Diposting Minggu, 13 Maret 2011 jam 5:10 pm oleh Evy Siscawati

Tsunami

Suka dengan artikel ini?

Jelajahi artikel-artikel FaktaIlmiah yang berdasarkan apa yang dibaca dan ditonton teman-teman.
Terbitkan aktivitas Anda sendiri dan dapatkan kendali penuh.
Login

Minggu, 13 Maret 2011 -


Tsunami mencapai tinggi lebih dari 35 meter telah tercatat. Saat tsunami mencapai perairan pesisir yang dangkal, ia tampak normal dan kecepatannya menurun. lalu ketika tsunami mendekati garis pantai, ia akan tumbuh menjadi lebih tinggi dan menghantam pantai, menyebabkan banyak kerusakan.

  1. Tsunami disebabkan oleh gangguan bawah air – biasanya gempa bawah laut. Longsor, letusan gunung berapi dan bahkan meteorit dapat pula menyebabkan tsunami
  2. Tsunami dapat berasal dari ratusan bahkan ribuan km jauhnya dari daerah pesisir. Geografi setempat dapat memperkuat pengaruh tsunami. Daerah dengan resiko terbesar adalah daerah yang tingginya kurang dari 75 meter di atas permukaan laut dan dalam jarak 1.5 km dari garis pantai.
  3. Orang yang tinggal di dekat pantai saat gempa bumi kuat harus mendengarkan siaran radio atau televisi yang memberikan peringatan tsunami dan siap untuk mengungsi seketika ke daerah yang lebih tinggi.
  4. Perubahan cepat ketinggian air adalah indikasi mendekatnya tsunami.
  5. Tsunami datang dalam sederetan puncak (permukaan air tinggi) dan lembah (permukaan air rendah). Puncak dan gelombang berurutan ini dapat terpisah antara 5 hingga 90 menit. Mereka biasanya terjadi antara 10 hingga 45 menit.

Sistem peringatan tsunami (Tsunami Warning System), sebuah organisasi kerjasama internasional dan dioperasikan oleh Jasa Cuaca Amerika Serikat, telah beroperasi sejak tahun 1940an. Pusatnya terletak di Hawaii. Sistem sejenis berada di daerah-daerah secara regional. Prediksi tsunami diselaraskan dengan pengawasan gempa bumi dan informasi prediksi. Masukan dari sistem ini terhubung dengan informasi dari sederetan instalasi pengawasan pasang.

Saat masukan menunjukkan kondisi yang memungkinkan adanya tsunami, sebuah peringatan diberikan kepada daerah-daerah yang mungkin terpengaruh. Peringatan ini diberikan saat pembacaan dari beragam stasiun pasang tampaknya sesuai dengan informasi seismograf.  Karena kompleksitas faktor-faktor yang terlibat dan ketidakpastian yang besar selalu ada, ada kecenderungan kalau peringatan yang diberikan tidak sesuai dengan faktanya. Karenanya, orang yang berada di daerah yang diberi peringatan cenderung mengabaikannya dan ketika ternyata benar-benar terjadi tsunami, kepanikanpun melanda. Sebagai contoh, tsunami yang melanda Hawaii tahun 1960 memakan 60 korban jiwa, padahal mereka sudah diperingatkan 6 jam sebelum kejadian.

Mungkinkah ini ada korelasinya dengan tsunami

Di akhir 1970an, para ilmuan menyarankan metode yang lebih baik untuk meramalkan tsunami. Selama beberapa tahun, para ilmuan menyarankan berbagai analisa dan penafsiran gelombang seismik yang dihasilkan gempa bumi yang dapat memperkirakan tsunami. Gelombang seismik, dari gelombang periode pendek yang menghasilkan pecahan tajam batuan dalam regangan tinggi hingga gelombang periode sangat panjang yang memperlambat gerakan bagian tertentu lantai samudera. Banyak peneliti percaya kalau tsunami terjadi terutama disebabkan gerakan vertikal balok-balok raksasa ini, hal ini membawa pada kesimpulan kalau kekuatan gelombang seismik periode sangat panjang mungkin merupakan kriteria terbaik kemampuan gempa bumi membangkitkan tsunami.

Sebagian dari masalahnya adalah sebagian besar seismograf yang dipasang dalam sistem tidak sangat sensitif pada gelombang periode panjang dan karenanya gempa bumi yang terjadi tidak dapat dianalisa secara efektif dalam hal potensinya menghasilkan tsunami. Peralatan yang ada sekarang semakin canggih, gelombang periode pendek yang digunakan untuk menemukan lokasi gempa bumi dan gelombang 20 detik digunakan untuk menghitung besarannya. Walau begitu, sebagian ilmuan merasa kalau besaran sejati gempa bumi hanya dapat ditentukan dengan mengukur karakteristik gelombang panjang, seperti gelombang 100 detik. Brune dan Kanamori telah mengamati kalaugempa Chili tahun 1960 memiliki besaran 8.3 saat dihitung dengan basis gelombang 20 detik, namun besarnya menjadi 9.5 atau lebih dari 10 kali amplitudo gelombang dan 60 kali lebih besar energi yang dilepaskannya, saat dihitung dengan metode Kanamori yang berusaha memasukkan energi yang dilepaskan gelombang seismik periode sangat panjang. Ilmuan lain tiba pada sudut pandang kalau banyak peringatan dapat dikeluarkan bila prediksinya berdasarkan gelombang lebih panjang. Dua dari seismograf periode panjang pertama dalam sistem peringatan tsunami dipasang di Hawaii dan pulau Yuzhno-Sakhalinsk, Rusia, yang berada di timur laut Vladivostok.

Referensi

  1. Bernard, E.N., Editor: Tsunami Hazard: A Practical Guide for Tsunami Hazard Reduction, (Papers from Symposium at Novosibirsk, Russia), International Union of Geodesy and Geophysics, New York, NY, July 1989.
  2. Lander, J.F., P.A. Lockridge, and M.J. Kozuch: Tsunamis Affecting the West Coast of the United States, 1806–1992, DIANE Publishing Company, Collingdale, PA, 1997.

Evy Siscawati
Facts are the air of scientists. Without them you can never fly (Linus Pauling). Berjalan di pantai, dud dud, berjalan di pantai, dud dud (ESW).
Bergabung dengan 1000 orang lebih dengan kami melalui sosial media

Berlangganan artikel dan berita terbaru dari kami via email


Fans Facebook

Aktifitas

© 2010 FaktaIlmiah.com. Hak cipta asli oleh faktailmiah
Anda boleh mendistribusikannya dengan mencantumkan referensi dari situs kami.