Diposting Kamis, 17 Maret 2011 jam 12:53 pm oleh Evy Siscawati

Faktor Anti Virulensi dalam Salmonella ditemukan

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Kamis, 17 Maret 2011 -


Faktor-faktor virulensi memungkinkan sebuah patogen berkembang dalam inang dan menyebabkan penyakit. Faktor anti virulensi mengendalikan derajat ketidak efektifannya.

Salmonella adalah bakteri yang menginfeksi beragam inang vertebrae. Salmonellosis, infeksi Salmonella, dapat menyebabkan gastroenteritis atau demam tifoid – penyakit sistemik yang mengancam jiwa.

Penemuan ini diterbitkan dalam jurnal Public Library of Science, menyarankan kalau ada jalur khusus pada Salmonella yang bertindak sebagai faktor anti virulensi saat salmonellosis. Jalur ini juga terlibat dalam menyetel keseimbangan inang-patogen saat salmonellosis.

Penelitian menunjukkan kalau jalur ini teraktivasi karena pencernaan dan masuk kedalam usus dan kemudian tertutup begitu Salmonella memasuki usus.

“Saat faktor anti virulensi terbuang, Salmonella menjadi 10 kali lebih ganas,” kata Brett Finlay, profesor Mikrobiologi dan Biokimia di UBC dan peneliti senior dalam laboratorium Michael Smith. “Penelitian ini juga menunjukkan kalau Salmonella memiliki kemampuan mengendalikan virulensinya bahkan sebelum ia memasuki sang inang.”

“Jalur ini dirancang untuk mengendalikan tingkat virulensi dan tidak membunuh inang dengan segera,” kata Finlay. “Menurunkan level ketidakefektifan ini memungkinkan Salmonella menstabilkan dirinya didalam inang dan kemudian menjadi lebih ganas.”

“Penelitian ini akan memungkinkan kita merancang vaksin salmonella yang lebih baik,” kata Finlay. “Kita akan mampu merancang strain vaksin yang lebih baik dengan level virulensi yang lebih pantas.”

Sumber :

University of British Columbia.

Referensi Ilmiah :

Sekirov I, Tam NM, Jogova M, Robertson ML, Li Y, Lupp C, Finlay BB. Antibiotic-induced perturbations of the intestinal microbiota alter host susceptibility to enteric infection. Infect Immun. 2008 Oct;76(10):4726-36. Epub 2008 Aug 4.

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.