Diposting Jumat, 18 Maret 2011 jam 12:24 pm oleh Evy Siscawati

Pelapis Anti Kabut Permanen Pertama diciptakan

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Jumat, 18 Maret 2011 -


Kabut terbentuk di sebuah permukaan saat uap air di udara mengembun dalam tetesan-tetesan halus. “walaupun penampakannya mulus, kabut yang terbentuk di kaca bukanlah sebuah film kontinyu. Faktanya, ia terdiri dari tetesan-tetesan air kecil yang menempel di permukaan dan mengurangi transmisi cahaya,” jelas Laroche, profesor di Fakultas Sains dan Teknik Universite Laval. “Pelapis anti kabut yang baik harus mencegah pembentukan tetesan tersebut.”

Para peneliti menggunakan polivinyl alcohol, sebuah senyawa hidrofilik yang memungkinkan air menyebar seragam. Tantangannya adalah bagaimana menempelkan senyawa tersebut pada permukaan kaca atau plastik. Untuk mencapainya, para peneliti menggunakan empat lapisan molekul berurutan, yang membentuk ikatan kuat dengan lapisan berdampingan, untuk menambahkan senyawa anti kabut di atasnya. Hasilnya adalah pelapis multi lapisan transparan tipis yang tidak mengubah sifat optik permukaan saat ia dipasangkan. Sebagai tambahan, ikatan kimia yang menyatukan berbagai lapisan ini memastikan kekuatan dan ketegaran keseluruhan pelapis.

“Perlakuan anti kabut yang ada sekarang tidak memiliki sifat ini dan tidak bertahan terhadap pencucian, sehingga aplikasi produk harus diulang secara teratur,” jelas profesor Laroche. “Pelapis kami, di sisi lain, bersifat permanen.”

Dua paten telah melindungi penemuan ini, yang memiliki sejumlah penerapan potensial, termasuk kaca mobil, visor pelindung, lensa kamera, teropong, alat optik yang digunakan dalam kimia dan kedokteran dan lensa korektif. Negosiasi sudah dibuat dengan sejumlah perusahaan peralatan mata yang tertarik memperoleh izin teknologi ini.

Selain Gaetan Laroche, studi yang diterbitkan dalam Applied Materials and Interfaces juga dikarang bersama oleh Pascale Chevallier, Stéphane Turgeon, Christian Sarra-Bournet, dan Raphaël Turcotte.

Sumber berita :

Université Laval.

Referensi ilmiah:

Chevallier, P., Turgeon, S., Sarra-Bournet, C., Turcotte, R., Laroche, G. Characterization of Multilayer Anti-Fog Coatings. ACS Applied Materials & Interfaces, 2011; : 110307090243075 DOI: 10.1021/am1010964

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.