Pewarna Kuning Lab Memperpanjang Usia Nematoda yang Sehat dan Memperlambat Patologi Mirip Penyakit Alzheimer pada Cacing
Suka dengan artikel ini?
Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh. Login
Jumat, 1 April 2011 - Basic Yellow 1, sebuah pewarna yang digunakan dalam lab neurosains di penjuru dunia untuk mendeteksi kerusakan protein pada penyakit Alzheimer adalah obat impian cacing nematoda.
Dalam sebuah studi yang diterbitkan di Nature, pewarna ini, juga dikenal dengan nama Thioflavin T (ThT), memperpanjang usia cacing nematoda sehat lebih dari 50 persen dan memperlambat proses penyakit pada cacing yang dibesarkan untuk meniru aspek-aspek Alzheimer. Penelitian ini dilakukan di Lembaga Penelitian Penuaan Buck dan dapat memberi jalan menunda penuaan dan penyakit terkait penuaan.
Studi ini menyorot sebuah proses yang disebut homeostasis protein – kemampuan organisme mempertahankan struktur dan keseimbangan proteinnya, yang merupakan balok bangunan kehidupan. Studi genetika telah lama menunjukkan kalau homeostasis protein adalah kontributor utama panjangnya usia hewan kompleks. Banyak penyakit degeneratif terkait dengan peluruhan proses ini. Dosen fakultas Buck, Gordon Lithgow, PhD, yang memimpin penelitian, mengatakan kalau studi ini menunjuk pada penggunaan senyawa untuk mendukung homeostasis protein, sesuatu yang dilakukan ThT saat cacing menua.
ThT bekerja sebagai penanda penyakit neurodegeneratif namun ia mengikat banyak plak amiloid – potongan protein agregat beracun yang berasosiasi dengan Alzheimer. Pada nematoda, kemampuan ThT bukan hanya mengikat, namun juga memperlambat penggumpalan potongan protein beracun, dapat menjadi kunci kemampuan senyawa untuk memperpanjang usia, menurut Lithgow. “Kami telah mencari senyawa yang memperlambat penuaan selama lebih dari sepuluh tahun dan ThT adalah yang terbaik sejauh ini,” kata Lithgow. “Namun yang lebih menyenangkan adalah penemuan kalau ThT begitu dramatisnya meningkatkan model patologi penyakit nematoda,” kata Lithgow, yang mengatakan kalau penemuan ini membawa tiga konsep penting dalam pencarian senyawa yang dapat memperpanjang usia, tahun-tahun sehat kehidupan. “ThT memungkinkan kami memanipulasi proses penuaan, ia memiliki potensi untuk aktif dalam keadaan penyakit ganda dan memperkuat kemampuan alamiah hewan untuk menghadapi perubahan proteinnya.”
Penelitian ini dimotori oleh Silvestre Alavez, PhD, staf ilmuan di lab Lithgow. Alavez terlatih dalam ilmu syaraf dan tahu mengenai penggunaan senyawa ini untuk mendeteksi protein berkaitan penyakit. Dengan gagasan kalau molekul kecil dapat mempengaruhi agregasi protein, ia melihat pada 10 senyawa dan menemukan lima yang efektif dalam meningkatkan usia cacing. Alavez mengatakan curcumin, bahan aktif bumbu populer India, turmeric, juga memiliki pengaruh positif signifikan pada cacing sehat maupun cacing yang dibesarkan untuk mengekspresikan gen yang berhubungan dengan Alzheimer. “Orang telah mengklaim mengenai manfaat kesehatan curcumin selama bertahun-tahun. Mungkin perlambatan penuaan adalah bagian dari mekanisme tindakannya,” kata Alavez. Curcumin saat ini diuji pada beberapa trial klinis manusia untuk berbagai kondisi mulai dari kanker usus besar, arthritis rheumatoid hingga depresi.
Alavez mengatakan kalau studi ini mendukung konsep kalau homeostasis protein dapat menjadi fokus penelitian selanjutnya. “Sekarang kami memiliki hal baru dalam penelitian senyawa yang memperpanjang usia sekaligus memperlambat proses penyakit,” kata Alavez. “Molekul kecil apapun yang mempertahankan homeostasis protein saat penuaan dapat aktif melawan banyak keadaan penyakit.” Penelitian lanjutan pada ThT sekarang sedang dilakukan pada tikus yang dibesarkan dengan Alzheimer.
Peneliti Lembaga Buck lain yang terlibat dalam studi ini termasuklah Maithili C. Vantipalli; Ida M. Klang, mahasiswa pasca sarjana dari Lembaga Karolinska di Stockholm, Swedia; dan David Zucker, mahasiswa dari Universitas Dominican, CA. Penelitian ini didukung dana dari Yayasan Larry L. Hillblom; Lembaga Kesehatan Nasional mendukung Konsorsium Penelitian Geosains Lintas Disiplin Lembaga Buck; Lembaga Penuaan Nasional (lewat Akta Pemulihan dan Investasi Ulang Amerika tahun 2009); dan Konsorsium Perpanjangan Umur.
Sumber berita:
Buck Institute for Age Research.
Referensi Jurnal:
Alavez, S., Vantipalli, M.C., Zucker, D.J.S., Klang, I.M., Lithgow, G.J. 2011. Amyloid-binding compounds maintain protein homeostasis during ageing and extend lifespan. Nature, 2011;
- Urutan Genom Coelacanth Menginformasikan Evolusi Vertebrata Darat
- Misi Kepler NASA: Tiga Planet Berukuran Super-Bumi Ditemukan Dalam Zona Layak Huni
- Teknik Ultra-cepat Menyingkap Prinsip-prinsip Perancangan dalam Biologi Kuantum
- Studi Telur Mengungkap Eratnya Hubungan Evolusi Antara Burung dan Dinosaurus
- Ilmuwan Membentuk Sel-sel Saraf Baru – Langsung di Dalam Otak
- Ilmuwan Temukan Kemungkinan untuk Menciptakan Bahan Bakar dari Karbon Dioksida di Atmosfer
- Metascreen Ultra-tipis: Setahap Mewujudkan Mantel Tembus Pandang ala Harry Potter
- Kehadiran Manusia di Kepulauan Pasifik Sebabkan Kepunahan Massal Burung
- Kehidupan Ditemukan Dalam Ekosistem Terluas di Bumi, Jauh di Kedalaman Kerak Samudera
- Ilmuwan Menghidupkan Kembali Embrio Katak yang Telah Punah
