Diposting Selasa, 22 Maret 2011 jam 7:48 pm oleh Evy Siscawati

Sejarah Evolusi Baru Primata

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Selasa, 22 Maret 2011 -


Sejarah evolusi ini akan diterbitkan dalam edisi 17 maret jurnal ilmiah PLoS Genetics.
Para ilmuan membariskan 54 daerah gen dari 186 spesies yang terentang dalam radiasi primata. Analisis menunjukkan pentingnya memecahkan filogeni kompleks kaya spesies menggunakan pendekatan genomik komparatif skala besar. Pola evolusi dan adaptasi spesies dan barisan gen berkaitan bukan hanya pada organisasi genom manusia dan sensitivitas penyakit genetik, namun juga pada kemunculan global zoonoses (patogen manusia yang berasal dari wadah penyakit non manusia), ke genomik komparatif mamalia, ke taksonomi primata dan ke pelestarian spesies.
Hingga saat ini, data genetik molekuler yang tersedia yang berlaku pada sistematika primata bersifat informatif namun terbatas dalam lingkup dan juga dibatasi pada subset spesifik dari taksa. Sekarang, sebuah tim peneliti internasional dari AS, Brasil, Perancis dan Jerman, telah menyediakan gambaran sangat kuat hirarki, modus dan tempo divergensi yang mengatur silsilah primata yang luar biasa divergen. Penemuan ini menunjukkan peristiwa-peristiwa dalam evolusi primata dari zaman purba hingga sekarang dan memperjelas sejumlah kontroversi taksonomis. Spesiasi yang berlanjut, evolusi retikulat, silsilah relik purba, laju evolusi yang tidak seragam dan distribusi diantara silsilah primata yang di rekonstruksi berhasil terungkap.

Filogeni molekuler 61 genera primata, dua genera dermoptera dan satu genus scandentia dan berakar di lagomorpha (Credit: Perelman et al).

Para peneliti mengatakan: “Kemajuan dalam kedokteran manusia, termasuk yang berfokus pada perubahan gen yang dipicu atau diganggu dalam perkembangan, kerentanan atau kekebalan pada penyakit menular, kanker dan mekanisme rekombinasi dan plastisitas genom, tidak dapat secara lengkap ditafsirkan dengan ketiadaan konteks atau hirarki evolusioner yang tepat. Resolusi filogeni spesies primata di sini memberikan kerangka sah yang mendasar dalam pengembangan, penafsiran dan penemuan dasar genetik adaptasi dan penyakit manusia.”
Sumber berita:
Public Library of Science
Referensi jurnal :
Perelman, P., Johnson, W.E., Roos, C., Seuanez, H.N., Horvath, J.E., Moreira, M.A.M., Kessing, B., Pontius, J., Roelke, M., Rumpler, Y., Schneider, M.P.C., Silva, A., O’Brien, S.J., Pecon-Slattery, J.P. A Molecular Phylogeny of Living Primates. PLoS Genetics, 2011; 7 (3): e1001342 DOI: 10.1371/journal.pgen.1001342

 

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.