakai sepatu.

Referensi populer
Cracked.com. 2011. 6 Fitness Tips Everyone’s Heard (That Don’t Work at All)

Davis, C. 23rd March 2009. Flat feet op that put a spring in my step.

Fitzgerald, M. Sep 8th 2010. The Barefoot Running Injury Epidemic

Mahan, R. October 20, 2008. Is barefoot running good for you? Vibramfivefingers.com

Popsci.com. 05.13.2009. Will Running Barefoot Cure What Ails Us?

Shodless.com. 2010 January 10. 7 Barefoot Running Myths

Sisson, M. How to Strengthen Your (Bare, Flat) Feet

Skeletal Biology Lab. Biomechanics of Foot Strikes & Applications to Running Barefoot or in Minimal Footwear

Wikipedia. Abebe Bikila

Referensi Ilmiah

Bramble DM and Lieberman, DE (2004) Endurance running and the Evolution of Homo. Nature. 432: 345-352.

Lieberman DE, Venkadesan M, Werbel WA, Daoud AI, D’Andrea S, Davis IS, Mang’eni RO, Pitsiladis Y. (2010) Foot strike patterns and collision forces in habitually barefoot versus shod runners. Nature 463: 531-5.

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.