Diposting Rabu, 30 Maret 2011 jam 2:56 pm oleh Evy Siscawati

Penelitian Wajah

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Rabu, 30 Maret 2011 -


 

Face Research telah banyak mengungkapkan sisi tersembunyi dari hubungan wajah dan psikologi manusia. Sebenarnya ini intuitif, anda yang dapat melihat kemungkinan besar akan menilai seseorang dari wajah dan mimik mukanya. Alamiah walaupun kadang kita muak dengan kecenderungan ini, dan lebih senang melihat orang langsung pada tulisannya (alias online). Berikut sejumlah fakta ilmiah mengesankan yang berhasil diungkapkan para ilmuan FaceResearch.org.

Manusia lebih senang orang yang wajahnya mirip Orang Tuanya

Anda mungkin heran kalau ada anak gadis jatuh cinta dengan manula atau ada cowok ganteng jatuh hati dengan wanita paruh baya. Walaupun pada umumnya orang suka dengan orang lain yang wajahnya mulus dan muda, namun ketika wajah tua tersebut mirip dengan orang tuanya, orang menjadi lebih tertarik ke orang tua. Penjelasan para ilmuan adalah, mungkin saja gadis belia yang malam mingguan dengan duda tertarik dengan pria tersebut karena wajahnya mirip orang tuanya.

Coba cek hasil studinya :

Perret, D.I., Penton-Voak, I.S., Little, A.C., Tidderman, B.P., Burt, D.M., Schmidt, N., Oxley, R., Kinloch, N., Barrett, L. 2002. Facial attractiveness judgments reflect learning of parental age characteristics. Proceedings of the Royal Society of London, B, 269: 873-880.

Wanita cenderung menyukai cowok yang wajahnya tidak terlalu maskulin


Ayo para cewek, pilih. Di antara tiga foto di atas, mana yang paling kamu inginkan jadi pacarmu?

Kamu pilih foto pertama. Ya kan?

Foto pertama adalah wajah yang dibuat tidak terlalu maskulin dengan teknik dimorfisme seksual. Yang tengah adalah wajah yang dibuat menonjolkan sisi maskulin, wajah lebih petak dan lebih ganas. Yang ketiga adalah wajah yang diremajakan seolah orang tersebut masih dalam masa puber. Hasil eksperimen menunjukkan foto pertama lebih sering dipilih, padahal ilmuan menduga kalau foto kedua lah, yang paling maskulin, yang bakal dipilih. Sepertinya, wanita jaman sekarang tidak lagi mementingkan kejantanan (kuat, macho, tegas) daripada di masa purba.

Cek studinya:

DeBruine, L.M., Jones, B.C., Little, A.C., Boothroyd, L.G., Perret, D.I., Penton-Voak, I.S., Cooper, P.A., Penke, L., Feinberg, D.R., Tidderman, B.P. 2006. Correlated preferences for facial masculinity and ideal or actual partner’s masculinity. Proceedings of the Royal Society of London, B, 273: 1355-1360.

Perret, D.I., Lee, K.J., Penton-Voak, I.S., Rowland, D., Yoshikawa, S., Burt, D.M., Henzik, S.P., Castles, D.L., Akamatsu, S. 1998. Effects of sexual dimorphism on facial attractiveness. Nature, 394: 884-887.

Orang tua lebih susah merasakan kesedihan di wajah manusia

Dalam eksperimen aslinya, hanya ada dua pasangan wajah yang dibandingkan dari tiga wajah di atas, jadi kami tidak meminta anda menebak deh. Oh ya, ini hanya penyederhanaan, deretan wajahnya banyak lo, kita ambil tiga saja yang mewakili.

Wajah di kiri adalah wajah muda, di tengah adalah wajah tua, dan di kanan adalah wajah sedih. Ilmuan memasangkannya dua-dua untuk mendeteksi kemampuan orang mendeteksi kesedihan di wajah seseorang. Ketika orang diberikan wajah muda dahulu baru wajah sedih, mereka mendeteksi kesedihan dengan tepat. Tapi ketika wajah yang diberikan wajah tua, lalu wajah sedih, mereka menebak bahwa yang sedih adalah wajah tua. Dan tebakan salah ini semakin sering ketika usia partisipan semakin tinggi. Dengan kata lain, orang tua lebih susah mendeteksi kesedihan di wajah manusia.

Respon pada orang yang takut


Ada perbedaan antara respon manusia pada orang yang takut dengan orang yang senang. Pada kasus ketakutan, kita lebih cepat merespon pada orang yang takut karena sesuatu di dekatnya, bukannya orang yang takut pada kita. Tapi, pada kasus kegembiraan, orang lebih cepat merespon pada orang yang gembira karena kita, daripada orang yang gembira karena sesuatu yang lain.

Cek penelitiannya:

Jones, B.C., DeBruine, L.M., Little, A.C., Conway, C., Feinberg, D.R. 2009. Integrating gaze direction and expression in preferences for attractive faces. Psychological Science.

Orang lebih suka wajah yang sedang-sedang saja

Walau banyak cowok ganteng, tapi biasanya kamu heran karena justru cowok yang gak ganteng, punya banyak cewek. Penelitian Face Research menunjukkan lebih lagi, cewekdan cowok sama-sama lebih senang pasangan yang wajahnya rata-rata. Kalau yang ditanya cewek, mereka bakal menjawab “bukan wajahnya yang penting, tapi yang penting hatinya.” Tapi ketika anda bertanya pada ilmuan, cewek memilih tersebut untuk meminimalkan persaingan. Mereka berpikir cowok ganteng akan banyak disenangi cewek, dan karenanya setiap cewek punya banyak saingan. Untuk itu mereka memilih cowok yang biasa-biasa saja.

Ketika wajah yang dipasangkan simetris dan tidak simetris, maka orang lebih senang memilih wajah yang simetris, tapi ketika yang dipasangkan simetris-simetris dan asimetris-asimetris, maka orang lebih kuat memilih wajah rata-rata yang asimetris. Jadi kata ilmuan, simetri berpengaruh pada daya tarik wajah, tapi bukan satu-satunya faktor.

Kita menilai wajah laki-laki dan perempuan secara berbeda

 

Para ilmuan telah tahu kalau melihat wajah yang dilebarkan atau digepengkan akan membuat wajah yang dimanipulasi terlihat normal. Efek ini disebut adaptasi.

Penelitian lebih jauh menunjukkan bahwa adaptasi pada wajah laki-laki berbeda daripada adaptasi pada wajah wanita. Eksperimen dilakukan dengan memberi partisipan satu dari dua pasangan berikut:

partisipan diberi wajah laki-laki yang jarak kedua matanya lebih besar dan perempuan yang jarak kedua matanya lebih sempit, atau

partisipan diberi wajah laki-laki yang jarak kedua matanya lebih sempit dan perempuan yang jarak kedua matanya lebih lebar

Dalam pasangan pertama, perbedaan antara partisipan adalah 13% dimana mereka lebih banyak memilih pria berjarak mata besar sebagai pria normal. Pada pasangan kedua, perbedaan antara partisipan hanya 6% dan lebih banyak yang menilai perempuan dengan jarak mata besar lebih normal. Ini menunjukkan kalau kita membedakan antara kualitas pada wajah laki-laki dengan para wajah perempuan. Dengan kata lain, derajat gantengnya cowok beda dengan derajat cantiknya cewek, walaupun kamu bilang keduanya sama-sama cakep. Ganteng dan cantik tidak dapat disamakan.

Coba cek:

Rhodes, G., Jeffery, L., Watson, T.L., Clifford, C.W.G., Nakayama, K. 2002. Fitting the mind to the world: Face Adaptation and Attractiveness Aftereffects. Psychological Science, 14: 558-566.

Little, A.C., DeBruine, L.M., Jones, B.C. 2005. Sex-contingent face aftereffects suggest distinct neural populations code male and female faces. Proceedings of the Royal Society of London, B, 272: 2283-2287.

Cantik itu mungkin relatif, tapi jelek itu absolut


Filsuf boleh bilang cantik-buruk itu relatif, tapi penelitian menunjukkan kalau para ilmuan mampu membuat seseorang cantik menurut 97% laki-laki dan membuat seseorang jelek menurut 100% laki-laki. Kecantikan ini hanya direkayasa lewat komputer, tapi para laki-laki, akan setuju kalau wajah itu sangat cantik. Sebagai contoh, pada pasangan wajah berikut, kalau kamu cowok, mana yang paling cakep?

 

Kemungkinan besar kamu bilang yang paling cakep adalah yang tengah. Dalam eksperimen, ada delapan versi wajah dari orang yang sama. Kita ambil contoh tiga saja disini. Ilmuan memberikan dua wajah pada partisipan dan meminta mereka memilih mana yang paling menarik. Ketika wajah A dipasangkan dengan B, 75% memilih yang B. Ketika wajah A dipasangkan dengan C, 96% memilih A, dan ketika B dipasangkan dengan C, 97% memilih B.

Wajah A sebenarnya adalah wajah asli dari partisipan, ilmuan memanipulasinya menjadi tujuh versi. Memang tidak ada wajah yang selalu dipilih bila dipasangkan dengan manapun. Tapi ada wajah memang selalu kalah bila dipasangkan dengan manapun, yaitu wajah C. Penelitian ini juga menunjukkan kalau industri kosmetika itu bertopang pada landasan ilmiah yang baik, karena menjadikan orang lebih cantik itu bisa.

Jadi bila ada cowok bilang kalau dia menyukai wajah yang lebih natural, sebenarnya ia bilang, ahli kosmetika yang saya temui belum ada sehebat para ilmuan.

Cek penelitiannya

Perrett, D. I., May, K. A., Yoshikawa, S. 1994. Facial shape and judgments of female attractiveness. Nature, 368: 239–242.

 

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.