Diposting Selasa, 22 Maret 2011 jam 7:47 pm oleh Evy Siscawati

Konsep Spesies dan Pohon Keluarga Manusia

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Selasa, 22 Maret 2011 - Spesies adalah sebuah satuan perkembang biakan tertutup; anggota dari satu spesies tidak dapat menghasilkan keturunan dengan anggota dari spesies lain. Walau begitu, baik hidup atau punah, spesies dapat bisa sangat sulit ditentukan. Kadangkala penanda perilaku dan biologis juga hadir. Dua burung bisa terlihat hampir sama secara fisik, misalnya, namun bila kicauan kawin mereka milik spesies yang berbeda, mereka tidak akan pernah bisa kawin.


 

Mendefinisikan spesies fosil punah dari potongan kerangka saja dapat merupakan masalah rumit. Para ilmuan memperkirakan jangkauan variasi dalam sebuah spesies berdasarkan populasi sampel dan menyusun spesies dalam filogeni, diagram pohon yang mencerminkan hubungan evolusioner.

Masing-masing spesies menunjukkan jangkauan variasi yang berbeda. Manusia merupakan spesies yang sangat bervariasi; simpanse tidak. Banyak spesies burung memiliki warna berbeda namun anatomi kerangka yang sama. Begitu pula, simpanse dan manusia dekat secara genetik namun sangat berbeda secara anatomi.

Variasi spesies dapat memberi masalah rumit dalam studi populasi fosil, karena sampel fosil yang kecil dapat menyimpangkan peneliti mengenai bagaimana keluasan variasi dalam spesies punah. (Dengan analogi, arkeolog alien yang hanya menemukan satu kerangka yang kebetulan milik pemain basket NBA dapat salah tafsir mengenai ukuran spesies manusia.)

Dua filosofi berbeda dalam menentukan spesies berlaku untuk catatan fosil: mazhab penggumpalan dan mazhab pemecahan. Penganut mazhab penggumpalan menerima variasi yang besar dalam suatu kelompok; mereka menentukan hanya sedikit spesies, masing-masing menunjukkan variasi yang besar. Mazhab pemecah sebaliknya, mereka menerima variasi yang kecil dalam kelompok. Para peneliti akan dipengaruhi oleh kedua mazhab ini saat mereka menyusun spesies menjadi pohon hubungan evolusioner yang disebut filogeni.

Filogensi menyusun spesies kedalam hubungan-hubungan evolusi berdasarkan tampilan turunan versus primitif. Karena tampilan turunan menunjukkan perubahan dari spesies purba, mereka lebih berharga dalam menentukan hubungan spesies. Spesies milik genus Homo, misalnya, memiliki otak yang lebih besar daripada australopithecus dan kera yang ada sekarang; ini adalah tampilan turunan. Walau begitu, tangan penggenggam merupakan tampilan primitif karena kera, australopithecus dan manusia semuanya memilikinya. Para peneliti mengelompokkan spesies-spesies tersebut dengan tampilan turunan bersama paling umum, lalu menggunakan pengelompokkan ini untuk membuat hipotesis mengenai hubungan antara leluhur dan keturunan.

Filogeni mewakili hipotesis-hipotesis yang telah teruji mengenai cara evolusi terjadi. Para ilmuan memeriksa urutan filogeni mereka terhadap waktu (karena keturunan mustahil ada sebelum leluhur) dan mengujinya dengan metode ilmiah. Kadangkala detail pengelompokkan ini diadu atau berubah begitu saja dengan adanya penemuan baru. Walau begitu, semua ilmuan setuju pada skenario umum evolusi manusia : leluhur pertama kita adalah manusia purba bipedal dengan otak yang kecil dan salah satu spesies ini dapat merupakan leluhur langsung kita.

Walaupun fosil manusia purba dapat ditentukan usianya dengan akurat, garis keturunan antar spesies sangat diperdebatkan. Bagaimana sebuah pohon keluarga manusia purba digambar tergantung pada bukti fosil yang tersedia. Di dunia ilmiah, terdapat tiga versi pohon keluarga kita.

Versi Ian Tattersall

Versi Bernard Wood

Versi Donald Johanson

Sumber

Donald C Johanson. 2007. Becoming Human.

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Fans Facebook

Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.