Diposting Jumat, 1 April 2011 jam 5:19 am oleh Gun HS

Mengungkap Misteri ‘Pita’ Energi dan Partikel yang Mengelilingi Heliosphere Tata Surya

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Jumat, 1 April 2011 -


Dalam makalah yang akan dipublikasikan pada The Astrophysical Journal edisi 10 April 2011, para ilmuwan di misi Interstellar Boundary Explorer (IBEX) NASA, termasuk penulis utama Nathan Schwadron dan lain-lain dari Universitas New Hampshire, mengisolasi dan menuntaskan “pita” misterius energi dan partikel yang ditemukan pesawat ruang angkasa pada heliosphere – gelembung besar yang mengelilingi tata surya kita dan melindungi kita dari sinar kosmik galaksi.

Temuan ini, yang menjungkirbalikkan teori berusia 40 tahun, memberikan wawasan ke dalam struktur dasar heliosphere, yang pada gilirannya membantu para ilmuwan memahami struktur serupa atau “astrospheres” yang mengelilingi sistem bintang lain di seluruh kosmos.

Para ilmuwan telah mengisolasi dan menuntaskan "pita" misterius energi dan partikel yang ditemukan pada heliosphere - gelembung besar yang mengelilingi tata surya kita dan melindungi kita dari sinar kosmik galaksi. (Kredit: IBEX Science Team/Goddard Scientific Visualization Studio/ESA)

Pita energi tertangkap kamera sensitif ultra-tinggi di mana gambar atom netral energik (bukan foton cahaya) menciptakan peta wilayah batas antara tata surya kita dan sisa keseluruhan galaksi kita.

Schwadron, seorang profesor di Institute for the Study of Earth, Oceans, and Space dan departemen fisika UNH, mencatat: “Mengisolasi dan menuntaskan pita dari peta IBEX bagaikan menarik tirai jendela kita untuk menemukan pemandangan di tepi tata surya.”

Dengan gambar-gambar tunggal misi IBEX yang telah dicapai, ilmuwan David McComas dari Southwest Research Institute (SwRI) menyimpulkan, “Peta ini sangat kaya secara ilmiah dan sangat penting dalam membantu para ilmuwan memahami bagaimana lingkungan ruang kita dikendalikan oleh media galaksi. Mereka menyediakan gambar pertama batas-batas tata surya kita, yang mengontrol akses pada sinar kosmik galaksi serta semua hal-hal lain dari kedalaman ruang yang secara potensial berbahaya.”

Sinar kosmik galaksi yang paling energik bahkan menembus medan magnet kuat yang paling dekat dengan ke Bumi, dan akhirnya bertumbukan dan berinteraksi dengan atmosfer bumi. Efek langsung maupun tidak langsung sinar kosmik pada sistem Bumi, termasuk biosfer kita, tetap kurang dipahami dan sering sangat kontroversial.

Tim IBEX menggunakan peta untuk mempelajari bagaimana heliosphere dibentuk dan seperti apa sifat fisiknya. Informasi rinci mengenai batas-batas tata surya kita memungkinkan para ilmuwan lebih memahami bagaimana sinar kosmis galaksi berevolusi dalam lingkungan ruang kita, yang pada gilirannya akan memberikan informasi mendasar tentang lingkungan radiasi di Bumi dan implikasinya pada evolusi kehidupan.

Para ilmuwan IBEX menganalisis data dari tahun pertama misi observasi dan, setelah mengembangkan metode pemisahan yang efektif, mampu mengisolasi dan menuntaskan fitur pita energik yang tak terduga ini. Pita tersebut seperti sabuk membungkus puncak pendistribusian emisi global dari langit yang lebih luas, dan dengan memisahkannya dari  latar belakang emisi, para ilmuwan kini mampu melihat apa yang ada di bawah pita.

Schwadron mengatakan, “Ada banyak teori tentang bagaimana pita tercipta, dan kami tidak memahami persis apa yang kami lihat namun sepertinya memberitahu kami sesuatu tentang bagaimana medan magnet galaksi lokal berinteraksi dengan heliosphere.”

Bukti tambahan untuk interaksi tersebut adalah penemuan “ekor” emisi dalam dasar lanskap batas, yang ternyata dibelokkan ke arah medan magnet galaksi sebagai pita.

“Medan magnet galaksi ini mungkin menjadi kunci untuk memahami bagaimana heliosphere melindungi tata surya dari sinar kosmik galaksi,” kata Schwadron.

Pada peta juga terlihat fitur “hidung” heliosphere. Hidung merepresentasikan arah ke mana sistem tata surya bergerak melalui bagian lokal galaksi yang paling dekat dengan matahari dan yang Schwadron bandingkan dengan “gelombang busur di depan kapal, yang menunjukkan kepada kita bagaimana gerakan kita melalui galaksi mengkompres dan mengalihkan material media galaksi lokal di sekitar heliosphere kita.”

Peta IBEX berbeda secara radikal dari apa yang diharapkan sebelum misi di mana para ilmuwan telah berjuang melepaskan sejumlah besar informasi yang terkandung dalam peta. Tim ilmuwan mencatat bahwa mendapatkan emisi dari hidung heliosphere telah menjadi “tiang lampu” penting menuju pemahaman bagaimana heliosphere global dikendalikan oleh interaksi Matahari dengan media galaksi lokal.

McComas mengatakan, “Sebelum IBEX, kebanyakan ilmuwan meyakini bahwa batas-batas global tata surya kita dikendalikan terutama oleh gerakan tata surya melalui galaksi dan angin matahari, arus sangat cepat materi bermuatan listrik yang mengalir keluar dari Matahari. Peta-peta IBEX yang mengungkap medan magnet galaksi juga merupakan bagian penting dari interaksi Matahari dengan galaksi.”

Misi ini diluncurkan pada tanggal 19 Oktober 2008 dan membawa dua kamera bersensitivitas ultra-tinggi mengandung komponen-komponen penting yang dirancang dan dibangun di UNH. Selain itu, misi Science Operations Center bermarkas di UNH.

Sumber artikel: IBEX Scientists Isolate Mysterious “Ribbon” of Energy and Particles that Wraps Around Solar System Boundary (eos.unh.edu)
Kredit:
University of New Hampshire
Informasi lebih lanjut: N. A. Schwadron, F. Allegrini, M. Bzowski, E. R. Christian, G. B. Crew, M. Dayeh, R. DeMajistre, P. Frisch, H. O. Funsten, S. A. Fuselier, K. Goodrich, M. Gruntman, P. Janzen, H. Kucharek, G. Livadiotis, D. J. McComas, E. Moebius, C. Prested, D. Reisenfeld, M. Reno, E. Roelof, J. Siegel, R. Vanderspek. Separation of Theinterstellar Boundary Explorerribbon from Globally Distributed Energetic Neutral Atom Flux. The Astrophysical Journal, 2011; 731 (1): 56 DOI: 10.1088/0004-637X/731/1/56

Gun HS
There's only one thing I figured about myself: Complex
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.