Diposting Rabu, 23 Maret 2011 jam 7:06 pm oleh Evy Siscawati

Mencari Fosil

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Rabu, 23 Maret 2011 -


 

Fosilisasi adalah proses kimiawi yang relatif langka dimana mineral menggantikan sel-sel asli mahluk hidup dan hanya terjadi dalam kondisi-kondisi sangat khusus. kondisi ini umumnya dengan terkubur dalam lumpur, aspal, debu, ceruk atau di bawah air.

Kadangkala, tulang atau gigi terpisah dari bagian tubuh lain akibat diangkut oleh pemakan bangkai atau gerakan air. Studi mengenai apa yang terjadi pada sebuah tulang dari sejak kematian mahluk hidup disebut tafonomi.

Situs-situs fosil besar kadangkala terungkap secara tidak sengaja oleh para penambang atau penjelajah gua amatir, namun sebagian besar memang ditemukan lewat studi ilmiah dan perencanaan yang hati-hati sebelum survey dilakukan. Geologi dan iklim purba sebuah daerah dapat memberi petunjuk penting mengenai lokasi menemukan fosil dan bukti material lain yang mungkin mengenai keberadaan manusia.

Para peneliti juga menggunakan pencitraan jauh dan citra satelit untuk mendapatkan tinjauan lahan. Mereka membagi daerah-daerah ini kedalam persegi satu demi satu, memindai tanah untuk menemukan artefak dan bukti lain dari situs bawah permukaan.

Begitu lokasi yang menjanjikan ditemukan, para ilmuan dapat memutuskan untuk menggalinya. Teknik penggalian yang mereka gunakan akan tergantung sepenuhnya pada jenis bukti yang ingin mereka cari: peneliti yang tertarik dalam mengumpulkan data serbuk sari akan menggunakan teknik yang lebih halus daripada mereka yang mencari alat batu.

Karena penggalian adalah proses yang destruktif dan masing-masing penelitian memerlukan strategi penggaliannya sendiri, arkeolog tetap membiarkan beberapa bagian dari setiap daerah untuk penelitian lebih lanjut di masa depan. Situs-situs digali dengan perlahan untuk menghindari kerusakan dan untuk mencatat konteks semua benda yang ditemukan; setiap detail yang mungkin direkam lewat foto, peta dan jurnal.

Beberapa lokasi fosil paling besar di dunia antara lain:

Afrika

  1. Mulut sungai Klasies, Afrika Selatan
  2. Sterkfontein dan Swartkrans, Afrika Selatan
  3. Laetoli dan Olduvai Gorge, Tanzania
  4. Kanapoi, Kenya
  5. Lomekwi, Kenya
  6. Aramis, Ethiopia
  7. Hadar, Ethiopia

Asia

  1. Skhul dan Tabun, Israel
  2. Shanidar, Irak
  3. Zhoukoudian, China
  4. Dali, China
  5. Ngandong dan Trinil, Jawa, Indonesia

Australia

  1. Danau Willandra dan Rawa Kow, Australia

Eropa

  1. Mezhirich, Ukraina
  2. Dmanisi, Georgia
  3. Feldhofer, Jerman
  4. Mauer, Jerman
  5. Dolni Vestonice, Republik Ceko
  6. Krapina dan Vindija, Kroasia
  7. Swanscombe, Inggris
  8. Cro Magnon, Perancis
  9. La Chapelle-aux-Saints, Perancis
  10. Atapuerca, Spanyol

 

Referensi

Donald C Johanson. 2007. BECOMING HUMAN. Institute of Human Origins. ASU

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.