Diposting Minggu, 20 Maret 2011 jam 6:09 pm oleh Evy Siscawati

Kepunahan Perm Akhir : Kepunahan Terbesar di Bumi

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Minggu, 20 Maret 2011 -


Luasnya skala kepunahan ini ditunjukkan oleh fakta bahwa dua ekosistem struktural utama lenyap – terumbu karang dan hutan. Tidak pernah ada yang seperti ini dalam kepunahan massal lainnya.

Terumbu karang pertama muncul di zaman Kambrium, dan di zaman Perm, mereka menjadi ekosistem utama yang menjadi rumah keanekaragaman hayati yang mendasar, sama seperti sekarang. Dengan lenyapnya pembangun karang, rugosa dan koral tabulata, Bumi sepenuhnya bersih dari terumbu karang. Perlu 15 juta tahun bagi kelompok koral baru untuk berevolusi dan membangun terumbu karang sekali lagi.

Hutan juga punah. Ada sebuah celah batu bara yang terkenal di masa Trias awal dan tengah dimana tidak ada hutan yang bisa menghasilkan endapan batu bara. Kelompok kunci serangga hutan, pengunyah tanah dan vertebrata juga menghilang.

Saksi bisu kepunahan

Penderitaan raksasa bagi kehidupan tersebut tampaknya menunjuk pada keberadaan tumbukan kolosal. Sayangnya, bukti untuk dugaan ini lemah bahkan hampir tidak ada. Penjelasan yang paling didukung adalah letusan-letusan gunung berapi: 252 juta tahun lalu, gunung-gunung berapi masif meletus di Siberia dan mereka terus membasahi Bumi dengan lava basal kental dan awan gas raksasa selama 500 ribu tahun. Mereka bukanlah gunung berapi biasa yang berbentuk kerucut, namun koyakan-koyakan besar di kerak Bumi. Batuan dari letusan ini sekarang membentuk formasi besar yang disebut Jebakan Siberia.

Belerang dioksida menyebabkan pendinginan kilat dalam waktu singkat dengan menutupi cahaya matahari, namun gas ini menguap dengan cepat. Efek yang lebih berjangka panjang adalah gas rumah kaca karbon dioksida yang menyebabkan pemanasan global dan kemacetan samudera. Letusan yang berulang-ulang terus memompakan karbon dioksida ke atmosfer, mungkin melebihi umpan balik normal dimana tanaman dapat berfotosintesis. Pemanasan ini mungkin juga melepaskan massa metana beku, gas rumah kaca yang lebih ganas lagi, dari samudera dalam.

Batuan Trias awal mengandung bukti pengulangan siklus kemacetan samudera: warna mereka yang hitam dan pasokan pyrite yang besar menunjukkan kondisi yang miskin oksigen. Batuan belerang gelap ini mengandung sangat sedikit fosil dibandingkan dengan kelimpahan dan keanekaragaman fosil dalam batuan tepat di bawah tingkatan kepunahan. Di daratan, gas gunung berapi bercampur dengan air dan membentuk hujan asam. Pepohonan mati dan tersapu dengan tanah yang menopang mereka, membanjiri lansekap. Hewan darat punah karena pasokan makanan dan habitat mereka lenyap.

Penjagalan kehidupan di laut dan darat menyisakan Bumi yang merana. Denyutan pemanasan kilat terus berlangsung selama 5 juta tahun, menunda pemulihan kehidupan. Beberapa taksa bencana seperti Lystrosaurus, sejenis herbivora berukuran babi, mendapat topangan pertama, namun perlu 10 hingga 15 juta tahun agar ekosistem kompleks menjadi kembali bangkit.

Referensi

New Scientist, 5 March 2011. When Life Nearly Died.

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.