Diposting Sabtu, 19 Maret 2011 jam 2:36 pm oleh Evy Siscawati

Tokek

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Sabtu, 19 Maret 2011 -


Tokek merupakan nama populer bagi famili Gekkonidae dalam ordo Squamata dan klas Reptilia. Kata wikipedia, istilah gekko berasal dari bahasa Indonesia yaitu tokek itu sendiri. Tapi aneh ya, mirip gak sih kata gekko ama tokek, nggak yah.

Semua tokek, termasuk subfamili Eublepharinae, tidak memiliki pelupuk mata tetapi memiliki sebuah selaput transparan yang mereka bersihkan dengan cara dijilat. Banyak spesies memiliki pertahanan dengan cara melepaskan bahan berbau busuk dan kotoran kepada penyerangnya. Ada juga banyak spesies yang akan menjatuhkan ekornya (autotomi) sebagai pertahanan diri. Banyak spesies terkenal karena bantalan jarinya yang membuat mereka mampu mendaki permukaan mulus dan tegak, dan bahkan melintasi langit-langit dengan mudah (satu hipotesis menjelaskan kemampuan ini karena gaya van der Waals). Keunikan ini umum dikenali oleh mereka yang hidup di daerah hangat dunia, dimana beberapa spesies tokek memiliki sarang di dalam rumah manusia. Spesies ini (sebagai contoh Tokek Rumah) menjadi bagian yang membantu di rumah dan sering diinginkan karena mereka memakan serangga, termasuk nyamuk.

tokek siang debu emas

Jari tokek memiliki adaptasi khusus yang memungkinkan mereka menempel pada sebagian besar permukaan tanpa menggunakan cairan atau tegangan permukaan. Spatula berujung setae pada bantalan kaki tokek menunjukkan kalau gaya tarik yang menahan tokek ke permukaan adalah interaksi van der Waals antara setae yang tersusun dengan beraturan dan permukaan itu sendiri, walaupun studi terbaru menyarankan kalau molekul air dengan ketebalan sekitar satu lapisan (hadir pada semua permukaan alami) juga berperan.

Tokek rumah mediterania

Bila setiap setae di kaki tokek dewasa biasa seberat 70 gram melakukan kontak dengan permukaan, ia mampu menahan berat 133 kg: tiap spatula dapat memberikan gaya adesif 10 nanonewton. Masing-masing seta dapat menahan gaya 100 mikroNewton, yang setara dengan tarikan 10 atmosfer. Ini berarti seekor tokek dapat menahan sekitar delapan kali berat badannya ketika bergantung hanya dengan satu jari di kaca yang licin.

Pandangan malam

Sebuah studi dari Universitas Lund membuktikan kalau tokek malam seperti tokek berhelm, Tarentola chazaliaei, mampu membedakan warna dalam cahaya bulan yang redup sementara manusia dalam kondisi ini menjadi buta warna. Sensitivitas mata tokek berhelm terhitung 350 kali lebih tinggi dari pandangan kerucut manusia pada threshold pandangan warna. Optika mata tokek, memiliki zona konsentrik berbeda dengan kekuatan pembiasan berbeda yang menyusun sistem optik multifokus, bersama dengan kerucut-kerucut mata besar tokek, ini menjadi alasan penting mengapa mereka dapat menggunakan pandangan warna pada intensitas cahaya rendah. Walaupun variasi intraspesifiknya besar, pada sebagian besar individu yang dipelajari, zona konsentrik berbeda sebesar 15 dioptri. Nilai ini sama dengan yang diperlukan untuk memfokuskan cahaya pada jangkauan panjang gelombang dimana reseptor cahaya tokek menjadi paling sensitif. Sebaliknya, sistem optik pada spesies tokek siang tidak menunjukkan tanda zona konsentrik berbeda dan karenanya berfokus tunggal. Ciri lain tokek malam – dan kadal lainnya – yang berbeda dari sebagian besar vertebrata lainnya adalah mereka hanya memiliki sel tipe kerucut di retina mereka.

bantalan kaki tokek

Sumber = Wikipedia: Gecko

Referensi lanjut

1.      Autumn, K. Scientific American: Ask the experts.

2.      Hansen, W. R.; Autumn, K. 2005. Evidence for self-cleaning in gecko setae. PNAS 102 (2): 385–389. doi:10.1073/pnas.0408304102.

3.      Huber, G. 2005. Evidence for capillarity contributions to gecko adhesion from single spatula nanomechanical measurements. Proceedings of the National Academy of Sciences 102: 16293. doi:10.1073/pnas.0506328102.

4.      Lee, H; Lee, B. P.; Messersmith, P. B. 2007. A reversible wet/dry adhesive inspired by mussels and geckos. Nature 448 (7151): 338–341. doi:10.1038/nature05968. PMID 17637666.

5.      Roth, L. S. V.; Lundström, L; Kelber, A; Kröger, R. H. H.; Unsbo, P.  2009. The pupils and optical systems of gecko eyes. Journal of Vision 9 (3): 1–11. doi:10.1167/9.3.27.

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.