Diposting Senin, 4 April 2011 jam 9:02 pm oleh Evy Siscawati

Evolusi Lisozim

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Senin, 4 April 2011 -


 

Sebuah studi buku teks mengenai adaptasi molekuler, evolusi lisozim pada sapi dan monyet langur, memberikan contoh penarikan eliminatif untuk mengerangka masalah yang akan diuji. Diantara mamalia plasenta, dua silsilah ini telah mengevolusikan fermentasi perut depan yang melibatkan penggunaan bentuk lisozim khusus untuk membantu pencernaan. Karena kedua silsilah mengevolusikan sifat molekuler yang berfungsi sama, ada tiga penjelasan alternatif untuk evolusi lisozim khusus ini:

1.    Kedua silsilah memiliki leluhur yang sama dan sifat tersebut berevolusi sekali di silsilah purba (homologi)

2.    Lisozim dan penggunaannya telah berevolusi secara independen dalam tiap silsilah karena seleksi positif untuk fungsi yang sama (evolusi konvergen)

3.    Sapi dan langur bersamaan memilih penggunaan lisozim umum, yang ditemukan pada semua mamalia plasenta tanpa bantuan seleksi untuk protein khusus (eksaptasi dengan seleksi alam)

Opisthocomus hoazin

Perhatikan kalau kedua hipotesis pertama mengajukan seleksi positif untuk fungsi spesial baru, sementara yang ketiga tidak mengajukan seleksi positif dan hanya memungkinkan penumpukan perubahan molekuler netral. Kembali, filogeni yang diasumsikan berperan penting dalam pengerangkaan, karena ia menghapus alternatif pertama. Sapi dan langur jauh kekerabatannya. Selain itu, banyak silsilah saling tindih yang lebih dekat kaitannya dengan tiap spesies tidak memiliki fermentasi perut depan dan lisozim khusus, point lain yang tidak konsisten dengan dugaan hipotesis homologi.

Dalam studi aslinya, Steward dan rekan-rekannya menguji evolusi konvergen melawan eksaptasi plus seleksi netral dengan membariskan protein lisozim dari beberapa silsilah. Mereka menemukan kalau lisozim khusus pada sapi dan langur memiliki empat substitusi asam amino konvergen (identik) dan tiga paralel (sama secara fungsional) muncul secara independen dalam tiap silsilah yang mempengaruhi kemampuan lisozim untuk melakukan fermentasi perut depan.

Bukti kemudian membantu evolusi konvergen lewat seleksi positif daripada eksaptasi tanpa evolusi adaptif baru. Kasus lisozim menggabungkan data filogenetik dan barisan protein untuk membuat kasus yang meyakinkan untuk seleksi positif yang menghasilkan evolusi konvergen pada sapi dan langur. Dua studi lanjutan memberi dukungan positif pada evolusi adaptif konvergen lisozim: Kornegay et al (1994) mengisolasi protein spesialisasi yang sama pada sebuah spesies burung pemakan daun, dan Messier dan Stewart (1997) berhasil memecahkan episode-episode evolusi adaptif pada monyet colobina.

Kedua penarikan eliminatif digunakan untuk mengerangka pengujian dan evaluasi statistik data barisan protein diperlukan untuk menemukan dukungan bukti seleksi positif.

Sumber :

Forber, P. 2010. Reconceiving Eliminative Inference. Philosophy of Science.

Referensi lanjut

Graur, D. & Li , W.H (2000) Fundamentals of Molecular Evolution (Sinauer)

Kornegay JR, Schilling JW, Wilson AC (1994) Molecular adaptation of a leaf-eating bird: stomach lysozyme of the hoatzin. Mol Biol Evol 11:921–928

MESSIER, W., and C.-B. STEWART. 1997. Episodic adaptive evolution of primate lysozymes. Nature 385:151–154.

STEWART, C.-B., J. W. SCHILLING, and A. C. WILSON. 1987. Adaptive evolution in the stomach lysozymes of foregut fermenters. Nature 330:40 l-404

STEWART, C.-B., and A. C. WILSON. 1987. Sequence convergence and functional adaptation of stomach from foregut fermenters. Cold Spring Harb. Symp. Quant. Biol. 52:89 1-899.

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.