Diposting Rabu, 16 Maret 2011 jam 12:32 pm oleh Evy Siscawati

Menghidupkan Kembali Hewan pra Sejarah

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Rabu, 16 Maret 2011 -


“Lihat sini! Rambut!” teriak salah seorang pemburu mammoth, menunjuk ke sebuah untaian coklat menggantung dari sebuah tebing di Sungai Kolyma di Siberia. Orang ini menarik dengan lembut untaian tersebut dengan harapan kalau ia tertempel pada seekor raksasa yang dahulu berbaring terakhir kalinya dalam endapan Zaman Es.

Wajah sang pemburu terlihat lemas, rambut yang ditemukannya setelah dilihat seksama sebenarnya adalah milik bison stepa. Sang pemburu sebenarnya salah satu anggota tim pemburu sperma mammoth Jepang. Profesor Akira Iritani dan profesor Kazufumi Goto dari Universitas Kyoto adalah tokoh utama yang mengkampanyekan sebuah usaha ilmiah ambisius, membangkitkan spesies yang telah punah lima ribu tahun lalu.

Walau sebagian besar mammoth hanya menyisakan tulang belulang, dalam beberapa kasus, kebekuan tanah Siberia dapat melestarikan kulit dan otot mamoth. Sebagian besar sel dalam jaringan ini telah hancur, namun dalam dekade terakhir para ilmuan berhasil menyelamatkan beberapa protein dan potongan gen untuk membandingkannya dengan gajah. Ide  Goto dan Iritani adalah menemukan sperma mammoth sehingga dapat direkayasa dan dibangkitkan kembali.

Masalah utama dalam membangkitkan mammoth sepertinya adalah waktu yang terburu-buru. Masih banyak penelitian yang harus dilakukan. Bahkan seandainya mammoth berhasil dibangkitkan, ada kendala lain menghadang: Mammoth punah karena suatu alasan, dan bila alasan tersebut termasuk alasan lingkungan, akan merupakan tantangan untuk mempertahankan kelangsungan hidup bayi mammoth. Juga akan ada banyak perdebatan mengenai apakah ia boleh dipertontonkan atau tidak, menyimpannya di fasilitas privat atau bahkan memikirkan bagaimana cara memberinya makan.

Tapi membangkitkan mahluk hidup yang tidur abadi bukanlah hal yang tidak mungkin, setidaknya pada bakteri. Para ilmuan telah berhasil membangkitkan bakteri yang tidur selama 250 juta tahun dalam kristal garam. Manfaat dari penemuan ini adalah “makeup genetiknya dapat membantu ahli biologi mengkalibrasi jam evolusi bakteri dan kerabatnya di masa kini,” kata Russel Vreeland, anggota tim yang merupakan biologiwan dari Universitas West Chester Pennsylvania.

Chris McKay, ahli biologi dari Pusat Penelitian Ames NASA sedikit skeptis. Mungkin saja bakteri itu sebenarnya baru saja terserap dalam garam kristal lewat tetesan air, kata beliau.

Bakteri hidup jutaan tahun sebelum dinosaurus

Bukan hanya bakteri yang terjebak dalam kristal, bakteri yang tertidur dalam perut lebah yang terjebak dalam amber pun dapat dibangkitkan. Dr Raul Cano dari Universitas Negeri Politeknik California berhasil menghidupkannya dengan mengambil spora-spora dari dalam perut lebah purba tersebut. Spora tersebut dalam beberapa minggu kemudian membuka dan seperti telur yang menetas, mengeluarkan bakteri yang ada di dalamnya untuk tumbuh dan berkembang. Dr Cano menemukan bahwa bakteri tersebut adalah anggota kelompok mikroba yang hidup di perut lebah masa kini, sebagaimana dilaporkannya dalam jurnal Science edisi Mei 1995.

Menurut Andrew Ross dari Museum Sejarah Alam di London, serangga dan bahkan kadal kecil yang terjebak dalam amber hanya mengalami sedikit sekali degradasi biologis. Amber merupakan getah pohon yang membatu, karenanya ia mencegah air dan oksigen keluar dari jasad serangga dan juga memiliki sifat antiseptik yang baik.

Mungkin membangkitkan mammoth terlalu jauh jangkauannya, bagaimana kalau hewan yang baru saja punah. Tasmanian devil atau Thylacinus baru saja punah 100 tahun lalu dan para ilmuan berhasil membangkitkan fungsi DNA nya. Walau tubuhnya mirip anjing, ia bukanlah anjing sejati. Ia mudah dikenali karena memiliki belang di punggung. Kerangkanya memang sulit dibedakan padahal satu-satunya yang tersisa dari hewan ini memang kerangkanya. Thylacinus memliki dua lubang besar di tulang palate yang merupakan karakteristik marsupial pada umumnya. Rahangnya mampu membuka lebar hingga 120 derajat, seperti yang terlihat dalam rekaman hitam putih David Fleay dari tahun 1933 pada Thylacinus di kandangnya. Rahangnya berotot dan kuat serta memiliki 46 gigi.

Antara Thylacinus dan mammoth terdapat hewan punah eksotis lainnya yang bila memang dapat dibangkitkan, akan menjadi sumber daging dan penelitian penting di dunia. Auroch adalah leluhur raksasa sapi Eropa modern. Ukurannya yang jauh lebih besar dari sapi memberi janji bagi para penggemar daging.

Auroch

Referensi

  1. AFP (2003-10-21). “Extinct Thylacine May Live Again”. Discovery Channel.
  2. Australian Museum. (1999). “Australia’s Thylacine: What did the Thylacine look like?”.
  3. Corey A. Salsberg. Resurrecting the Woolly Mammoth: Science, Law, Ethics, Politics, and Religion. 2000 Stan. Tech. L. Rev. 1
    Pask AJ, Behringer RR, Renfree MB (2008). “Resurrection of DNA function in vivo from an extinct genome”. PLoS ONE 3 (5): e2240.
  4. Richard Dawkins, Yan Wong. The Ancestor’s Tale: A Pilgrimage to the Dawn of Evolution. Houghton Mifflin Harcourt, 2005
  5. RJ Cano and MK Borucki. Revival and identification of bacterial spores in 25- to 40-million-year-old Dominican amber. Science 19 May 1995: Vol. 268 no. 5213 pp. 1060-1064 DOI: 10.1126/science.7538699
  6. Russell H. Vreeland, William D. Rosenzweig, Dennis W. Powers. Isolation of a 250 million-year-old halotolerant bacterium from a primary salt crystal. Nature 407, 897-900 (19 October 2000) doi:10.1038/35038060 Letter
Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.