Diposting Rabu, 16 Maret 2011 jam 1:01 pm oleh Evy Siscawati

Susu Tikus untuk Bayi

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Rabu, 16 Maret 2011 -


Terima kasih pada gen manusia yang diiris kedalam genom tikus, tikus menjadi hewan yang pertama kali dimodifikasi secara genetik untuk menghasilkan laktoferin. Protein susu payudara manusia ini melindungi bayi dari virus dan bakteri saat sistem imunitas bayi masih dalam tahap pengembangan.

Susu manusia hanya mengandung empat hingga lima gram laktoferin per liter. Namun tikus menghasilkan susu yang kaya protein, demikian ungkap Patrick van Berkel, direktur senior Genmab, perusahaan bioteknologi Denmark. Sementara itu, Elena Sadchikova dari Lembaga Biologi Gen di Akademi Sains Rusia di Moskow menambahkan, bila kita dapat memprogramnya membuat laktoferin bukannya mondar-mandir membuat protein tikus pemakan keju, mereka dapat memproduksi susu yang memuat 160 gram laktoferin per liter.

Sayangnya prosedur ini masih memerlukan banyak hal yang harus diperbaiki. Para ilmuan harus membius sang tikus lalu menempelkan pompa kecil ke putting mini sang tikus untuk mengambil susu yang naujubile dikitnye. Proses ini sangat tidak efisien. Bila ingin memproduksi susu dalam skala raksasa, kita memerlukan rekayasa sejenis pada hewan yang lebih besar, seperti kambing atau sapi, untuk menghasilkan susu tikus super.

Dan hewan lain memang sudah dicoba. Kelinci dengan gen manusia sudah diperah secara komersil oleh perusahaan bioteknologi Belanda, Pharming. Walau begitu, susunya bukan untuk bayi, namun untuk obat penderita gangguan darah.

Walau begitu, CEO Pharming, Sijmen de Vries mengatakan mereka sedang melakukan penelitian untuk melakukan hal serupa pada sapi untuk menghasilkan susu bayi. Tahun 2012 tampaknya susu tikus super dari sapi akan tersedia untuk bayi.

Sadchikova dan timnya tidak mau kalah. Setelah tikus mereka akan meneruskan ke kambing. “Manfaat paling menarik dari kambing adalah periode kehamilannya dua kali lebih pendek dari sapi,” katanya, yang berarti ia dapat membentuk peternakan kambing dengan cepat.

Fyuuh, syusahh

Referensi

  1. Ellen A. J. Thomassen, Harrie A. van. Veen, Patrick H. C. van. Berkel, Jan H. Nuijens and Jan Pieter Abrahams. The protein structure of recombinant human lactoferrin produced in the milk of transgenic cows closely matches the structure of human milk-derived lactoferrin. Transgenic Research Volume 14, Number 4, 397-405, DOI: 10.1007/s11248-005-3233-0
  2. James Owen, National Geographic News. June 2, 2009. Gene Doctors Milk Mice; Yield Human Breast Milk Protein.
  3. Kate KolesPatrick H. C. van Berkel et al. N- and O-glycans of recombinant human C1 inhibitor expressed in the milk of transgenic rabbits. Glycobiology (2004) 14 (1): 51-64. doi: 10.1093/glycob/cwh010
  4. Yaroslav Gursky, Robert Bibilashvili, Mikchail Minashkin, Alex Krasnov, Alex Deikin, Tatyana Ermolkevich, Andrey Popov, Lilia Verbovaya, Nicolai Rutkevich and Alexsander Shevelev, et al. Expression of full-length human pro-urokinase in mammary glands of transgenic mice. Transgenic Research Volume 18, Number 5, 747-756, DOI: 10.1007/s11248-009-9269-9
Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.