Diposting Senin, 28 Maret 2011 jam 2:49 pm oleh Evy Siscawati

Nafsu Makan Bakteri dapat dimanfaatkan untuk membersihkan Pencemaran Uranium

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Senin, 28 Maret 2011 -


 

Sejak tahun 1997, profesor biokimia Judy Wall, telah mempelajari sebuah spesies bakteri dengan tujuan menentukan potensinya untuk bioremediasi lokasi tercemar tumpahan uranium. Bioremediasi adalah penggunaan mahluk hidup untuk mengurangi atau menghilangkan bencana lingkungan dari kimia beracun atau limbah lainnya. Di Amerika Serikat, bahan radioaktif, termasuk uranium, mencemari sekitar 40 juta ton tanah dan debu, cukup untuk mengisi 17 stadium olahraga profesional, dan 1,7 triliun galon air tanah, sekitar empat kali konsumsi air harian AS. Penelitiannya didanai sebagai bagian dari program penelitian Bioremediasi alamiah dan dipercepat kementrian Energi.

“Bakteri ini ditemukan dimana-mana,” kata Wall. “Yang membuatnya unik dan berpotensi sebagai remediator uranium adalah bagaimana ia membuat energinya. Ia tidak membuat energinya lewat fotosintesis seperti tanaman atau membakar oksigen seperti hewan. Ia membuat energinya dengan mendorong atau menambahkan elektron ke senyawa lainnya.”

Wall percaya sistem transpor elektron ini dapat digunakan untuk bioremediasi. Dengan mendorong elektron ke Uranium VI yang sangat mudah larut namun berbahaya, bentuk yang lebih netral yaitu Uranium IV dapat tercipta. Bentuk ini tidak mudah larut dan lebih mudah disimpan dan disaring dari air tercemar.

“Bila kita dapat menggunakan bakteri yang ada secara alamiah di lokasi, kita dapat mengurangi tingkat gangguan pada lingkungan saat pembersihan,” kata beliau. “Bioremediasi juga mestinya menghemat biaya.”

Saat ini, Wall bekerja dengan para peneliti dari Laboratorium Nasional Los Alamos di New Mexico untuk memahami protein yang mengirimkan elektron ke Uranium VI. Para peneliti telah menemukan setidaknya satu protein dalam proses ini, dan di masa depan, mereka berharap mempelajari bagaimana meningkatkan afinitas bakteri pada uranium dan meningkatkan efisiensinya sebagai bioremediator.

“Saat kita telah menemukan jalur genetiknya, kita dapat mulai memeriksa faktor-faktor lain yang dapat mempengaruhi kegunaan bakteri ini untuk bioremediasi,” kata beliau. “Kita perlu menentukan kompetitor untuk elektronnya, seperti logam berat lainnya, mengisolasi faktor lingkungan yang dapat menghentikan sistem transpor dan menentukan metode-metode untuk mendukung pertumbuhan bakteri bermanfaat ini.”

Sumber berita:

University Of Missouri-Columbia.

 

 

 

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.