Diposting Rabu, 30 Maret 2011 jam 2:51 pm oleh Evy Siscawati

Mitos Otak 10%

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Rabu, 30 Maret 2011 -


Ketika ilmuan membelah otak manusia yang sadar dan merangsangnya dengan elektroda, mereka menemukan kalau tiga perempat korteks serebral, bagian terluar otak, tidak bertindak untuk aktivitas sensori atau motorik. Pengamatan cepat pada daerah ini memang tidak menunjukkan hasil seketika. Hal ini berbeda dengan saat mereka merangsangnya pada daerah korteks motorik. Mungkin dari sinilah mitos tersebut berasal.

Entah dimana orang mulai mempopulerkan mitos ini di media. Mereka terus mengulang-ulang mitos ini seolah benar. Tak lama kemudian, orangpun percaya walaupun tidak ada bukti yang mendukungnya. Menurut mereka yang percaya mitos ini, dengan memanfaatkan 90 % potensi yang belum digunakan, kita dapat memiliki kemampuan mengingat super atau kemampuan mental fantastik lainnya – seperti telekinesis. Kembali, tidak ada data atau dukungan ilmiah atas hal ini.

Faktanya

Kenyataannya, kita menggunakan seluruh potensi otak kita, hanya saja tidak semuanya sekaligus. Chen dan kawan-kawan meneliti menggunakan MRS untuk melacak laju produksi ATP di otak tikus. ATP atau Adenosin Tri Posfat adalah sumber utama energi sel. MRS menggunakan mesin pencitraan resonansi magnetik (MRI) untuk melacak unsur tertentu di dalam tubuh, yang dalam kasus ini adalah tiga atom fosfor pada tiap molekul ATP. Tujuan mereka adalah menentukan apakah produksi ATP terkait dengan aktivitas otak dengan mengukur energi yang dikembangkan dalam berbagai tingkat kesadaran.

Iklan TV yang mengandung mitos

Mereka menemukan kalau tingkat ATP beragam tergantung pada aktivitas otak. Tim peneliti menemukan ketika tikus pingsan, mereka menghasilkan 50% lebih sedikit ATP daripada saat mereka dibius. ATP tetap diproduksi ketika otak tidak aktif, sebagian besar bertujuan untuk merawat sel, sementara ATP tambahan yang ada pada hewan yang lebih sadar menjadi bahan bakar untuk fungsi otak lainnya. Hanya sepertiga ATP yang diproduksi oleh otak di saat sadar berfungsi untuk kegiatan sehari-hari merawat otak kita, sementar sisanya untuk kegiatan lain.

Berat rata-rata otak manusia adalah satu setengah kilogram dan mengandung sebagian besar serebrum, yang merupakan bagian terbesar dan melakukan semua fungsi kognitif tingkat tinggi; serebelum, bertanggung jawab untuk fungsi motorik, seperti koordinasi gerakan dan keseimbangan; dan batang otak, yang melakukan fungsi tak sadar seperti bernapas. Mayoritas energi yang dikonsumsi otak kita digunakan untuk bahan bakar penembakan oleh jutaan sel saraf sebagai alat komunikasi satu sama lainnya. Para ilmuan menduga kalau penembakan dan koneksi demikianlah yang merupakan fungsi otak tingkat tinggi. Sisa dari energinya digunakan untuk mengendalikan aktivitas lain – baik yang tak sadar seperti detak jantung, ataupun yang sadar, seperti mengendarai mobil. Dengan kata lain, sebagian besar fungsi otak kita yang diduga 90% itu sebenarnya berfungsi vital. Ia untuk aktivitas kita lain. Ingat, otak bukan semata hanya buat berpikir loh.

Kalau mitos 10% itu benar, maka

1.       Kalau otak kita rusak, kita tidak akan mengalami geger otak atau gila. Tapi ternyata, kalau ada yang salah sedikit, seperti cedera di bagian otak tertentu, kita akan menderita kelainan.

2.       Buat apa kita mengevolusikan otak yang 90% tak berguna? Otak itu sangat mahal, karena energi yang dimakannya 20% energi tubuh total, padahal beratnya hanya 2% berat tubuh. Tentunya seleksi alam akan menghilangkan otak yang tidak efisien.

Gue pakai 10% otak

3.       Elektroda yang dimasukkan ke satu sel syaraf di otak akan menemukan 90% sel syaraf yang tidak aktif. Ternyata semua sel syaraf kita aktif, hanya pada saat yang berbeda-beda. Sel A mungkin tidak aktif saat kita makan, tapi aktif saat kita ngobrol. Dsb.

4.       Akan ada degenerasi di otak ketika otak diperiksa. Hal ini karena sel syaraf yang tidak digunakan akan meluruh. Tapi faktanya tidak demikian.

Kenapa Bisa Orang Percaya?

1.      Karena bisnis.

Banyak penulis dan motivator memperoleh uang dari neuro training atau apalah. Mereka mengadakan seminar berbiaya ratusan ribu atau menulis buku mahal untuk meningkatkan 90% kekuatan otak manusia yang katanya tidak terpakai. Mereka tidak perlu memeriksa kenyataannya, karena bila mereka mencobanya, mereka mungkin kehabisan ide buat seminar atau menulis.

Isi kepala kamu

2.      Karena ketidak pedulian

Argumen kalau kekuatan supranatural datang dari mayoritas kekuatan otak yang tak terpakai berdasarkan pada kesalahan bernalar yang disebut argument from ignorance (argumen ketidakpedulian). Berdasarkan kesalahan bernalar ini, tidak adanya bukti untuk suatu posisi (atau semata tidak adanya informasi) digunakan untuk mendukung klaim tertentu. Bahkan bila memang benar kalau sebagian besar otak manusia tidak dipakai (yang jelas salah), fakta tersebut tidak berarti kalau kapasitas ekstranya dapat memberi kekuatan paranormal pada seseorang. Kesalahan bernalar ini sering kali muncul dalam klaim paranormal, dan khususnya pada para pecinta UFO. Sebagai contoh, “Lihat crop circle itu, bisa kamu menjelaskannya?” Skeptik mengatakan tidak. Orang yang percaya UFO langsung senang, “Ha, kamu tidak tahu cara membuatnya, jadi itu pasti buatan alien!”

Referensi

  1. Ask a Scientist. Humans use 100 percent of their brains–despite the popular myth
  2. Beyerstein, B.1999. Mind-Myths: Exploring Everyday Mysteries of the Mind and Brain. New York: John Wiley and Sons.
  3. BrainConnection.com. Ten Percent and Counting
  4. Chudler, E.H. “Neuroscience For Kids”. (University of Washington, Director of Education and Outreach).
  5. Clark, M. 1997. Reason to Believe. New York: Avon Books.
  6. Kalat, J.W., 1998. Biological Psychology, sixth edition, Pacific Grove: Brooks/Cole Publishing Co.
  7. New Scientist. 19 Desember 1998. “The Last Word: Brain Drain.”
  8. Scientific American. Do People Use 10 Percent of Their Brains?
  9. Swaminathan, N. 2008. “Why Does the Brain Need So Much Power?”. Scientific American.
Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.